Syekh Ali Jaber: 10 Hal Terlarang bagi Orangtua pada Anak dalam Islam

Syekh Ali Jaber menjelaskan ilmu parenting Islam agar anak tumbuh baik dengan kasih sayang orangtua

14 Januari 2021

Syekh Ali Jaber 10 Hal Terlarang bagi Orangtua Anak dalam Islam
Instagram.com/syekh.alijaber

Menurut keterangan Syekh Ali Jaber dalam salah satu ceramahnya yang diunggah ke YouTube mengatakan, perhatian Islam dalam pendidikan anak sangat luar biasa. Ucapan dan perkataan kita yang merusak perasaan anak, bisa dihindari dan dijadikan sebagai pelajaran agar bisa menjalani parenting yang baik.

Ada 10 kata atau perbuatan yang dilarang untuk orangtua lakukan pada anaknya. Anak adalah titipan Allah  SWT yang sudah semestinya dirawat dan dikasihi.

"Yang pertama, kita suka mencaci-maki anak kita. Ini sebuah bahaya, apalagi kalau kita lagi emosi," ungkap Syekh Ali Jaber.

Oleh karena itu, Syekh Ali juga selalu mengingatkan pada jamaahnya, kalau sedang emosi lebih baik jauh-jauh dari anak. Ini cara orangtua untuk melindungi perasaan anak.

Berikut Popmama.com mengulas 10 hal terlarag bagi orangtua pada anaknya dalam Islam.

1. Caci maki dengan kata-kata yang kasar dan tidak pantas

1. Caci maki kata-kata kasar tidak pantas
Pexels/August de Richelieu

Ketika menyampaikan ini, Syekh Ali Jaber sampai malu. Ia sungkan berkata kasar karena sedang berceramah di dalam masjid. 

Ungkapan kasar yang tidak sepantasnya ini dapat menyakiti perasaan anak. Apalagi jika diutarakan di hadapan orang lain. 

"Hindari mencaci-maki anak di depan orang-orang atau teman-temannya. Ini bisa menimbulkan rasa benci anak terhadap orangtuanya," kata Syekh Ali Jaber.

2. Menghina anak di depan orang

2. Menghina anak depan orang
Freepik/cookie_studio

"Ada orangtua berkata sangking menghina anaknya, "Saya heran bagaimana bisa punya anak seperti itu." Apalagi itu dikatakan di depan teman-temannya, bisa saja di saat itu anak kita tidak menangis tapi sudah mati rasa. Akhirnya menjadi hati kecil, susah dibina menjadi anak yang sholeh-sholehah."

Perkataan orangtua yang menyinggung tadi sama saja dengan orangtua sedang menghancurkan hati anaknya sendiri.

"Itulah yang saya bilang durhakanya orangtua sebelum anak durhaka kepada orangtuanya," ucap Syekh Ali Jaber.

Yang perlu dilakukan oleh orangtua menurut Syekh Ali Jaber adalah Nashihah, yaitu memberikan nasihat dengan cara yang baik dan benar, bukan di depan orang lain. Bukan Fadhihah yaitu membukan aib, memberitahu dengan cara yang tidak baik dan di depan orang-orang.

3.  Selalu membandingkan anak dengan orang lain

3.  Selalu membandingkan anak orang lain
Pexels/Kat Jayne

"Ini lihat abang kamu lebih pintar, itu lihat anak itu luar biasa, kamu tidak bisa seperti dia. Ini bahaya karena menimbulakn kecil hati bagi anak dan yang kedua menimbulkan benci pada orang itu," kata Syekh Ali.

Jadi nantinya anak akan selalu berlawanan dengan orang itu karena anak merasa dibanding-bandingkan. 

"Kita saja yang sudah dewasa, kalau ada orang lain membanding-bandingkan kita sama orang lain, kita tersinggung. Apalagi anak kita?" ungkap Syekh Ali mengingatkan para orangtua.

Stop banding-bandingkan anak dengan kakak atau adiknya terlebih lagi dengan orang lain.

