Mulai Sekarang! Bikin Jurnal Bisa Bantu Anak Berkomunikasi dengan Baik

Berbeda dengan diary, journaling atau menulis jurnal bisa membantu anak berkembang pesat

21 Maret 2021

Mulai Sekarang Bikin Jurnal Bisa Bantu Anak Berkomunikasi Baik
Pixabay.com/raphaeljeanneret

Bagi para Mama dulu senang menulis, bisa jadi memiliki diari atau catatan harian. Media ini biasanya digunakan untuk menampung perasaan apapun yang Mama miliki. 

Journaling atau menulis jurnal berbeda dengan diari. Ini merupakan kegiatan menuliskan aktivitas sehari-hari serta pemikiran atau perasaan terhadap aktivitas tersebut. Mama bisa menerapkan journaling kepada si Anak, agar keterampilan menulisnya terasah. 

Tak seperti diari, journaling memiliki tujuan yang lebih spesifik dan terencana. Mari telaah lebih jauh seluk-beluk journaling yang dirangkum oleh Popmama.com dari laman Verywellfamily.

Apa Kegunaan Menulis Jurnal?

Apa Kegunaan Menulis Jurnal
Pixabay/stocksnap

Menulis jurnal merupakan kegiatan yang amat baik. Terutama bagi anak-anak yang enggan menulis. Terlebih lagi untuk anak yang pendiam atau jarang mengungkapkan sesuatu melalui pembicaraan. 

Menurut Amanda Morin, yang telah berkecimpung dalam bidang pendidikan anak selama lebih dari sepuluh tahun, journaling mencakup banyak area pembelajaran.  Termasuk di antaranya adalah matematika, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan sosial.

Seperti Apa Contoh Journaling?

Seperti Apa Contoh Journaling
Pixabay/Picjumbo

Amanda menuliskan, jika anak Mama memiliki kesulitan dalam memecahkan soal dalam bidang matematika, bantulah ia membuat jurnal matematika. Hal ini sesimpel menuliskan rumus-rumus serta fakta-fakta matematika dalam sebuah buku tulis, ungkap Amanda. 

Si Anak juga bisa menuliskan rangkaian jawaban matematika dalam buku itu. Lama-kelamaan, si Anak akan menjadi terbiasa melihat apa yang ia tulis selama ini, dan hal ini akan membantunya dalam mengingat rumus-rumus atau cara penyelesaian soal matematika yang sebelumnya menurutnya sulit.

Jurnal dalam bidang IPA bisa jadi berisi tentang percobaan atau eksperimen yang ia lakukan di sekolah. Atau pengamatan yang ia hasilkan dari percobaan tersebut. Bisa juga ia menggunting koran atau majalah, atau brosur berisi hal-hal terkait bidang sains yang membuatnya tertarik.

Editors' Picks

Menulis Jurnal Bisa Digunakan untuk Melepaskan Emosi

Menulis Jurnal Bisa Digunakan Melepaskan Emosi
freepik.com/evening_tao

Nyaris sama seperti isi diari, journaling juga bisa dilakukan anak untuk menuangkan emosinya. Menurut Amanda hal ini sangat berguna bagi anak-anak yang memiliki kesulitan untuk berekspresi secara verbal, atau memiliki kesulitan dalam menentukan sesuatu. Akan tetapi dalam jurnaling, Mama bisa membantu si Anak menentukan tema spesifik.

Menulis jurnal terkait apa yang ia pikirkan adalah cara yang baik untuk membantunya menata emosi. Ia bisa menuliskan perasaan yang ia alami saat berinteraksi dengan orang lain di sekolah sepanjang hari. Nantinya ia bisa kembali membaca jurnalnya lagi dan mempelajari lebih dalam. Ia juga bisa menuliskan karakter teman-temannya. 

Namun pastikan Mama bisa berjanji padanya untuk tidak akan pernah  membaca jurnal tersebut tanpa izin darinya ya Ma. Dengan demikian ia bisa jujur terhadap diri sendiri. Biarkan ia menulis apapun yang ia inginkan terkait tema yang telah ditentukan. Menurut Amanda, jika Mama merasa tak bisa memenuhi janji Mama sendiri, jangan dorong anak untuk membuat jurnal seperti ini.

