6 Cara Mengajarkan Anak Bersosialisasi dengan Baik pada Tetangga

Mumpung #DiRumahAja, yuk berinteraksi lebih intens lagi dengan tetangga kita

24 April 2020

6 Cara Mengajarkan Anak Bersosialisasi Baik Tetangga
Freepik/bearfotos

Tinggal di perkotaan, terlebih di zaman sekarang, membuat manusia semakin individualis. Kita seringkali sibuk dengan urusan masing-masing, sampai-sampai lupa bahwa ada hal penting yang juga harus dipupuk, yaitu relasi dengan orang-orang terdekat. Dengan tetangga, misalnya.

Banyak sahabat Popmama.com yang menceritakan bahwa meski tinggal berdempetan tembok, mereka tidak pernah bertemu dengan sang Tetangga.

Jangankan bertemu, mengenal saja tidak, bahkan sejak hari pertama pindah rumah. Padahal, di saat-saat darurat, tetangga lah yang akan menolong kita pertama kali.

Di masa pandemi Covid-19 ini, keluarga kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Mengapa tidak memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan cara hidup bertetangga yang baik pada anak-anak kita?

Berikut Popmama.com merangkum 6 hal mendasar yang bisa Mama ajarkan pada anak tentang hidup bertetangga, dilansir dari scholastic.com:

1. Menyapa

1. Menyapa
Freepik/freephoto

Mulailah dengan mengajarkan anak menyapa tetangga setiap kali bertemu. Mama bisa mengajak anak berkenalan terlebih dahulu saat tetangga berada di depan rumahnya. Akan lebih mudah bila tetangga memiliki anak yang seusia dengan anak Mama karena biasanya anak-anak lebih mudah akrab satu sama lain.

2. Berbagi makanan

2. Berbagi makanan
Pixabay/KathrinPie

Sesekali, antarkan makanan atau camilan untuk tetangga. Mintalah anak yang mengantarkannya sendiri. Cara ini akan memupuk rasa berani anak menghadapi orang asing, sekaligus memberi contoh pada anak pentingnya silaturahmi dan berbagi dengan orang lain. Apalagi jika tetangga Mama adalah lansia atau hidup sendirian.

Editors' Picks

3. Undang tetangga ke rumah

3. Undang tetangga ke rumah
Freepik

Saat masa pandemi ini selesai, Mama bisa mengundang tetangga terdekat ke rumah secara bergantian untuk minum teh sore hari. Acara kecil-kecilan ini tidak memerlukan banyak biaya, tetapi bisa mempererat tali silahturahmi antar tetangga. Mama juga bisa mengundang tetangga-tetangga dekat di momen perayaan-perayaan khusus, seperti hari raya keagamaan atau saat ada anggota keluarga yang berulangtahun.

4. Beraktivitas di luar rumah

4. Beraktivitas luar rumah
seventhgeneration.com

Dengan adanya teknologi yang mengasyikkan, anak-anak cenderung lebih suka mengurung diri di dalam rumah dan sibuk dengan gadgetnya. Dorong dan beri contoh anak agar lebih banyak beraktivitas di luar rumah. Saat karantina mandiri seperti sekarang ini, Mama bisa mengajak anak berjemur di halaman rumah, berkebun, bermain dengan hewan peliharaan atau berolahraga ringan. Biasanya, ketika kita menampakkan diri di luar rumah, besar kemungkinan tetangga kita akan terlibat mengobrol meski terbatas antar pagar. 

Dengan menunjukkan kehadiran kita di rumah dan sering berinteraksi dengan tetangga, meminimalisir potensi tindakan kriminal karena rumah dan lingkungan sekitar dinilai lebih ramai. Penjahat akan lebih memilih beroperasi di lingkungan perumahan yang cenderung sepi.

5. Ajak anak bermain di taman

5. Ajak anak bermain taman
Freepik/Senivpetro

Sebagian besar perumahan di Indonesia memiliki taman atau area publik yang bebas dikunjungi warganya. Setiap pagi atau sore, ajak anak bermain di taman. Di taman-taman perumahan seperti inilah para warga berkumpul dan bersosialisasi satu sama lain. Inilah kesempatan yang baik untuk memperkenalkan anak orang-orang di sekitar rumah yang akan sering dijumpainya, lebih dari sekadar tetangga kiri-kanan dan depan rumah saja. 

6. Memberi oleh-oleh

6. Memberi oleh-oleh
Rawpixel/378565

Jika keluarga Mama sering bepergian, jangan lupa membawakan oleh-oleh untuk tetangga terdekat. Tak perlu oleh-oleh yang mahal kok, Ma.

Sesederhana sekantong jeruk atau apel, atau mungkin sekotak camilan pun cukup. Ini memberikan contoh pada anak bahwa kepedulian dengan tetangga bisa ditunjukkan lewat hal-hal kecil, tapi berharga.

Bila tetangga Mama memang punya kepedulian yang sama, jangan heran bila mereka juga akan mulai berbalas bingkisan-bingkisan kecil. 

Itu dia 6 cara mengajarkan cara bersosialisasi dengan tetangga yang baik kepada anak. Semoga menginspirasi!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.