4. Cinta dengan syarat

4. Cinta syarat
Freepik/pvproductions

"Aku cinta kamu, tapi syaratnya begini..." Misal, "Aku cinta kalau kamu salat, aku cinta kalau kamu ngaji, aku cinta kalau kamu diam, berarti itu cinta yang penuh dengan syarat-syarat," menurut Syekh Ali Jaber.

Kalimat seperti ini sebaiknya juga tidak diucapkan oleh orangtua kepada anaknya. Hindari mengungakapkan rasa cinta pada anak dengan syarat, Ma!

"Cinta tidak usah pakai syarat. Ini anak kita, kalau mau cinta berikan cinta yang wajar, yang normal, yang wajib kita berikan sebagai orangtua," kata Syekh Ali.

Jika ada orangtua yang tidak mau mengungkapkan rasa cinta pada anak, maka lama-lama dia (anak) akan melarikan diri pada orang lain. 

"Memang waktu anak kecil, mereka tidak mengerti, tidak bisa menyampaikan perasaannya tapi anak bisa memperlihatkan dari perilakunya. Begitu ia melihat seseorang yang memberikan perhatian dan kasih sayang, biar itu bukan keluarganya bahkan orang jauh, dia malah lari," ungkap Syekh Ali.

Anak yang demikian sikapnya seperti anak yang kehilangan kasih sayang di rumahnya sendiri. 

"Banyak anak-anak bertemu dengan saya, mereka bercerita, dalam hati saya bilang kasihan, mereka telah kehilangan cinta dan kasih sayang dari dalam rumahnya," cerita Syekh Ali.

Editors' Picks

5. Menyampaikan informasi yang salah

5. Menyampaikan informasi salah
Pexels/Ketut Subiyanto

"Laki-laki nggak boleh nangis. Siapa yang bilang? Biarin dia mau nangis. Kalau dia nangis, "Ayo nangis lagi sayang." Melarang anak nangis itu menyebabkan apa? Bisa menyebabkan anak sakit jiwanya karena setiap anak mau nangis dia tahan karena dilarang," ungkap Syekh Ali.

Padahal menangis adalah salah satu cara anak bereaksi dan berekspresi. Jika anak sedang merasa kecewa, sedih, tersakiti, sangat wajar bagi anak laki-laki sekali pun untuk menangis.

Tidak ada yang salah jika anak laki-laki menangis. Mereka juga memiliki perasaan dan itu reaksi yang wajar. 

Tugas orangtua adalah membantu anak mengenali perasaannya dan membantu anak untuk bisa segera merasa lebih nyaman.

Berikan anak sebuah pelukan, ajak anak untuk bercerita secara perlahan karena terkadang anak hanya butuh didengar dan kemudian mereka lupa apa masalahnya.

6. Mengancam atau menakut-nakuti anak

6. Mengancam atau menakut-nakuti anak
Pixabay/geralt

Selain itu juga ada kalimat informasi yang palsu berupa ancaman yang juga harus dihindari.

"Ayo tidur kalo nggak tidur nanti ada hantu, niat kita ingin anak cepat tidur. Tapi itu malah menciptakan hal yang tidak bagus. Padahal anak kita dari sisi psikologi jiwa dan akal dari usia 2-6 tahun, dia mampu mengusai 7 bahasa," ungkap Syekh Ali.

Gunakan waktu emas ini sebaik-baiknya, Ma. Ajarkan banyak kebaikan dan berikan informasi yang tepat agar tumbuh kembang anak berjalan dengan maksimal.

7. Melarang anak tanpa sebab

7. Melarang anak tanpa sebab
Freepik/peoplecreations

Orangtua seringkali melarang anak berperilaku sesuatu tanpa sebab, artinya tidak menjelaskan kenapa hal tersebut dilarang.

"Anak minta sesuatu dijawab tidak ada. Anak mau ke sana, dijawab tidak boleh. Anak selalu dilarang untuk diam di sini tanpa dijelaskan sebabnya."

