Enuresis Nokturnal, Bukan Balita Tapi kok Ngompol di Malam Hari?

Penyebabnya bukan sekadar tidak bisa mengontrol keinginan buang air kecil

13 Januari 2022

Enuresis Nokturnal, Bukan Balita Tapi kok Ngompol Malam Hari
Freepik/Jes2ufoto

Mengompol adalah pengalaman yang tidak mengenakkan, sekalipun bagi anak-anak. Tetapi hal ini wajar dan bisa dialami siapapun karena mengompol adalah hal yang tidak bisa ditahan dan dikendalikan.

Umumnya, ketika sudah melewati usia balita, anak sudah tidak lagi mengompol karena ia sudah dapat mengendalikan keinginannya untuk buang hajat. Namun, apabila anak masih mengompol padahal sudah berusia di atas balita, bahkan menjelang remaja, apakah hal ini wajar?

Berikut ini Popmama.com merangkum informasi seputar anak di atas usia balita yang masih mengompol di malam hari atau enuresis nokturnal, dilansir dari Healthy Children:

1. Apa itu enuresis nokturnal?

1. Apa itu enuresis nokturnal
Freepik/gpointstudio

Enuresis nokturnal adalah kondisi di mana seorang anak mengompol di malam hari tak terkendali. Biasanya enuresis nokturnal dialami oleh anak di atas usia 5 tahun, anak usia sekolah, bahkan remaja. 

Ini bukanlah masalah kesehatan yang serius dan umumnya seiring berjalannya waktu anak bisa mengatasinya sendiri. Tetapi kondisi ini bisa mengganggu anak dan orangtuanya, terutama apabila anak harus bepergian atau menginap di rumah orang lain.

Editors' Picks

2. Hingga usia berapa anak masih wajar mengompol?

2. Hingga usia berapa anak masih wajar mengompol
Freepik/jcomp

Terkadang kejadian 'kecelakaan' seperti ini bisa saja terjadi, bahkan pada anak yang sudah menjalani toilet training. Faktanya, Ma, sekitar 20 persen anak-anak masih mengompol pada usia 5 tahun, dan hingga 10 persen anak masih mengalaminya pada usia 7 tahun. Pada akhir usia remaja, 1-3 persen anak remaja masih mengompol.

Enuresis nokturnal lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. 

3. Tipe-tipe enuresis nokturnal

3. Tipe-tipe enuresis nokturnal
Pexels/Elina Fairytale

Ada 2 jenis enuresis nokturnal, yaitu:

Enuresis primer

Anak yang tidak bisa sama sekali mengontrol keinginan buang air kecil di malam hari dan selalu mengompil

Enuresis sekunder

Anak yang pernah memiliki kontrol buang air kecil selama minimal 6 bulan, tetapi kehilangan kemampuan itu dan sekarang mengompol lagi

4. Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami enuresis sekunder?

4. Apa harus dilakukan jika anak mengalami enuresis sekunder
Freepik/user17067123

Enuresis primer lebih umum dialami anak dibandingkan enuresis sekunder. Apabila enuresis sekunder dialami oleh anak yang lebih besar atau remaja, maka anak harus menjalani evaluasi lebih dalam oleh dokter. 

Mengompol pada kelompok usia ini bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih atau masalah kesehatan lainnya, masalah neurologis (berhubungan dengan otak), stres, atau masalah lainnya.

5. Perawatan dan pengobatan anak mengompol di malam hari

5. Perawatan pengobatan anak mengompol malam hari
Freepik/jcomp

Perawatan untuk anak yang mengompol di malam hari harus berdasarkan dari hasil diagnosis dokter, apakah masalah tersebut terkait dengan mental atau fisik.

Cara termudah mencegah anak mengompol di malam hari adalah dengan memastikan anak buang air kecil dan tidak minum sebelum tidur.

Selain itu, orangtua perlu mengajarkan anak pentingnya buang air kecil secara rutin, setiap 2-3 jam sekali dan sebelum tidur. 

Jika perlu orangtua dapat membangunkan anak ketika tidur di malam hari, maksimal 1 kali, agar tidak mengganggu istirahat anak yang dapat berpengaruh pada suasana hati anak keesokan paginya. 

Apabila masalah mengompol ini dialami anak karena masalah fisik, dokter mungkin akan memberikan resep obat, seperti Imipramine atau Desmopressin yang berfungsi untuk mengurangi produksi air seni.

Perlu diingat bahwa mengompol bukanlah kesalahan anak yang disengaja. Hal ini terjadi di luar kendali anak.

Orangtua, anggota keluarga yang lain, atau pun guru sebaiknya tidak menghakimi atau menghukum anak. Alangkah lebih baiknya jika orangtua berfokus pada pengobatan dan perawatan yang perlu dijalani anak untuk mengatasi masalah ini.

Berikut tadi informasi seputar anak di atas usia balita yang masih mengompol di malam hari atau enuresis nokturnal. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.