7 Cara Mengatasi Anak yang Suka Berkata Kasar

Anak cenderung meniru kata-kata walau belum mengetahui artinya, termasuk kata-kata kasar

30 Desember 2019

7 Cara Mengatasi Anak Suka Berkata Kasar
Freepik/Asierromero

Tentu akan mengejutkan bagi Mama ketika mendengar anak mengumpat atau berkata kasar. Mama mungkin akan bertanya-tanya darimana anak belajar kata-kata kasar.

Yang perlu dipahami oleh orangtua adalah anak cenderung belajar kata-kata dari lingkungannya dan mengulanginya tanpa sadar.

Reaksi orangtua terhadap perkataan kasar anak dapat memengaruhi perilakunya di masa depan. Mama dapat menghentikan kebiasaan anak berkata kasar dengan menggunakan kata-kata pilihan. Sehingga anak pun dapat dapat belajar dari Mama bagaimana bertutur kata yang baik.

Berikut ini Popmama.com ungkapkan bagaimana Mama bisa mencegah perilaku buruk itu. 

Editors' Picks

Mengapa Anak Berkata Kasar?

Mengapa Anak Berkata Kasar
Pixabay /Mandyme27

Anak yang lebih muda menggunakan kata kasar kemungkinan besar karena hanya mengulang kata yang mereka dengar dari lingkungannya.  Anak masih dalam tahap mengembangkan keterampilan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Pada tahap ini, mereka cenderung meniru kata-kata yang mereka dengar. Kecil kemungkinannya anak menggunakan bahasa yang buruk untuk menyinggung atau melukai siapa pun.

Anak yang lebih besar mungkin berkata kasar karena berbagai alasan. Misalnya agar terlihat keren. Terkadang anak menggunakan bahasa yang penuh warna untuk mendapatkan perhatian.

Reaksi orangtua saat mendengarkan anaknya berkata kasar mungkin marah atau tertawa. Apa pun reaksinya, anak merasa mendapatkan perhatian dari perilakunya itu. Dari sini ia mungkin mengingatnya dan mengulanginya lagi.

Seiring dengan bertambahnya umur, anak mengetahui arti kata-kata kasar. Beberapa anak mungkin masih menggunakannya untuk mengekspresikan emosi seperti kemarahan atau frustrasi. Seringkali umpatan ini digunakan untuk menyampaikan perasaan anak yang tidak terlalu baik dalam menyampaikan perasaan dalam kata-kata.

Dari Mana Sumbernya?

Dari Mana Sumbernya
Pixabay/mojzagrebinfo

Tempat yang paling mungkin adalah rumah. Orangtua yang umumnya memperhatikan bahasa mereka di depan umum mungkin terkadang tidak sengaja kelepasan mengucapkan beberapa kata kasar. Jika anak kebetulan mendengar Mama atau Papa mengatakannya, ia juga cenderung menggunakannya.

Selain itu, TV, film, Youtube juga menjadi sumber kata-kata kasar anak. Di sinilah peran penting orangtua untuk mendampingi dan memberikan penjelasan kepada anak saat menonton TV atau video.

Anak juga mungkin melihat contoh dari anak yang lebih tua daripadanya. Alasannya mungkin dengan mengucapkan kata-kata kasar maka ia akan terlihat lebih keren.

Bagaimana Menghentikan Ucapan Kasarnya?

Bagaimana Menghentikan Ucapan Kasarnya
Freepik/bearfotos

Faktanya adalah hampir setiap anak pernah mendengar kata-kata kasar dan menggunakannya. Tetapi Mama dapat memberi penjelasan dengan tenang dan tegas mengapa kata-kata itu tidak baik untuk diucapkan. Berikut beberapa tips  yang dapat dilakukan oleh Mama untuk menghentikan kebiasaan ini:

  • Tetap tenang

Sangat penting untuk tetap tenang. Reaksi berlebihan dan tertawa dapat memperparah kebiasaan ini terutama jika penyebab bersumpah adalah untuk menarik perhatian. Jelaskan kepada anak bahwa berkata kasar itu tidak pantas dan tidak dapat diterima.

  • Hindari konfrontasi

Hindari bertengkar dengan anak karena berkata kasar terutama ketika emosi sedang tinggi. Hal ini hanya akan memperburuk situasinya. Cobalah untuk mengidentifikasi alasan yang mendasari anak mengucapkan kata-kata kasar dan diskusikan masalah ini bila emosi sudah reda.

  • Tetapkan aturan dan konsekuensi sesuai usia

Bila masalah ini menjadi serius, Mama dapat membuat aturan di rumah soal pengucapan kata-kata kasar. Bila Mama harus memberikan peringatan atau hukuman, cari tahu dari mana anak belajar kata-kata itu dan apakah mereka mengerti artinya. Anak yang lebih kecil biasanya belum mengerti dan masih dalam tahap memperkaya kosakata.

  • Menjadi role model

Anak akan mencontoh dari orangtuanya. Usahakan tidak mengucapkan kata-kata kasar terutama di depan anak. Bila tidak sengaja terucap, segera koreksi dan minta maaf ya, Ma.

  • Perkaya kosakata anak

Terkadang anak mengucapkan kata-kata kasar karena kurangnya komunikasi dan keterampilan sosial yang efektif. Di sinilah peran orangtua untuk mengajarkan kepada anak bagaimana meluapkan emosi, memilih kata-kata bila mereka sedang kesal atau sedih.

  • Mengatur paparan media

Dampingi anak saat menonton TV atau video. Mama juga bisa memberi batasan mengenai mana yang boleh ditonton dan mana yang tidak.

  • Beri pujian

Beri penghargaan atau pujian bila anak berhasil mengungkapkan emosi atau kemarahannya tanpa kata-kata kasar.

Yang terpenting adalah memberi penjelasan kepada anak mengapa berkata kasar tidak baik. Selain itu, orangtua juga harus memberi contoh yang baik kepada anak. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.