Klaster Sekolah Tatap Muka Muncul, KPAI Minta Diadakan Evaluasi

KPAI minta evaluasi kembali setelah 61 orang positif Covid-19 dari klaster sekolah tatap muka

27 April 2021

Klaster Sekolah Tatap Muka Muncul, KPAI Minta Diadakan Evaluasi
Dok. KPAI

Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan, setelah ada pembelajaran tatap muka telah terjadi klaster sekolah. Covid-19 di sekolah mulai muncul sejak beberapa sekolah di Sumatera Barat mulai menggelar pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. 

KPAI melakukan pemantauan kasus Covid-19 di Sumatera Barat dibantu oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Hasilnya, SMAN 2 Kota Padang yang sudah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021, ditemukan kasus Covid-19 pada bulan Februari. 

"SMAN 2 Kota Padang pada akhir Februari sampai minggu ke 3 April 2021, tercatat pasien Covid-19 ada 10 orang, terdiri dari 2 siswa kelas XII dan 8 guru dan keluarganya, namun hingga hari ini sekolah tetap dibuka," kata Retno melalui keterangan tertulis yang diterima Popmama.com pada Senin (26/4/2021). 

Simak berita selengkapnya mengenai klaster sekolah tatap muka berikut ini.

Editors' Picks

1. Lokasi klaster sekolah merupakan asrama

1. Lokasi klaster sekolah merupakan asrama
Freepik/pch-vector
Ilustrasi

Retno mengatakan, selain SMAN 2 Kota Padang, klaster Covid-19 juga ditemukan di SMAN 1 Sumatera Barat, Padang Panjang pada Maret 2021. 

SMAN 1 Sumatera Barat ini merupakan sekolah asrama. 

"Jumlah siswa positif Covid-19 di klaster SMA 1 Sumatera Barat, Padang Panjang cukup banyak, yang semula 18 orang menjadi 61 orang. Para siswa kemudian menjalani isolasi mandiri di asrama sekolah," ungkap Retno. 

Retno juga mengatakan, kasus serupa juga terjadi di Pesantren Ar-Risalah Kota Padang dengan 122 peserta didik dan 3 pendidik yang terpapar Covid-19. 

Sementara, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Baso Agam yang juga sekolah asrama, tercatat pasien Covid-19 sebanyak 25 orang Praja. 

2. Kekhawatiran pada kegiatan pesantren Ramadan

2. Kekhawatiran kegiatan pesantren Ramadan
Popmama.com/Novy Agrina

"Selain itu, dalam bulan Ramadhan ini, ada kekhawatiran banyak pihak, ketika siswa ikut pesantren atau pesantren Ramadhan saat pulang berpotensi menjadi virus carrier, sehingga menjadi ancaman bagi orang tua dan saudara terdekat mereka yang punya riwayat cormobid di rumah” ungkap Retno. 

Ia pun mengatakan, positivity rate di Sumatera Barat mencapai angka 17,6 persen per 20 April 2021. 
Berdasarkan hal tersebut, ia meminta Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Sumatera Barat melarang kegiatan buka bersama dan kegiatan pesantren Ramadan, mengingat penularan Covid-19 masih terjadi. 

3. Perlu dilakukan evaluasi

3. Perlu dilakukan evaluasi
Dok. Retno Listyarti KPAI

Mewakili KPAI, Retno juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka setelah kasus Covid-19 mengalami peningkatan. 

Lebih lanjut, Retno juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadikan bulan April sampai Juni 2021 sebagai bulan persiapan pembelajaran tatap muka. 

Kemudian, bulan juli 2021 baru masuk ke tahap uji coba pembelajaran tatap muka terbatas, bukan pembelajaran tatap muka serentak. 

"Karena belajar dari pengalaman Negara-negara yang buka sekolah dan tidak tutup kembali, kuncinya adalah pada Kesiapan, baik kesiapan sekolah, orangtua maupun siswa dengan dukungan penuh daerah," ungkap Retno.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.