Yuk Kenali Jenis Susu untuk Anak Diatas Dua Tahun

Pilih susu apa Ma untuk menggantikan ASI saat anak berusia 2 tahun?

20 November 2018

Yuk Kenali Jenis Susu Anak Diatas Dua Tahun
Pixabay/tung256

Setelah memberikan ASI eksklusif selama dua tahun, kini saatnya Mama mulai menyapihnya.

Berbagai pilihan jenis susu sapi pun mulai dicari tahu kelebihan dan kekurangannya.

Saat ini ada beberapa jenis susu yang beredar di pasaran dan dapat dikonsumsi oleh anak diatas dua tahun.

Yaitu susu formula, susu UHT dan susu pasteurisasi.

Manakah susu yang lebih baik bagi anak berusia dua tahun?

Sebenarnya setiap susu memiliki manfaat masing-masing, pilihan terbaik bagi anak bisa berbeda-beda tergantung orangtuanya.

Popmama.com akan mengulas lebih lanjut mengenai ketiga jenis susu yang dapat diberikan bagi anak berusia dua tahun berikut ini:

1. Susu formula

1. Susu formula
Pexels/Acharaporn Kamornboonyarush

Susu formula mungkin merupakan susu yang paling sering ditemui di pasaran dan dibeli oleh para Mama untuk anaknya.

Susu formula biasanya dikemas dalam bentuk kaleng maupun kardus. Kelebihan susu ini yaitu mudah dibawa kemanapun tanpa khawatir tumpah dan tidak menghabiskan banyak tempat sehingga ringan dibawa.

Selain itu umur simpan susu pun sangat panjang mencapai dua tahun apabila kemasan belum dibuka.

Proses pembuatan susu formula menggunakan teknik sterilisasi suhu tinggi yaitu di atas 180°Celcius untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri berbahaya yang terdapat di dalam susu.

Proses ini dilaukan setidaknya selama dua jam.

Perubahan bentuk susu dari cair ke bubuk dilakukan lewat teknik pengeringan.

Karena proses perubahan bentuk inilah maka kandungan gizi di dalam susu pun ada yang hilang.

Oleh sebab itu dalam proses pembuatannya ditambahkan vitamin, mineral dan zat gizi lain untuk mengganti nutrisi yang hilang selama proses produksi.

Banyak sekali jenis susu formula di pasaran baik yang terbuat dari susu sapi maupun kedelai.

Ada pula susu bebas laktosa dan hipoalergenik yang lebih mudah dicerna bayi karena proteinnya sudah dipecah menjadi lebih kecil.

2. Susu UHT

2. Susu UHT
Pexels/Burst

UHT merupakan singkatan dari Ultra High Temperature.

Jadi susu UHT merupakan susu yang proses pembuatannya dipanaskan dengan suhu sangat tinggi yaitu sekitar 135-150°Celcius.

Proses ini bertujuan untuk mengawetkan susu sekaligus menghilangkan mikroorganisme berbahaya yang terkandung di dalamnya dan dapat mengganggu kesehatan.

Proses pemanasan atau sterilisasi ini memakan waktu yang sangat singkat yaitu sekitar 2-5 detik.

Proses yang singkat ini bertujuan agar kandungan gizi dalam susu tidak banyak berubah dan tidak hilang. Susu UHT memiliki aroma, warna dan rasa yang mirip dengan susu segar.

Lama simpan produk susu UHT jauh lebih singkat dibandingkan susu bubuk, dimana hanya bisa bertahan kurang lebih 10 hari apabila kemasannya belum dibuka.

Sementara jika kemasan sudah dibuka maka hanya dapat Tapi kalau sudah terbuka hanya dapat bertahan selama 3-4 hari, itupun harus disimpan di lemari pendingin.

Editors' Picks

3. Susu pasteurisasi

3. Susu pasteurisasi
Pexels/Pixabay

Berbeda dengan kedua susu sebelumnya, susu pasteurisasi dipanaskan melalui proses HTST (High Temperature Short Time) selama 15 detik pada suhu 72°Celcius.

Proses ini berfungsi untuk mensterilkan susu dan menghilangkan virus, bakteri dan jamur yang berbahaya bagi kesehatan, akan tetapi tidak membunuh semua mikroorganisme yang ada di dalam susu.

Masa simpan susu pasteurisasi dapat bertahan hingga 40 hari apabila kemasan belum dibuka dan ditempatkan di lemari pendingin.

Apabila kemasan sudah dibuka maka masa simpan hanya bertahan selama 4 hari dan harus segera dihabiskan.

Manakah Susu yang Lebih Baik?

Manakah Susu Lebih Baik
Pexels/pixabay

Susu formula mencantumkan rentang umur konsumen pada kemasannya dimana susu ini bisa dikonsumsi sejak bayi lahir hingga balita. Meski demikian pemberian ASI eksklusif sangat disarankan untuk kesehatan si Kecil.

Akan tetapi bagi Mama yang memiliki masalah kesehatan sehingga tidak dapat menyusui bayinya maka susu formula dapat digunakan.

Sementara itu susu UHT pada kemasannya biasanya mencantumkan umur minimal 2 tahun sebagai bentuk dukungan pemberian ASI eksklusif pada bayi.

Sebenarnya anak diatas usia 1 tahun sudah boleh mengkonsumsi susu UHT sesekali saja.

Untuk menentukan susu mana yang terbaik bagi anak, Mama dapat mempertimbangkan penjelasan diatas mengenai proses pembuatannya karena berpengaruh pada kandungan gizi susu itu sendiri.

Selain proses pembuatan, pertimbangkan juga faktor kenyamanan Mama dalam menyiapkan susu untuk si Kecil.

Bagi Mama yang memilih susu bubuk akan lebih mudah dan nyaman saat travelling karena tidak perlu berat membawa banyak susu cair sebagai stok untuk si Kecil.

Sementara bagi Mama yang memilih susu UHT maupun susu pasteurisasi akan lebih mudah menyiapkannya dirumah karena tinggal dituang saja.

Jadi apa susu pilihan Mama untuk si Kecil?

Baca juga:10 Rekomendasi Susu Formula untuk Anak Diatas 2 Tahun