Fimosis Pada Anak Balita, Bahayakah?

Anak mengejan saat buang air kecil? Waspada fimosis!

10 Agustus 2018

Fimosis Anak Balita, Bahayakah
Happyfamilies.com.au

Mama sudah pernah dengar tentang fimosis?

Fimosis adalah kondisi dimana kulit preputium penis (kulit kulup penis) melekat pada kepala penis sehingga tidak dapat ditarik kearah pangkal (belakang).

Hal ini mengakibatkan kepala penis dan lubang kencing tertutup oleh kulit preputium.

Kondisi ini umumnya terjadi pada anak laki-laki usia dua hingga enam tahun.

Secara medis, fimosis terbagi menjadi dua, yakni fimosis fisiologis dan fimosis patologis.

Fimosis fisiologis disebabkan adanya smegma (kotoran) yang mengakibatkan melekatnya kulit preputium dengan kepala penis.

Sementara fimosis patologis terjadi akibat terbentuknya cincin jaringan ikat pada kulit preputium yang disebabkan oleh infeksi berulang akibat kebersihan yang buruk.

Gejala Fimosis

Gejala Fimosis
c1.staticflickr.com

Fimosis sebenarnya masih terbilang normal selama tidak ada keluhan ataupun komplikasi.

Biasanya dokter hanya memberikan obat berupa salep yang mengandung kortikosteroid untuk mengobatinya.

Namun, jika terjadi komplikasi yang ditandai dengan kulit penis berwarna kemerahan, bengkak atau nyeri saat buang air kecil, maka mama perlu segera mengkonsultasikannya dengan dokter.

Sebab jika tidak segera ditangani akan menimbulkan infeksi yang umumnya ditandai dengan demam, nyeri, nafsu makan menurun dan berat badan tidak naik.

Fimosis bahkan dapat menyebabkan kanker penis (karsinoma sel skuamosa) jika tidak ditangani hingga usia dewasa.

Editors' Picks

Penyebab Fimosis

Penyebab Fimosis
health.com

Sebelum terjadi, ada baiknya mama perhatikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya fimosis.

Faktor utama yang seringkali menyebabkan fimosis pada anak usia balita adalah faktor kebersihan.

Gunakan air mengalir untuk membersihkan kotoran yang suka ‘ngumpet’ dengan menarik pelan kulup penis anak kearah belakang.

Lakukan ini paling tidak seminggu sekali ya, ma. Namun, perlu diingat untuk tidak menarik kulup penis terlalu kuat, karena dikhawatirkan membuat kulup penis robek yang mengakibatkan peradangan dan mengarah pada fimosis.

Mengobati fimosis

Mengobati fimosis
richmondooh.org.uk
Iya deh Ma, aku mau minum obat sekarang. Hehehe...

Bagaimana jika sudah terjadi? Jangan khawatir Ma, sebagian besar kasus fimosis ini bukanlah masalah serius yang memerlukan pengobatan khusus.

Fimosis juga tidak selalu berujung pada tindakan sunat atau khitan.

Kasus fimosis ringan biasanya dapat diobati dengan memberikan obat yang mengandung kortikostreoid berupa krim, gel atau salep guna melenturkan kulup sehingga mudah ditarik.

Selain itu, dokter biasanya juga memberikan krim antijamur jika fimosis disebabkan oleh infeksi jamur, serta antibiotik untuk mematikan bakteri penyebab infeksi.

Sedangkan untuk kasus fimosis yang sudah parah, mama perlu saran dokter untuk menentukan apakah si Kecil perlu segera dikhitan atau tidak.