Penting! 5 Keterampilan Vital yang Seringkali Tidak Diajarkan ke Anak

Tidak cuma kemampuan akademis, 5 hal ini juga penting untuk diajarkan kepada anak, Ma

28 Maret 2020

Penting 5 Keterampilan Vital Seringkali Tidak Diajarkan ke Anak
Pixabay/white77

Orangtua biasanya membuat perencanaan akan pendidikan anak bahkan ketika mereka masih bayi. Mulai dari di mana anak akan belajar, apa yang harus dipelajari anak agar berguna bagi masa depannya, dan apa yang akan orangtua lakukan agar anak mendapatkan pendidikan itu.

Orangtua berharap kalau pendidikan yang baik dapat membantu anak meraih masa depan yang baik. Dalam masyarakat kita, membaca, menulis, matematika dan ilmu pasti dianggap penting jika seseorang menginginkan karier yang baik.

Namun menjadi manusia yang bahagia juga penting, tidak hanya mengutamakan berapa besar pendapatan atau berapa banyak penghargaan yang diperoleh.

Di sela-sela kesibukan, orangtua memberikan ‘amunisi’ yang dibutuhkan untuk meraih masa depan yang cemerlang. Tetapi terkadang lupa memberikan persiapan yang dibutuhkan anak untuk hidup sehat dan bahagia.  

Ada 5 hal yang bisa diajarkan kepada anak sebelum mereka beranjak dewasa dan terjun ke masyarakat. Masing-masing dapat diperkenalkan kepada anak secara bertahap sesuai dengan usia mereka.

Popmama.com merangkum 5 keahlian yang bisa diajarkan kepada anak. Yuk, simak ulasan berikut.

1. Menanam makanan sendiri

1. Menanam makanan sendiri
bigblogofgardening.com

Kehidupan modern memberi kita banyak kenyamanan, tetapi juga membuat kita terputus dari proses bagaimana makanan disiapkan sampai ke meja makan.

Ketika berjalan di supermarket, kita melihat semua yang dibutuhkan tersedia dengan mudah. Hanya tinggal mengulurkan tangan dan menjangkaunya dari rak. Produsen makanan olahan berlomba-lomba untuk menarik perhatian keluarga, terlebih anak, dengan membuat produk dengan kemasan dan iklan menarik. Bahkan ada produsen yang menggunakan bahan-bahan yang membuat anak kecanduan akan makanan olahan dan junk food.

Jika anak selalu mengonsumsi makanan siap saji atau makanan olahan, bagaimana anak dapat membedakan antara makanan utuh dan makanan olahan? Selain itu, bagaimana anak belajar mengenai pentingnya gizi, kebersihan, atau apa yang dibutuhkan untuk bertanam dan panen?    

Mama dapat memberi penjelasan, tetapi jika anak mencobanya langsung, ini akan menjadi pengalaman yang akan selalu diingat oleh anak. Berkebun adalah cara yang bagus untuk mengajar anak dari mana makanan asli berasal.

Tidak punya halaman yang luas? Tidak masalah! Pot kecil di teras adalah tempat yang bagus untuk memulai. Mama juga dapat membuat kotak untuk tanaman yang sederhana. Di beberapa wilayah, ada juga komunitas yang menawarkan ruang taman bersama. Karena anak baru belajar, mulailah dengan hal kecil terlebih dahulu. Ini merupakan awal sederhana yang dapat membuat mereka jatuh cinta dengan berkebun.

Awali dengan menanam benih di dalam ruangan kemudian memindahkan ke luar ruangan di waktu yang tepat, minta anak untuk rutin menyirami dan memberi pupuk.

Dengan ini, anak memiliki pengalaman langsung tentang bagaimana makanan didapat dari kebun sampai ke meja makan. Anak akan merasa bahwa tomat akan terasa lebih enak ketika ia merawatnya dari benih hingga panen.  Ada kebanggaan dalam setiap suapan.

Menanam sayur sendiri juga dapat mendorong diskusi tentang pertanian ramah lingkungan serta konsumsi makanan sehat.

2. Memasak makanan sendiri

2. Memasak makanan sendiri
Freepik/pressfoto

Memasak adalah keterampilan yang dapat dipelajari dengan baik sebelum anak mandiri. Ketika Mama melibatkan anak dalam proses memasak, mereka tidak hanya belajar keterampilan yang berharga, anak juga dapat menemukan kenikmatan dalam memasak.

Jika anak adalah seorang pemilih, memasak makanan yang dapat menginspirasi mereka makan merupakan suatu kebanggan tersendiri.

Anak yang lebih muda belum dapat menyiapkan seluruh makanan sendiri, tetapi mereka dapat membantu Mama menyiapkan makanan. Misalnya menyusun bahan-bahan yang diperlukan atau mencuci sayuran.  

Anak yang lebih besar dapat berlatih memotong sayuran, bereksperimen dengan bumbu dapur, dan bahkan memasak dengan mengikuti resep di bawah pengawasan Mama.

Yang paling penting, sama seperti berkebun, memasak mengajarkan cara makan yang sehat. Ketika seorang anak bekerja dengan makanan utuh dan bahan-bahan alami, akan jauh lebih mudah untuk menjelaskan mengapa makanan olahan adalah pilihan yang kurang sehat.

