Kapan Waktu yang Tepat Memasukkan Anak ke Preschool?

Mama termasuk team preschool atau no preschool nih?

30 Januari 2019

Kapan Waktu Tepat Memasukkan Anak ke Preschool
Pexels/Pixabay

Banyak Mama berbeda pendapat mengenai hal ini.

Ada yang setuju untuk memasukkan anaknya ke preschool, namun tidak sedikit juga yang menganggap itu tidak diperlukan.

Sebenarnya jawabannya ada pada si Kecil sendiri, apakah ia sudah menunjukkan tanda-tanda ingin sekolah?

Mama pasti awalnya akan merasa khawatir saat masa-masa anak pertama kali pergi ke sekolah.

Ada perasaan tidak tenang apakah si Kecil akan mendapat banyak teman dan senang dengan berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah?

Perasaan ini lebih menyiksa dialami oleh perempuan yang bekerja karena tidak bisa menunggui anaknya selama jam sekolah.

Rasa khawatir yang Mama rasakan sangat wajar tapi hendaknya tidak menjadi penghalang untuk menyekolahkan anak saat sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan.

Preschool dianggap mampu menumbuhkan dan melatih kemandirian anak sejak kecil dan membuatnya kaya akan berbagai wawasan.

Dengan begitu diharapkan ia akan lebih siap meraih keberhasilan di masa depan.

Lalu tanda-tanda kesiapan apa saja yang dapat Mama lihat dari si Kecil? Yuk simak ulasan Popmama.com berikut ini:

1. Kemandirian anak sudah terbangun

1. Kemandirian anak sudah terbangun
Pexels/Pixabay

Sebelum melepas anak untuk pergi preschool tentunya Mama harus membangun kemandiriannya terlebih dahulu.

Hal ini akan mengurangi rasa khawatir Mama karena anak sudah terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri, diantaranya yaitu makan sendiri, pergi buang air sendiri dan tidur sendiri. 

2. Anak dapat menyelesaikan tugas sendiri

2. Anak dapat menyelesaikan tugas sendiri
Willowparkmontessori.com

Kegiatan di preschool biasanya dipenuhi dengan beragam tugas dan permainan yang menyenangkan.

Kegiatannya antara lain menggambar, mewarnai, belajar bentuk dan angka serta lain sebagainya.

Apabila anak dapat menyelesaikan sendiri dengan baik maka Mama tidak perlu khawatir memasukannya ke preschool

3. Anak biasa berhadapan dengan orang lain

3. Anak biasa berhadapan orang lain
Pexels/Pixabay

Sebelum memasukkan anak ke preschool, alangkah baiknya bila Mama sering mengajaknya bertemu dengan orang lain.

Dengan begitu anak tidak kaget saat menghadapi lingkungan dan orang-orang baru.

Cukup temani si Kecil selama beberapa hari pertama, apabila tidak ada hambatan berarti itu tandanya anak Mama siap masuk preschool.

Editors' Picks

4. Senang bermain berkelompok

4. Senang bermain berkelompok
Pexels/Pixabay

Ada baiknya Mama sering mengajak anak untuk bermain bersama teman seusianya.

Apabila Mama memiliki saudara atau teman yang juga memiliki anak kecil, sering-seringlah bertemu agar anak-anak juga memiliki interaksi dan bermain bersama.

Bila anak sudah bisa bermain secara berkelompok maka itu pertanda baik untuk memasukkannya ke preschool.

5. Terbiasa dengan rutinitas

5. Terbiasa rutinitas
Pexels/Naomi Shi

Di preschool anak akan menjalani rutinitas dari awal masuk hingga tiba waktu pulang.

Mulai dari sarapan pagi bersama, bermain dan belajar, makan siang, tidur, bermain diluar dan lain sebagainya.

Pastikan si Kecil bisa mengikuti dengan baik agar tidak terlalu merepotkan tenaga pendidik di sekolah.

6. Stamina anak prima

6. Stamina anak prima
Pexels/Paropak Apichodilok

Pergi ke preschool membutuhkan stamina yang prima karena anak akan menjalani sederet rutinitas, meskipun itu menyenangkan. Pastikan si Kecil cukup beristirahat di malam hari.

Mama juga bisa mencoba program preschoolhalfday atau setengah hari terlebih dahulu hingga anak terbiasa menjalani rutinitas dengan baik.

Bila anak sudah nyaman maka Mama dapat beranjak ke program preschoolfullday.

Nah, itulah 6 tanda kesiapan si Kecil masuk preschool yang harus Mama cermati.

Intinya pilihan untuk bersekolah harus disesuaikan dengan mental anak agar tidak merepotkan banyak orang dan supaya anak nyaman serta tidak merasa trauma pergi ke sekolah. 

Baca juga:  Sebelum Memilih Sekolah, Kenali 5 Jenis Kurikulum Preschool ini

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!