Inilah 3 Proses Daur Hidup Capung yang Perlu Diketahui Anak

Tidak seperti serangga lain, capung ternyata tidak merugikan manusia loh, Ma

13 Agustus 2021

Inilah 3 Proses Daur Hidup Capung Perlu Diketahui Anak
Youtube/Jagad Id

Ada banyak sekali hewan yang mengalami daur hidup metamorfosis, antara lain amfibi, echinodermata, krustasea, dan serangga. Ada pula jenis-jenis metamorfosis yang dialami, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Capung merupakan salah satu serangga yang mengalami metaformosis tidak sempurna.

Kenapa disebut sebagai serangga yang bermetamorfosis tidak sempurna ya, Ma?

Karena, capung tidak mengalami fase kepompong (pupa). Fase kepompong sendiri ialah fase di mana hewan akan memiliki bentuk yang sangat berbeda dari bentuk dewasa.

Hanya ada tiga tahapan dalam daur hidup capung yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, yakni mulai dari telur, nimfa, dan capung dewasa.

Capung tergolong ke dalam serangga Odonata yang telah hidup sejak zaman purba, 300 tahun yang lalu, dan beberapa kali mengalami evolusi.

Capung memiliki bagian tubuh yang terbagi atas kepala dengan mata majemuk besar, bagian dada dengan empat sayap yang panjang dan tidak dapat ditekuk, serta tiga pasang kaki dan perut dengan 10 segmen.

Meski tubuhnya cantik dan terlihat lucu, sayangnya capung merupakan hewan predator ganas.

Serangga Odonata itu termasuk hewan karnivora yang memiliki rahang tajam, penglihatan yang luas hingga 360 derajat, dan mampu terbang dengan sangat cepat. Capung dapat terbang ke segala arah dan paling senang menyamping. Kemampuan terbang menyampingnya itu didukung oleh otot-otot sayap capung yang kuat dan dapat merubah arah terbang dalam hitungan detik.

Bahkan, capung bisa mencegat mangsanya di udara dengan gesit, sehingga capung melabeli hewan penerbang yang hebat.

Akan tetapi, masa hidup capung hanya sekitar empat bulan saja, Ma. Itu pun tidak semua capung dapat bertahan hidup selama itu. Hal tersebut dikarenakan capung sering dijadikan mangsa oleh laba-laba, kadal, burung, dan katak. Selain itu, kondisi iklim juga bisa menghambat perubahan nimfa menjadi capung dewasa.

Hewan karnivora ini bisa ditemui di mana pun, khususnya di daerah tropis.

Lantas, bagaimana daur hidup capung ini ya?

Kali ini, Popmama.com telah merangkum 3 proses daur hidup capung yang bisa Mama ceritakan kepada si Kecil. Yuk, kita cari tahu, Ma!

Editors' Picks

1. Fase telur

1. Fase telur
Youtube/Halo Edukasi

Daur hidup capung pertama kali diawali dengan telur. Umumnya, capung betina akan meletakkan telur-telur mereka di atas permukaan daun yang dekat dengan air.

Capung menyukai tempat yang bersih dan bebas dari polusi, sehingga capung betina mampu bertelur hingga 100.000 butir.

Telur capung berbentuk panjang dan bulat dan pada bagian ujung terdapat lubang yang berfungsi untuk memasukkan sperma dari capung jantan.

Pada fase ini, telur akan menetas setelah 1-3 minggu tergantung iklim lingkungan. Semakin dingin, maka akan semakin lama telur menetas. Sebaliknya, jika cuacanya panas, telur capung akan lebih cepat menetas.

3. Fase nimfa

3. Fase nimfa
Youtube/Halo Edukasi

Daur hidup capung selanjutnya setelah menetas ialah menjadi nimfa. Namun, sebelum menjadi nimfa, telur yang menetas akan menjadi larva.

Meski baru menetas, larva sudah dapat hidup di air dan bernapas menggunakan insang internal. Saat berada di air, larva dapat bertahan hidup dengan memangsa berudu, anak ikan, dan sesama sebagai sumber makanan.

Larva capung berwarna putih transparan dan akan berubah warna dalam beberapa jam kemudian akibat pergantian kulit (instar). Biasanya, pergantian kulit tersebut terjadi sebanyak 8-12 kali sampai ia menjadi dewasa.

Larva capung dapat hidup di air selama beberapa minggu, tetapi ada pula yang bertahun-tahun tergantung suhu air yang ditinggali.

Pada fase ini, larva capung kemudian akan tumbuh menjadi nimfa dengan bentuk yang menyerupai capung dewasa. Hanya saja, tubuh lebih kecil. Nimfa campung yang berhasil bertahan hidup, akan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga jika sudah cukup bisa hidup di darat, ia akan  berpindah lokasi.

Perlu diketahui, fase nimfa ini merupakan tahap terlama karena akan berlangsung selama 4 tahun dan sebagian besar umur capung dihabiskan pada fase ini.

3. Capung dewasa

3. Capung dewasa
Pexels/pixabay

Daur hidup capung yang terakhir adalah menjadi capung dewasa.

Nimfa capung akan membiarkan sayap dan tubuhnya mengeras agar dapat berfungsi dengan baik. Pada fase ini, capung akan berusaha mengeluarkan diri dari kulit nimfa. Kemudian, apabila sayap dan tubuh capung sudah mengeras, ia akan belajar terbang.

Awalnya, capung yang baru dewasa ini hanya bisa terbang beberapa meter saja, tetapi lama kelamaan ia bisa terbang dengan sangat cepat dan jauh.

Capung dewasa dapat hidup selama 4 bulan, sebelum akhirnya melakukan perkawinan dan mengulang daur hidup capung dari awal.

Itulah 3 proses daur hidup capung yang bisa menambah wawasan Mama dan si Kecil.

Perlu diketahui ya, Ma, bahwa keberadaan capung sangat penting karena dapat memberantas hama pertanian, seperti wereng dan kutu. Namun sayang, belakangan ini keberadaan capung semakin sedikit karena  capung tidak mampu bertahan hidup di lingkungan yang tercemar. Oleh karena itu, yuk kita jaga kelestarian alam ini dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan terhindar dari pencemaran.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.