7 Life Skills yang Harus Diajarkan pada Anak Sejak Dini

Life skills ini sangat penting diterapkan pada balita mama

20 April 2019

7 Life Skills Harus Diajarkan Anak Sejak Dini
Freepik/bearfotos

Seberapa sering Mama merasa repot karena anak minta tolong ini itu terus menerus?

Belum lagi jika Mama sibuk mengasuh si bungsu yang masih bayi. Rasanya gemas karena anak belum bisa mengerjakan berbagai hal sendiri!

Nah, itulah mengapa orangtua harus mengajarkan anak berbagai life skills atau kecakapan hidup dasar sedini mungkin.

Life skills adalah keterampilan hidup yang biasa kita lakukan sehari-hari dan akan dilakukan sepanjang hidup.

Bayangkan jika Mama lupa atau abai membekali anak dengan life skills, bukan hanya repot, tetapi anak bisa terkaget-kaget saat ia berada di lingkungan lain selain rumah. Padahal, anak bisa dan mampu melakukan hal-hal “kecil tapi penting” itu jika dibiasakan sejak kecil.

Lagipula, dengan memberi anak kesempatan melakukan hal-hal kecil bisa mengembangkan rasa percaya diri dan membentuk citra diri positif dalam jangka panjang. Percaya, Ma, di balik tangan-tangan kecilnya, plus dukungan Mama, anak mampu mengurus dirinya sendiri. Cepat atau lambat, akan tiba waktunya si Kecil tidak bergantung sepenuhnya pada Mama kan?

Lalu, apa saja yang perlu Mama ajarkan pada anak? Popmama.com merangkum 7 life skills yang bisa Mama ajarkan pada si Kecil yang duduk di bangku prasekolah

1. Sopan santun

1. Sopan santun
livwrites.com

Sopan santun adalah modal utama anak saat ia tumbuh besar dan berinteraksi dengan orang lain. Tentu saja sudah jadi tugas Mama dan Papa untuk berperan sebagai contoh nyata anak. Apalagi, anak itu peniru ulung, jadi ia akan melihat perilaku Mama dan menirunya.

Mama bisa mulai membiasakan anak untuk mengatakan terima kasih, permisi, tolong, dan maaf. Empat kata sakti ini dasar perilaku sopan santun yang berlaku universal.

Dalam praktiknya, baru Mama bisa mencontohkan atau menambahkan hal-hal lain. Misalnya, meminta anak menunggu sebentar saat Mama tengah berbicara dengan Papa, atau meminjam barang orang lain dengan izin.

2. Berpakaian

2. Berpakaian
Freepik

Melepas pakaian dan menaruhnya di tempat pakaian kotor seharusnya sudah bisa anak lakukan sendiri pada usia prasekolah. Begitu juga dengan memilih pakaian, memakai pakaian sendiri, hingga menyisir rambut.

Pada awalnya, Mama butuh ekstra kesabaran dan menahan diri untuk tidak segera membantu anak ketika ia tengah berusaha. Memang, Ma, pasti ia akan lamaaaaa sekali melepas atau mengenakan pakaiannya. Namun, inilah proses belajar anak. Kalau Mama keburu nggak sabar dan ingin cepat-cepat memakaikannya, kapan ia akan mencoba sendiri?

3. Cuci tangan

3. Cuci tangan
Pexels/Jennifer Murray

Cuci tangan sebelum dan sesudah makan bagian dari perilaku hidup bersih yang perlu dibiasakan sedini mungkin. Begitu juga jika si Kecil baru pulang sekolah atau bepergian, mengajaknya bersih-bersih dengan cuci tangan membantu anak paham bahwa kebersihan itu penting dan perlu.

Mama bisa mencoba permainan seru saat mencuci tangan, seperti memposisikan tangan dengan bentuk hewan tertentu sambil membersihkan sela-sela jari. Saat pergi ke supermarket, biarkan anak memilih sendiri sabun cuci tangan untuk membuatnya lebih bersemangat cuci tangan.

Editors' Picks

4. Menyimpan barang di tempatnya

4. Menyimpan barang tempatnya
Pexels/Freestocks.org

Membiasakan anak selalu menyimpan barang kembali di tempatnya sama seperti meminta anak belajar membereskan barang-barang pribadinya. Jadi, Mama nggak perlu terjun langsung mencarikan barang miliknya.

Ini juga melatih anak untuk bertanggung jawab pada barang miliknya sendiri. Mama bisa meminta ia untuk selalu menaruh tas sekolah di tempatnya, buku-buku dan mainan favorit dikembalikan di rak setelah bermain, hingga menyimpan benda yang penting baginya di tempat tepat.

5. Mengenal uang

5. Mengenal uang
Pexels/Rawpixel.com

Mama sudah mulai bisa mengenalkan uang pada si Kecil lewat bentuk, warna, dan nominal angka yang tertera. Bukan berarti membolehkan anak jajan ya, tetapi sebagai langkah awal membantunya memahami konsep penggunaan uang.

Anak perlu tahu bahwa semua barang yang ia miliki dibeli dengan uang. Uang berfungsi sebagai alat tukar dan alat bayar. Plus, uang diperoleh lewat usaha atau bekerja. Mama boleh memberinya uang saat anak membantu Mama mengerjakan sesuatu. Lalu, ingatkan si Kecil uang pun bisa disimpan dan ditabung untuk membeli sesuatu yang ia inginkan.

6. Mengerjakan tugas rumah tangga

6. Mengerjakan tugas rumah tangga
Pexels/Daria Obymaha

Yakin deh, Mama yang tidak mengandalkan jasa ART pasti sangat terbantu jika anak mau mengerjakan tugas rumah tangga. Namun, membiasakan anak dengan tugas rumah tangga bukan soal meringankan tugas Mama semata, tetapi justru membuat anak belajar bertanggung jawab pada dirinya sendiri.

Anak usia prasekolah sudah bisa diajari membersihkan meja atau melap lantai yang basah (dengan pengawasan ya, Ma).

Lalu, mengembalikan piring dan gelas bekas makan ke tempat cuci piring, membereskan mainan sendiri, hingga menyimpan pakaian di lemari miliknya. Biasanya si Kecil antusias ketika dimintai tolong melakukan sesuatu karena membuat ia merasa mampu dan bisa dipercaya.

7. Merencanakan sesuatu

7. Merencanakan sesuatu
Pexels/Pragyan Bezbaruah

Benar, Ma, anak usia prasekolah sudah bisa diajak untuk belajar merencanakan sesuatu. Mama bisa mengawalinya dengan meminta anak membuat rencana kecil seperti mau main apa hari ini? Atau, ketika Mama mengajak anak pergi, libatkan anak dalam diskusi apa yang ingin dilakukan di tempat tujuan, termasuk memilih tempat makan atau tempat bermain.

Bagaimana, Ma, tidak susah kan membiasakan 7 life skills tadi pada si Kecil? Satu hal yang perlu Mama ingat, Mama atau Papa tidak akan berada 24 jam terus menerus di samping anak untuk menolong semua yang akan ia lakukan. Ada waktu ketika ia harus pergi field trip bersama sekolah tanpa pendampingan orang tua atau saat ia play date di rumah teman.

Jadi, mengajari anak life skills adalah bekal terbaik yang bisa Mama berikan pada anak agar ia tumbuh dan berkembang sebagai anak mandiri dan bisa mengandalkan diri sendiri.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!