Manfaat Journaling Terkait Emosi

Manfaat Journaling Terkait Emosi
Pixabay/Mandyme27

Si Anak tentunya bisa berbincang kepada Mama tentang emosi yang ia rasakan berdasarkan jurnal yang telah ia tuliskan. Amanda menekankan, melalui journaling ini, si Anak akan mendapatkan kesempatan untuk:

  • Mengeksplorasi dan mengenali emosi,
  • melepaskan amarah,
  • merasakan takut,
  • menelaah pro dan kontra dalam sesuatu hal agar ia bisa menentukan hal yang lebih baik,
  • melihat kembali secara teliti terkait apa yang telah ia rasakan saat suatu hal terjadi,
  • menyelami alasan dirinya sendiri serta orang lain dalam berbuat suatu hal,
  • melihat sisi positif dan negatif dari segala hal,
  • mempersiapkan percakapan yang menurutnya sulit, sejak dini.

Penulisan Jurnal dengan Panduan

Penulisan Jurnal Panduan
Pixabay/Monfocus

Amanda memaparkan, guided journaling atau penulisan jurnal dengan panduan bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi si Anak. Terdapat beberapa pilihan: anak bisa menentukan sendiri tema yang harus ia tulis, atau bisa juga mengumpulkan ide dalam selembar kertas di dalam toples dan merogohnya untuk menentukan tema apa yang harus ia kerjakan dalam journaling. 

Walaupun jurnal seperti ini lebih personal dibandingkan jurnal matematika atau IPA, namun bisa digunakan sebagai alat untuk berlatih storytelling. Bahkan bisa membantu anak untuk belajar tata bahasa dengan benar.

Kegunaan Penulisan Jurnal Berdasarkan Panduan

Kegunaan Penulisan Jurnal Berdasarkan Panduan
Pexels/Milly Eaton

Menurut Amanda, dengan jurnal berdasarkan panduan, anak bisa mendapatkan gambaran, bagaimana melengkapi sebuah cerita. Kata apa yang bisa dipilih anak untuk menggambarkan hal yang tepat. Selain itu, tipe journaling seperti ini berguna untuk:

Meningkatkan keterampilan menulis si Anak. Ia akan belajar bagaimana menjawab pertanyaan dan seberapa banyak informasi yang dibutuhkan untuk menggambarkan tema yang ia dapatkan.

Dengan journaling seperti ini anak bisa belajar cara penulisan kata yang tepat, apalagi dalam bentuk bahasa baku. Ia belajar untuk membuat kalimat lengkap dan akhirnya membuat paragraf dan satu cerita penuh.

Keterampilan membaca si Anak akan semakin meningkat dengan kegiatan ini. Awalnya, bisa jadi pemilihan kata-katanya terbatas. Lama kelamaan, jika Mama juga mendorongnya untuk membaca buku guna meningkatkan keterampilan menulisnya, maka ia juga akan belajar banyak kata-kata baru. Kata-kata ini dapat ia gunakan dalam jurnalnya.

Jenis Penulisan Jurnal yang Bisa Mama Coba Bersama si Anak

Jenis Penulisan Jurnal Bisa Mama Coba Bersama si Anak
Freepik/freevector

Ada beragam jurnal yang bisa Mama kerjakan bersama anak, bahkan bersama keluarga. Berikut contohnya:

1. Jurnal tentang alam

Jurnal ini berisi pengamatan anak terhadap alam sekitar. Ada banyak hal yang bisa dilakukan terkait jurnal seperti ini. Misalnya menggambar serangga, tanaman, atau satwa apapun yang Mama lihat bersama anak. Minta anak untuk mendeskripsikan seperti apa suara yang ia dengar. Dorong anak untuk mencari tahu lebih jauh melalui buku atau internet.

2. Jurnal acak harian

Jurnal ini ditulis setiap hari. Untuk menghindari si Anak berpikir terlalu lama untuk menentukan tema, Mama bisa membantunya memberi ide dan mengumpulkannya dalam kertas tertulis di dalam toples. Ia bisa mengambil tema beru setiap hari.

3. Jurnal terkait perasaan

Menurut Amanda, jurnal seperti ini adalah cara yang bagus untuk membangun kosa kata emosi bagi anak. Agar menarik Mama bisa menugaskan anak untuk merasakan, emosi apa yang ia alami saat ini. Biarkan ia membuatnya dalam bentuk gambar, dan melabelinya. Mama bisa juga menentukan emosi apa yang harus ia gambarkan, agar anak bisa mengenali emosi yang baru.

4. Jurnal perjalanan

Ini adalah proyek journaling yang paling seru, Ma. Mama bisa mengerjakannya bersama seluruh keluarga. Tuliskan cerita perjalanan dari waktu ke waktu. Tempelkan foto, atau tiket masuk ke tempat wisata. Gambarkan apa yang ada di sana atau deskripsikan seperti apa tempat serta keseruan yang ada di sana. Tulis juga cendera mata yang anak beli di tempat-tempat tertentu.

Selamat mencoba dan bersenang-senang bersama anak ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.