5 Metode Belajar di Sekolah yang Sesuai untuk Anak ADHD

Anak dengan ADHD membutuhkan penanganan khusus saat belajar di sekolah

18 Desember 2021

5 Metode Belajar Sekolah Sesuai Anak ADHD
Freepik/Pressfoto

Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) merupakan kondisi neurobehavioral yang biasanya terdiagnosa saat usia anak-anak. Tercatat lebih dari enam juta anak usia 2 hingga 17 tahun mengalami ADHD.

Sesuai dengan namanya, mereka yang mengalami ADHD ditandai dengan sulitnya fokus akan sesuatu, hiperaktif, impulsif yang kemudian membuat mereka menjadi sulit memerhatikan sekitar dan mengendalikan perilakunya.

Jika dokter telah mendiagnosa anak mengalami ADHD, tentu butuh beberapa penanganan khusus untuk mengimbangi perilaku-perilaku seperti tadi. Begitu pula dalam hal pendidikan yang bisa dimulai sejak usia dini.

Ketika anak memulai pendidikan sekolahnya, berikut Popmama.com telah merangkumkan beberapa metode belajar yang tepat untuk diterapkan pada anak dengan ADHD saat di sekolah.

Optimalkan pendidikannya dengan metode berikut yuk!

1. Perhatikan posisi tempat duduk anak

1. Perhatikan posisi tempat duduk anak
Freepik

Anak yang mengalami ADHD dikenal sebagai mereka yang berperilaku hiperaktif dan sulit fokus pada sesuatu yang ada di hadapannya. Itulah mengapa posisi tempat duduk di kelas juga perlu diperhatikan untuk anak dengan ADHD.

Pilihlah posisi yang tepat agar mereka dapat lebih tenang mengikuti pelajaran sampai selesai. Jauhkan anak dari distraksi yang mengganggu perhatiannya. Seperti menjauhkan anak dari duduk di dekat jendela dan pintu, atau bahkan di dekat teman sekelasnya yang suka menganggu.

Mama bisa meminta gurunya untuk membantu menentukan posisi duduk mana yang sekiranya tepat untuk mereka tempati demi kenyamanan bersama.

Editors' Pick

2. Terapkan metode Pomodoro di kelas

2. Terapkan metode Pomodoro kelas
Freepik

Metode belajar Pomodoro bisa jadi alternatif untuk membantu anak lebih fokus belajar di sekolah. Metode ini biasanya dilakukan dengan membuat pengaturan waktu selama 25 menit untuk belajar, dan 5 menit untuk istirahat.

Sebab anak dengan ADHD akan lebih cepat mengalami penurunan fokus dan cenderung ingin cepat istriahat. Hal ini karena kapasistas di dalam otaknya jauh lebih kecil dari pada temen lain pada umumnya.

Sehingga dibutuhkan waktu yang sesuai untuk tetap menjaga konsentrasi anak selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Adapun waktu yang disarankan adalah 15 menit pembelajaran dan 3 menit istirahat untuk anak ADHD berusia antara 8 sampai 17 tahun. 

3. Minta gurunya membuat catatan belajar

3. Minta guru membuat catatan belajar
Freepik/Pch.vector

Selain lebih cepat hilangnya fokus belajar, penurunan memori jangka pendek jadi gangguan lainnya yang umum terjadi pada anak dengan ADHD. Ini yang membuat anak lebih sulit mengingat atau menghapal materi pelajaran di sekolahnya.

Sebagai cara yang bisa dilakukan, cobalah meminta sang guru untuk membantu anak mama membuat catatan tambahan untuknya. Catatan atau silabus yang diberikan akan lebih membantu anak mengingat poin pelajaran yang sudah diajarkan di sekolah.

4. Buddy system, teman sebangku yang akan membantunya

4. Buddy system, teman sebangku akan membantunya
Freepik/gpointstudio

Selain memerhatikan posisi duduk, cobalah meminta gurunya untuk meminta teman pendamping yang akan membantu anak dalam proses belajar mengajar di sekolah. Ini dinamakan buddy system, di mana temannya akan ditugaskan untuk membantu dan mendampingi anak demi kegiatan sekolah yang lebih optimal.

Pastikan memilihan teman sebangku anak yang dapat membantunya tetap tenang selama pembelajaran, sehingga anak yang cenderung hiperaktid dan mudah terdistraksi akan merasa terbantu dengan adanya teman tersebut.

5. Beri tambahan waktu untuk menyelesaikan tugas

5. Beri tambahan waktu menyelesaikan tugas
Pexels/Thirdman

Tak hanya sulitnya fokus, anak dengan ADH pun akan sulit melakukan menajemen waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Tak perlu menyalahkan anak, ini sudah lumrah terjadi pada anak dengan ADHD kok, Ma.

Untuk itu, beri tahu gurunya agar memberikan mereka pengertian dengan memberikan waktu tambahan untuk menyelesaikan tugas maupun ujian yang diberikan. Memberikan waktu tambahan akan membantu anak mengatasi ketakutan saat mengerjakan sesuatu.

Itulah beberapa metode belajar di sekolah untuk anak yang mengalami ADHD. Semoga informasinya bermanfaat dan bisa jadi masukan bagi orangtua dan guru yang menangani anak-anak dengan gangguan tersebut.

Tetap semangat dalam memberikan dukungan pada anak ya, Ma!

Baca juga:

The Latest