Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Viral Anak 9 Tahun di Filipina Hamil dan Melahirkan, Teguran Para Orangtua

viral anak 9 tahun di filipina hamil
Instagram.com/jakarta.keras

Belakangan ini, netizen dikejutkan oleh pemberitaan viral dari Filipina tentang maraknya kasus kehamilan anak di bawah umur.

Bahkan, beredar narasi yang mengejutkan bahwa seorang anak berusia 9 tahun di sana telah melahirkan, Ma. Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi sistem perlindungan anak dan pendidikan kesehatan reproduksi di negara tersebut.

Pemerintah Filipina disebut sedang kebingungan menghadapi tren kehamilan usia dini yang semakin mengkhawatirkan setiap tahunnya.

Lonjakan kasus ini bukan hanya statistik, tapi alarm darurat yang berpotensi meledakkan masalah kemiskinan baru dan mengorbankan masa depan generasi mudanya.

Kondisi ini menjadi pengingat yang sangat penting bagi kita semua, para orangtua di mana pun berada. Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.

1. Lonjakan kehamilan remaja di Filipina

viral anak 9 tahun di filipina hamil
Instagram.com/jakarta.keras

Data resmi dari Badan Statistik Filipina (PSA) sebagaimana dikutip dari laman Save The Children mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan, Ma.

Jumlah anak perempuan berusia 10-14 tahun yang melahirkan melonjak 58%, dari 2.113 kasus pada 2020 menjadi 3.433 kasus pada 2023. Angka ini disebut sebagai alarm darurat yang menunjukkan kegagalan sistem dalam melindungi anak-anak perempuan.

Mereka seharusnya menikmati masa kanak-kanak, bukan mengasuh bayi di usia yang masih sangat belia.

Itulah mengapa pendidikan seksual yang sesuai usia bukanlah hal yang tabu, melainkan bentuk perlindungan pertama agar anak memahami tubuhnya, batasan yang aman, dan dapat melindungi diri dari risiko eksploitasi.

2. Akar masalah maraknya kasus kehamilan anak di Filipina

kekerasan seksual pada remaja
Freepik/tirachard

Masih dari situs yang sama, disebutkan bahwa penyebab dari lonjakan kasus ini adalah beberapa faktor, mulai dari kekerasan seksual, pemaksaan, hingga kurangnya akses ke layanan kesehatan reproduksi remaja.

Di sisi lain, studi dari University of the Philippines Population Institute (UPPI) mengungkap, 78% remaja yang aktif secara seksual juga tidak menggunakan kontrasepsi atau pelindung apapun saat pertama kali berhubungan, sehingga menunjukkan gap pengetahuan yang sangat lebar.

Upaya pemerintah Filipina untuk mengatasi masalah ini ternyata masih sering kali terbentur tembok tingg,. meski UU Pencegahan Kehamilan Remaja telah disetujui DPR pada 2023 silam.

Disebutkan bahwa oposisi datang dari kelompok lobi konservatif, yang mana menyebabkan RUU itu mandek di Senat.

Mengutip laman KBR Indonesia, penolakan kuat dari Gereja Katolik terhadap edukasi seks dan kontrasepsi untuk anak muda dianggap memperparah situasi, di saat perilaku remaja justru semakin berisiko.

3. Bahaya kehamilan usia dini

kekerasan seksual pada remaja
Freepik/

Kehamilan dan persalinan di usia anak bukan hanya masalah sosial, tapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan anak itu sendiri.

Organ reproduksi yang belum matang sempurna meningkatkan risiko komplikasi serius seperti preeklamsia, anemia berat, persalinan prematur, dan fistula obstetrik.

Bayi yang dilahirkan juga berisiko tinggi mengalami berat badan lahir rendah dan masalah perkembangan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), komplikasi selama kehamilan dan persalinan adalah penyebab kematian utama bagi anak perempuan berusia 15-19 tahun secara global.

Sebagai pencegahan, pemerintah setempat perlu membekali pendidikan kesehatan reproduksi, layanan kesehatan yang mudah diakses untuk anak, dukungan komunitas, serta sistem perlindungan anak yang tegas menindak pelaku kekerasan.

Sementara itu, banyak ahli juga menyarankan pendekatan pendidikan sebaya (peer education), mengingat remaja cenderung lebih mendengarkan teman sebayanya dalam hal-hal sensitif seperti ini.

Pemberitaan yang viral dari Filipina terkait anak di bawah umur yang melahirkan tentu menjadi cermin dan peringatan bagi kita semua, Ma.

Melindungi anak-anak dari kehamilan dini dan segala risikonya adalah tanggung jawab kolektif, dimulai dari keluarga dengan komunikasi terbuka, didukung oleh edukasi yang komprehensif di sekolah, dan kebijakan yang berpihak pada perlindungan anak.

Mari jaga masa depan mereka agar tetap cerah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

Anak 16 Tahun Tewas Bunuh Diri, Ayah Gugat Platform Roblox

10 Feb 2026, 18:55 WIBBig Kid