7 Tips Cerdas Memilih Pengasuh Anak, Jangan Sampai Salah Pilih ya Ma!

Mama bekerja perlu tips cerdas dan jitu dalam memilih pengasuh anak

2 Mei 2019

7 Tips Cerdas Memilih Pengasuh Anak, Jangan Sampai Salah Pilih ya Ma
Pexels/bruce mars

Bagi Mama yang bekerja tentunya akan segera mengakhiri masa cuti selama 3 bulan pasca kelahiran buah hati. Mau tidak mau sang anak yang masih bayi harus dititipkan pada orang lain.

Apabila nenek dan kakek sudah pensiun tentunya bisa dimintai tolong mengawasi si Kecil bersama pengasuh baru-nya.

Akan tetapi bila tidak ada sanak saudara yang mengawasi, Mama perlu hati-hati dalam memilih pengasuh anak.

Tentunya Mama ingin tenang bekerja di kantor tanpa perlu khawatir akan keadaan si Kecil di rumah bersama pengasuhnya bukan?

Berikut Popmama.com sudah merangkum 7 tips memilih pengasuh anak:

1. Minta rekomendasi orang terpercaya

1. Minta rekomendasi orang terpercaya
dnatesting.com
Kakek-nenek bersama cucu

Mama lebih bijak memilih pengasuh anak hasil rekomendasi orang yang dapat Mama percaya misalnya sanak saudara atau kerabat terdekat.

Apabila mereka tidak bisa mencarikan pengasuh, Mama hendaknya pergi ke yayasan penyalur pengasuh anak yang sudah terkenal memiliki reputasi positif dan terjamin kredibilitasnya.

Yayasan resmi yang profesional biasanya memberikan garansi tukar pengasuh apabila Mama tidak cocok dengan kinerjanya ataupun terjadi sesuatu yang diluar kehendak misalnya lalai dalam menjaga anak.

Harga yang ditawarkan memang terbilang cukup mahal dibandingkan apabila Mama mencari pengasuh anak sendiri. 

2. Lakukan wawancara secara detail

2. Lakukan wawancara secara detail
Pexels/Mentatdgt

Saat hendak merekrut pengasuh anak, lakukanlah wawancara untuk mengetahui cara menjawabnya.

Mama juga bisa minta didampingi oleh teman yang berprofesi sebagai psikolog untuk ikut menilai calon pengasuh tersebut.

Tanyakan pengalaman kerjanya, bagaimana cara ia mengatur waktu antara mengurus anak dan membersihkan rumah, apa saja yang akan ia lakukan bila anak rewel dan menangis, apakah ia menyukai anak-anak dan familiar dengan perabot bayi.

Dari wawancara tersebut Mama dapat menilai karakter, sopan santun, juga pengalamannya serta apa saja yang perlu Mama ajarkan bila ia diterima bekerja nantinya. 

3. Perhatikan penampilannya

3. Perhatikan penampilannya
Pexels/Jennifer Murray

Penampilan disini bukan mesti yang cantik, akan tetapi lihat kebersihannya. Apakah ia termasuk orang yang kelihatan merawat diri dan cinta kebersihan?

Mama sebaiknya mempekerjakan orang yang cinta kebersihan karena anak dan rumah Mama pun harus dijaga kebersihannya.

Ajarkan padanya untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang bayi Mama.

Editors' Picks

4. Cari tahu pengalamannya bekerja

4. Cari tahu pengalaman bekerja
Pexels/bruce mars

Saat sesi wawancara, gali lebih jauh pengalamannya bekerja sebelumnya.

Tanyakan apakah ia pernah mengasuh anak dan bayi, dimana saja ia pernah bekerja dan apa alasan berhenti bekerja. 

5. Perhatikan caranya mengasuh anak

5. Perhatikan cara mengasuh anak
Pexels/Daria Shevtsova

Mama dapat memberikan ujian role play pada calon pengasuh.

Beberapa pertanyaan yang dapat Mama ajukan tentang keahliannya mengurus anak antara lain bagaimana cara memandikan bayi, apa yang dilakukan bila bayi menangis, cara menyendawakan bayi, cara merawat bayi yang demam, bagaimana cara mencuci botol susu dengan baik dan benar dan lain sebagainya.

Mama juga dapat menyuruhnya berinteraksi langsung dengan si Kecil dan lihat bagaimana cara ia berbicara dan mengambil hati si Kecil.

6. Sopan santun dan keterbukaan

6. Sopan santun keterbukaan
Pexels/Daria Shevtsova

Lihat caranya berbicara pada Mama dan anak. Apakah ia terlihat penurut atau malah membangkang.

Bila Mama memilih pengasuh profesional pastikan ia bukan tipe orang yang sok pintar dan susah diatur.

Meski telah berpengalaman jelaskan padanya bahwa tiap keluarga memiliki pola pengasuhan yang berbeda dan minta ia menyesuaikan diri dengan standar Mama.

Jelaskan pula untuk selalu terbuka apapun yang terjadi di rumah misalnya apabila anak terjatuh atau tidak mau makan, minta ia melaporkannya kepada Mama dan tidak menutupinya.

Gunakan intuisi Mama dalam menilai kejujurannya.

7. Lakukan tes kesehatan

7. Lakukan tes kesehatan
Pexels/rawpixel.com

Karena bayi dan anak-anak tergolong rentan terkena penyakit, pastikan pengasuh anak yang akan Mama rekrut sehat.

Mama dapat menyediakan fasilitas tes kesehatan untuk ia ikuti sebelum mulai bekerja. Tes yang dapat diberikan antara lain tes darah dan tes urin. Jangan sampai ia mengidap penyakit menular dan bronchitis.

Pengasuh anak yang ideal dan sempurna tentunya sulit ditemukan. Bagaimanapun Mama perlu menggunakan intuisi Mama dalam menilai calon pengasuh tersebut.

Sebaiknya Mama segera mencari pengasuh sesaat sebelum melahirkan atau tidak lama setelah melahirkan.

Hal ini dimaksudkan agar Mama dapat melihat cara pengasuh anak tersebut bekerja sebelum masa cuti Mama selesai, dengan begitu Mama akan lebih tenang meninggalkan anak.

Semoga tips diatas membantu para Mama bekerja dalam menyeleksi pengasuh terbaik untuk si Kecil.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!