Cara Mengajarkan Pengendalian Diri ke Anak?

Kemampuan mengendalikan diri yang baik sangat bermanfaat jika dibentuk sejak dini

26 September 2021

Cara Mengajarkan Pengendalian Diri ke Anak
Pexels/keira burton

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, anak perlu dibekali kemampuan untuk mengendalikan diri.

Anak yang dapat mengendalikan diri berarti mampu berpikir, menimbang, mengambil keputusan sebelum melakukan suatu aksi. 

Pengendalian diri tidak datang secara alami, melainkan perlu dilatih sejak dini.

Berikut ini Popmama.com punya beberapa informasi penting seputar cara mengajarkan pengendalian diri pada anak sejak dini, dilansir dari Firstcry.

1. Apa itu pengendalian diri?

1. Apa itu pengendalian diri
Pexels/Yan Krukov

Pengendalian diri adalah bagian dari keterampilan hidup yang berperan pada seseorang untuk mengelola tindakan, emosi, dan pikiran mereka, sebelum melakukan suatu tindakan. Tindakan-tindakan seperti tidak menyerobot antrian, duduk tenang, mengambil barang sesuai jatahnya, dan lain-lain, membutuhkan pengendalian diri dalam tingkatan yang sangat sederhana. 

Meski tampak sederhana, kemampuan untuk mengendalikan diri adalah keterampilan yang kompleks pada anak-anak di periode waktu tertentu. Anak-anak mulai membangun pengendalian diri sejak kecil dan akan terus mengembangkannya hingga usia 20-an.

Editors' Picks

2. Tiga bidang keterampilan pengendalian diri

2. Tiga bidang keterampilan pengendalian diri
Freepik/Gpointstudio

Seiring bertambahnya usia, anak akan mengembangkan kemampuan pengendalian diri dalam tiga bidang:

  • Kontrol impuls
  • Kontrol gerakan
  • Kontrol emosi

Mengasah kemampuan pengendalian diri adalah hal yang penting dalam semua bidang kehidupan. Pada anak-anak, kemampuan ini memudahkan anak untuk bersosialisasi di masyarakat.

3. Mengapa sih pengendalian diri penting diajarkan sejak dini?

3. Mengapa sih pengendalian diri penting diajarkan sejak dini
Freepik

Pengendalian diri adalah hal yang menantang. Di sisi lain, kemampuan mengendalikan diri yang baik sangat bermanfaat jika dibentuk sejak dini. 

Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang memiliki kemampuan mengendalikan diri yang baik, bahkan pada usia empat tahun, terbukti memiliki prestasi akademik yang lebih baik, lebih populer di kalangan teman dan guru, dan memiliki karir yang cemerlang di usia dewasa. Hal ini terkait dengan kemampuan memilih pilihan yang baik dan bagaimana mereka mampu membangun harga dirinya.

4. Pentingnya mengajarkan tentang batasan pada anak

4. Penting mengajarkan tentang batasan anak
Freepik/karlyukav

Salah satu cara anak agar dapat belajar tentang pengendalian diri adalah dengan membiarkan mereka mengalami apa yang terjadi jika mereka tidak mampu mengendalikan diri. Dari sinilah anak belajar tentang membuat keputusan atas pilihan dan juga belajar tentang konsekuensi. 

Ada kalanya anak 'memberontak' dan itu adalah hal yang wajar di usianya. Tetapi anak perlu diberikan pemahaman bahwa ia seharusnya memikirkan apa yang terjadi setelah tindakan terjadi. Misalnya jika ia menyerobot antrian bermain papan seluncur karena tidak sabar, konsekuensinya adalah temannya marah dan ia mendapatkan hukuman berupa waktu bermain yang dipotong 10 menit. 

5. Orangtua sebagai role model pengendalian diri

5. Orangtua sebagai role model pengendalian diri
Freepik/gpointstudio

Anak adalah peniru yang ulung. Mereka mengamati dan meniru semua yang dilakukan orangtuanya. Jadi, sebaiknya orangtua menjadi contoh pengendalian diri yang baik dalam kehidupan sehari-hari. 

Ketika anak melihat orangtuanya sering menyerobot antrian saat akan membayar di kasir, atau melakukan hal lain yang dianggap sebagai contoh yang buruk, anak akan menganggap tidak apa-apa baginya untuk melakukannya juga.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bertindak ya, Ma.

Mengajarkan pengendalian sejak dini pada anak akan memberi bekal kemudahan hidup untuk mereka kelak saat dewasa. Mereka akan mampu menangani emosinya dengan cara yang lebih baik.

Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.