Sering Mengikat Rambut Anak, Waspada Ponytail Headache

Keluhan sakit kepala bisa jadi dikarenakan kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang

22 November 2020

Sering Mengikat Rambut Anak, Waspada Ponytail Headache
Freepik

Ma, punya anak perempuan itu sangat menyenangkan untuk didandani ya. Para Mama biasanya bereksperimen dengan berbagai aneka tatanan rambut untuk menambah gaya sang Gadis Kecil. Mulai dari jepitan, kepang hingga kunciran.

Tetapi tahukah Mama, di balik ikatan rambut anak yang stylish, tersimpan risiko kesehatan. Salah satunya adalah sakit kepala.

Apakah anak mama mengeluhkan sakit kepala yang tak kunjung selesai meski sudah minum obat? Bisa jadi ia mengalami ponytail headache. Popmama.com akan menjelaskannya untuk Mama.
 

Apa Penyebab Ponytail Headache?

Apa Penyebab Ponytail Headache
Freepik

Dilansir dari healthline.com, sebetulnya tidak ada saraf di rambut Anda yang akan merasakan sakit. Tetapi ada saraf yang sangat sensitif di bawah folikel rambut dan di kulit kepala manusia.

Ketika rambut terikat dengan karet atau pun kepang yang erat, hal ini memicu sensasi sesak pada banyak saraf sekaligus. Akibatnya, terjadilah sakit kepala. 

Ponytail headache termasuk dalam jenis allodynia, merupakan jenis sakit kepala kompresi eksternal. Kondisi ini disebabkan oleh stimulus di luar kepala anak.

Editors' Picks

Cutaneous Allodynia, Persepsi Rasa Sakit Akibat Ponytail Headache

Cutaneous Allodynia, Persepsi Rasa Sakit Akibat Ponytail Headache
Freepik/Spukkato

Dilansir dari elle.com, Dr. Denise E.Chou, neurologis dan asisten profesor neurologi Columbia University Medical Center mengungkapkan bahwa ponytail headache merupakan salah satu fenomena yang disebut cutaneous allodynia.

Cutaneous allodynia merupakan persepsi rasa sakit karena stimulus yang tidak menyakitkan. "Menata rambut sendiri bukanlah sesuatu yang menyakitkan, dan memang seharusnya tidak menyakitkan. Tetapi jika adanya stimulus dan serangan seperti migrain, hal ini akan menjadi sangat menyakitkan," ujar Chou. 

Siapapun rentan terhadap nyeri yang diakibatkan karena ketegangan, kompresi dan penarikan yang mengakitfkan ujung sensor saraf tersebut.

Siapa yang Berisiko Mengalami Ponytail Headache?

Siapa Berisiko Mengalami Ponytail Headache
instagram.com/brianasbraids

Ponytail headache ini sangat umum terjadi pada manusia, terutama perempuan yang gemar mempercantik tatanan rambut. Tetapi risikonya lebih besar pada mereka yang sering mengalami migrain atau kondisi kronis seperti fibromyalgia.

Bagi mereka yang menggunakan hijab, dreadlock atau kepang yang intens juga berisiko tinggi merasakan ponytail headache ini.
 

Mengatasi Sakitnya Ponytail Headache

Mengatasi Sakit Ponytail Headache
Freepik

Jika anak Mama mengeluhkan sakit kepala terus-menerus sementara ia punya kebiasaan mengikat rambutnya, segera lepaskan ikatannya dan biarkan rambutnya tergerai bebas.

Pijat dengan lembut kulit kepala di area yang terasa sakit dan ambil napas perlahan secara teratur.

Dengan cara ini, tekanan eksternal penyebab ponytail headache akan berkurang dalam beberapa jam setelah ikatan rambut dilepaskan. 

Bila anak sering mengalaminya, Popmama.com merekomendasikan untuk mengganti gaya rambut anak agar ia tak perlu sering mengikat rambutnya dekat dengan kulit kepala. Mungkin Mama bisa mengepang rambut anak dengan ikatan karet rambut di ujungnya sebagai alternatif. 

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.