Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Nono, Siswa SD Asal NTT yang Jadi Juara 1 Matematika Dunia
Instagram.com/luarbioskop
  • Nono, siswa SD asal NTT, berhasil meraih Juara 1 dalam International Abacus World Competition setelah mengalahkan sekitar 7.000 peserta dari berbagai negara.
  • Berjuang dari keluarga sederhana, Nono setiap hari berjalan kaki sejauh 4 kilometer untuk bersekolah di Kupang demi mengejar pendidikan.
  • Dengan bimbingan rutin ayahnya, Nono mengasah kemampuan berhitung hingga memenangkan piala, sertifikat, dan hadiah uang tunai sebesar 200 dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar membanggakan dari dunia pendidikan Tanah Air kembali jadi sorotan dan viral di media sosial nih, Ma.

Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi di tingkat dunia.

Anak berprestasi bernama lengkap Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau yang sering disapa Nono, sukses membanggakan Indonesia lewat ajang kompetisi matematika internasional lho Ma.

Penasaran bagaimana kisahnya. Berikut sudah Popmama.com rangkum kisah Nono yang berhasil mengundang kekaguman warganet Indonesia!

1. Mengalahkan 7 ribu peserta dari berbagai negara

Instagram.com/luarbioskop

Prestasi Nono membuat banyak orang ikut bangga.

Dalam ajang International Abacus World Competition, kompetisi matematika dan berhitung sempoa tingkat dunia ini diikuti oleh sekitar 7.000 peserta dari berbagai negara.

Nggak main-main lho, Ma!

Siswa kelas 2 SD ini sukses menyabet Juara 1 setelah mengungguli ribuan kontestan hebat lainnya, termasuk peserta dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat hingga Qatar.

2. Anak buruh bangunan yang rela tempuh 4 KM demi sekolah

Instagram.com/luarbioskop

Di balik piala tingkat dunia yang berhasil diraihnya, ada kisah perjuangan yang sangat menyentuh hati nih, Ma.

Nono tumbuh dan besar dalam keluarga yang sederhana. Mengutip dari liputan6.com sang ayah bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya seorang guru honorer di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Meski tinggal di daerah terpencil dengan fasilitas yang serba terbatas, semangat belajar Nono nggak pernah padam sedikit pun Ma.

Setiap harinya, Nono harus rela berjalan kaki menempuh jarak sekitar 4 kilometer demi bisa menuntut ilmu di sekolahnya.

Meski harus berjalan jauh setiap hari, Nono tetap bersemangat datang ke sekolah dan belajar lho Ma.

3. Bimbingan rutin sang ayah hingga raih hadiah ratusan Dolar

Instagram.com/luarbioskop

Keberhasilan Nono menguasai hitungan matematika hingga jadi juara dunia tentu tak lepas dari peran ibu dan ayahnya di rumah, Ma.

Di balik ketajamannya dalam berhitung, ada peran sang ayah yang secara sabar dan rutin mendampinginya belajar sejak kecil.

Mengutip dari suara.com, atas prestasi gemilang yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional ini, siswa asal Kupang memboyong piala, sertifikat penghargaan, serta hadiah uang tunai sebesar 200 dolar AS lho Ma.

Melihat kisah Nono yang kembali viral di media sosial, banyak masyarakat yang merasa terharu sekaligus bangga.

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya bimbingan dan kehadiran Mama dan Papa dalam mendampingi proses belajar anak di rumah.

Itulah kisah inspiratif dari Nono, anak buruh bangunan asal NTT yang membuktikan bahwa tekad kuat serta bimbingan Mama dan Papa yang konsisten mampu melahirkan prestasi kelas dunia.

Semoga semangat pantang menyerah Nono bisa menjadi inspirasi ya Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article