Penting bagi orangtua untuk bisa memberikan penjelasan yang benar.

"Kalau orangtua mau larang harus ada penjelasannya. Tak boleh nonton TV kalau sudah malam, karena nanti mengganggu kesehatan matamu. Kalau makan habiskan, karena di dalam makanan ada berkahnya," ungkap Syekh Ali.

Hindari melarang tapi sikap orangtua bertentangan dengan apa yang diucapkan. 

"Sudah malam tidur, ibunya bilang begitu ke anaknya tapi ibunya masih asyik megang remot TV. Anak kita bisa diam, mungkin ada yang suka melawan, tapi ada anak yang menurut. Disuruh masuk, dia langsung masuk kamar, tapi kita tidak tahu apa perasaan anak di saat itu pada orangtuanya," ungkap Syekh Ali.

Penting bagi orangtua untuk bisa menjaga perasaan anak. 

"Banyak hal yang harus kita perbaiki sebagai orangtua kalau memang kita mengharapkan anak soleh dan solehah. Perlu ada contoh dan ucapan yang baik," kata Syekh Ali Jaber mengingatkan kepada para orangtua.

8. Menghancurkan kepercayaan diri anak

8. Menghancurkan kepercayaan diri anak
My Best Smile Ever
Kehilangan kepercayaan diri

"Kamu bodoh, selama-lamanya nggak akan jadi pinter." Jika anak sudah berusaha habis-habisan, hancur perasaannya jika orangtua mengatakan hal seperti itu pada anaknya. Rusak sudah kepercaya dirian anak.

"Memang kamu diciptakan oleh Allah bodoh, saya menyesal punya anak seperti kamu, saya benci melahirkan kamu. Saya punya telinga, saya pernah mendengar orang berkata begitu," cerita Syekh Ali Jaber.

Betapa miris ketika orangtua mengucap itu dihadapan anaknya.

"Ini sudah betul-betul menghancurkan total anak kita," ungkap Syekh Ali Jaber.

9. Mendoakan anak hal-hal yang buruk

9. Mendoakan anak hal-hal buruk
Freepik

Merasa terlalu kesal dengan anak lalu kita mendoakan yang buruk-buruk terjadi pada anak. 

"Kita kesal pada anak lalu mendoakan hal yang buruk, lalu anak keluar dari rumah tanpa minta izin. Kemudian orangtua berkata mudah-mudahan kamu (kepada anaknya) celaka."

Rasulullah Muhammad SAW melarang orangtua mendoakan anaknya sesuatu yang buruk, kalau nanti dikabulkan doanya maka orangtua akan menyesal, berulang kali Syekh Ali Jaber mengingatkan agar orangtua menjaga lisannya pada anak.

10. Membongkar aib anak di hadapan orang lain

10. Membongkar aib anak hadapan orang lain
Pexels/Binti Malu

"Ini anak aku nggak ada malunya, kalau tidur suka ngompol di kasur. Capek aku setiap hari bersihkan itu. Hal itu diceritakan depan teman-teman anaknya, maka itu jadi kesempatan untuk meledek anaknya," cerita Syekh Ali.

Di setiap bertemu dengan teman-temannya, anak hanya jadi bahan ledekan. Perilaku orangtua yang seperti ini justru membuka peluang bagi anak menjadi korban bully.

Sebelum menutup ceramahnya, Syekh Ali Jaber mengingatkan pada orangtua untuk sering-sering beristighfar, "Astagfirullahaladzim."

Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung."

Yuk Ma, lebih baik membesarkan anak dengan penuh kelembutan dan kasih sayang karena nanti anak akan ingat untuk mendoakan orangtuanya, akan ingat kewajibannya jika sudah dekat dengan orangtua dan memahami kebaikan yang diajarkan orangtuanya.

Itulah 10 hal yang dilarang bagi orangtua untuk dilakukan pada anaknya dalam ajaran Islam. Hindari perilaku negatif tersebut agar anak merasa nyaman berada di dekat orangtuanya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.