Cari tahu juga tentang bahaya terlalu sering mengonsumsi makanan olahan di sini: Bahaya Makanan Olahan bagi Anak dan 3 Tips untuk Mengatasinya

Editors' Picks

3. Mengelola uang

3. Mengelola uang
Freepik

Hutang rumah tangga adalah masalah yang perlu diperhatikan. Dengan kemudahan pinjaman bank atau pemakaian kartu kredit, seringkali membuat orang tidak berpikir panjang untuk berbelanja dengan berutang. Mengajarkan anak sejak dini bagaimana mengelola keuangan dapat sangat membantu mereka kelak.

Apakah itu menjelaskan soal keuangan rumah tangga atau tentang perbedaan membeli satuan atau grosir, anak akan berpikir dua kali sebelum membelanjakan uangnya.

Banyak keluarga memilih untuk memberikan uang saku karena ini memberi anak kesempatan untuk memiliki uang mereka sendiri. Hal ini kemudian memungkinkan anak memiliki kendali atas keuangan mereka sendiri serta menabung untuk sesuatu yang diinginkan.

Contoh ini dapat diterapkan pada anak di rumah. Anak tidak diberi upah untuk melakukan pekerjaan rumah seperti  mencuci piring atau merapikan tempat tidur. Namun mereka dibayar untuk menggunakan otaknya sebaik mungkin. Jadi, orangtua dapat memberi ‘bonus” berdasarkan keberhasilannya di sekolah. Bagi sebagian besar anak, sekolah merupakan ‘pekerjaan’ dan memberi ‘bonus’ atau ‘upah’ atas keberhasilan memberi anak cara untuk memperoleh ‘penghasilan’.

Selain itu, jangan pernah takut untuk mengatakan, "Maaf, tapi kami tidak mampu membelinya sekarang." Jika anak mempelajari kenyataan ini di usia muda, mereka mungkin menghindari menggunakan kartu kredit ketika mereka dewasa nanti. Membeli sesuatu yang mereka inginkan ketika dananya tersedia.

Singkatnya, manajemen uang yang baik memberdayakan dan dapat mengarah ke masa depan yang lebih aman.

Ingin memilih jenis tabungan yang cocok untuk anak? Bisa baca di sini, Ma : 6 Pertimbangan Penting sebelum Memilih Tabungan Anak

4. Mengatur ruangan

4. Mengatur ruangan
Instagram.com/organizedliving

"Tempat untuk segala sesuatu dan segala sesuatu pada tempatnya."

Ketidakteraturan dapat menghabiskan waktu dan membuat frustasi. Meski sebagian orang rapi dan teratur, ini adalah keterampilan yang perlu dipelajari oleh sebagian besar dari kita. Semakin dini pelajaran ini dimulai, semakin besar kemungkinan untuk menjadi kebiasaan seumur hidup.

Tentu saja, ruangan berantakan adalah kenyataan di sebagian besar rumah tangga. Tetapi dengan cara dan pola pikir yang tepat, anak dapat membersihkan kamar dengan cemat tanpa stres.

Dari memilah-milah mainan yang rusak atau tidak digunakan hingga menyingkirkan pakaian yang tidak terpakai ke dalam tumpukan sumbangan, anak dapat belajar bagaimana menjaga ruang mereka lebih bisa digunakan, layak ditempati, dan nyaman.

Lupakan keinginan untuk mengajarkan anak dengan 'benar' atau 'cepat.' Ketika mengajarkan hal ini kepada anak, Mama harus melakukan berulang-ulang sampai menjadi suatu kebiasaan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada anak manfaat dari pengorganisasian barang-barang di ruangan dan ketika mereka merasakan manfaatnya, anak akan merasa pelajaran ini sangat berharga.

5. Manajemen waktu

5. Manajemen waktu
Pixabay/Planificador, De, La

Ini adalah keterampilan yang banyak kita gunakan ketika dewasa, salah satu alasannya karena kehidupan keluarga penuh dengan kesibukan.   

Selain janji dan tugas, belajar, bekerja, memasak, memperbaiki peralatan dapur, berolahraga, merayakan ulang tahun, dan bermain, semuanya harus diperhitungkan. Semua ini dapat membuat kepala Mama pusing tujuh keliling!

Membuat jadwal dapat membuat kehidupan berjalan dengan lancar dan memungkinkan keluarga membuat memori yang berharga.

Mama bisa melakukan contoh berikut. Siapkan kalender keluarga di dapur atau di ruang keluarga. Setiap bulan, salah satu anak menjadi penjaga kalender dan menempatkan setiap acara dan pekerjaan rutin di tanggal yang sesuai. Semua anggota keluarga akan terbiasa mengecek kegiatan di kalender setiap hari.

Pada minggu atau bulan yang sangat sibuk, salah satu anggota keluarga dapat menulis "akhir pekan santai" di hari Sabtu dan Minggu, atau "movie night!" pada hari Jumat. Jadi semua keluarga mengetahui kegiatan apa yang akan berlangsung dan bersiap. Ini akan membuat anak belajar mengenai tentang saatnya berhenti dan beristirahat serta menyediakan waktu tersebut dalam kehidupan mereka.

Melibatkan anak dalam segala hal mulai dari membuat rencana bagaimana menghemat waktu hingga memprioritaskan bagaimana mereka menghabiskan waktu luang mereka sendiri membuat mereka belajar tentang manajemen waktu.

Yuk, pastikan anak memiliki keterampilan ini ketika mereka dewasa kelak!

Untuk menambah informasi Mama, baca juga: Wajib Tahu: 6 Keterampilan yang Paling Dibutuhkan Anak di Masa Depan

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.