6 Infeksi dan Penyakit yang Biasa Menyerang Anak Sekolah

Penularannya jadi lebih cepat terutama pada anak sekolah yang suka berkelompok

30 November 2021

6 Infeksi Penyakit Biasa Menyerang Anak Sekolah
Pexels/August de Richelieu

Adalah hal yang wajar apabila di masa kanak-kanak, anak sering mengalami sakit. Sistem kekebalan tubuh anak dalam menghadapi serangan kuman penyakit belum sekuat orang dewasa. Pun ada beberapa penyakit dan infeksi yang kerapkali menyerang anak usia sekolah. 

Sudah mulai masuk sekolah, berikut ini Popmama.com merangkum beberapa infeksi dan penyakit yang sering diderita anak usia sekolah yang penting diketahui orangtua:

1. Flu biasa

1. Flu biasa
Freepik/Anchaleeyates

Gejala flu biasa meliputi: bersin, pilek, hidung tersumbat, batuk, dan mata berair. Penyebab flu biasa adalah virus yang sangat mudah menyebar, terutama anak-anak yang banyak berinteraksi dengan teman-temannya saat di sekolah. 

Pengobatan flu biasa cukup mudah. Pilek bisa sembuh dengan sendirinya. Sedangkan acetaminophen atau ibuprofen dapat meringankan gejala flu biasa. 

Hindari memberikan aspirin kepada anak dan remaja karena dapat menyebabkan sindrom Reye. Selain itu, hindari memberikan obat batuk dan pilek yang dijual bebas di pasaran kepada anak di bawah usia 6 tahun.

2. Influenza

2. Influenza
Freepik/peoplecreations

Apabila anak mengeluh demam, menggigil, nyeri tubuh, sakit tenggorokan, kelelahan, hingga kehilangan nafsu makan, bisa jadi anak terserang influenza. Influenza disebabkan karena virus yang mudah menular melalui batuk atau bersin. 

Gejala influenza dapat diredakan dengan obat-obatan, banyak istirahat, dan memastikan anak cukup minum air putih. 

Untuk anak yang berusia kurang dari 2 tahun, segera periksakan ke dokter. Begitu pun jika anak memiliki klasifikasi risiko tinggi, seperti asma, penyakit jantung, imunosupresi, dan lain-lain.

Editors' Picks

3. Flu perut atau gastroenteritis

3. Flu perut atau gastroenteritis
Freepik/Satura86

Flu perut disebabkan karena virus dan bisa menyebar dengan cepat. Gejala gastroenteritis biasanya tampak saat anak mual, muntah, dan diare.

Anak yang mengalami flu perut harus banyak istirahat dan banyak minum air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. 

Terlepas dari namanya, virus yang menyebabkan flu perut tidak terkait dengan influenza.

4. Radang tenggorokan

4. Radang tenggorokan
Freepik

Radang tenggorokan adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Streptococcus pyogenes. Bakteri ini hidup di hidung dan tenggorokan. 

Gejala radang tenggorokan meliputi sakit tenggorokan, amandel bengkak, demam, dan sakit perut. 

Radang tenggorokan perlu diobati dengan antibiotik resep dokter untuk menyembuhkannya secara total.

5. Sakit mata

5. Sakit mata
Freepik

Sakit mata adalah salah satu penyakit yang seringkali diderita anak sekolah dan penularannya tak disadari. Sakit mata atau pink eye atau konjungtivitis menyebabkan mata memerah. 

Gejala sakit mata konjungivitis adalah mata merah, keluar cairan, gatal, dan bengkak. Perawatan untuk penyakit ini diberikan dalam bentuk obat antibiotik berupa salep atau tetes mata.

6. Kutu rambut

6. Kutu rambut
Freepik/Nakaridore

Kutu rambut adalah parasit kecil yang masuk ke rambut, memakan darah melalui kulit kepala, dan bertelur di batang rambut dekat kulit kepala. 

Penularan kutu kepala sangatlah cepat. Meski begitu tidak berbahaya, kecuali menimbulkan rasa gatal yang menyiksa di kepala. 

Gejala kutu rambut, selain adanya kutu atau telur kutu di rambut, adalah gatal ekstrim di kepala, benjolan kecil, dan luka di kulit kepala yang disebabkan oleh gatal. 

Perawatan untuk kutu rambut meliputi shampoo khusus dan obat untuk membunuh kutu rambut. Perawatan kutu rambut dapat dibeli bebas di pasaran. Sedangkan untuk menghilangkan telur kutu dapat menggunakan sisir bergigi halus khusus. Pastikan pakaian dan tempat tidur anak dibersihkan dengan benar karena masih ada kemungkinan kutu rambut yang tertinggal di sana.

Itulah beberapa infeksi dan penyakit yang umumnya menyerang anak sekolah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi orangtua.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.