Ternyata Inilah 5 Penyebab Kenapa Anak Balita Sering Kesal

Cobalah lebih dekat dan mengajak si Kecil berbicara

7 Juli 2019

Ternyata Inilah 5 Penyebab Kenapa Anak Balita Sering Kesal
Freepik/bristekjegor

Apakah si Kecil sering merasa bahagia dan tiba-tiba menjadi bad mood? Ya, mood anak balita kerap kali naik turun. Bahkan perubahan tersebut sangatlah signifikan.

Salah satu hal yang paling sering terjadi yaitu ketika anak sedang bermain dan dalam hitungan menit saja kemudian mood-nya sudah berubah seperti menangis atau marah.

Sebab mood-nya yang seperti itu adalah hal wajar di usianya dan merupakan masa transisi dari usia batita ke usia pra-sekolah.

Lalu apa penyebab perubahan mood pada anak balita? Yuk, simak ulasannya berikut ini yang sudah dirangkum oleh Popmama.com :

1. Cepat lelah dan lapar

1. Cepat lelah lapar
Freepik/prostooleh

Apabila anak tampak bad mood, coba cermati apakah faktornya karena kelelahan?

Sebenarnya salah satu penyebab anak balita sering bad mood adalah karena lelah dan lapar, karena penurunan kondisi fisiknya sehingga membuat mereka yang lagi asik bermain tiba-tiba menjadi sangat rewel.

Lelah dan lapar pada anak usia ini kerap menjadi perilaku buruk seperti menangis atau mengamuk.

Dalam mengatasi kejadian tersebut, maka Mama harus menyediakan camilan sehat yang dapat mereka makan setiap saat.

Untuk memulihkan tenaganya Mama juga perlu mengatur jam istirahat anak seperti mengajak mereka tidur siang.

2. Kesulitan beralih pada kegiatan berikutnya

2. Kesulitan beralih kegiatan berikutnya
Freepik/A3pfamily

Anak balita memang sering bad mood dan bisa terjadi akibat sebuah perubahan yang banyak energi fisik dan mental untuk beradaptasi.

Sementara saat anak sedang fokus pada satu kegiatan dan kemudian ia harus meninggalkannya saat itu juga, maka disitulah ia akan merasa kesal.

Sebab mereka belum memiliki pemahaman tentang tata urutan kegiatan apa saja yang harus dilakukan selanjutnya. Nah, hal inilah yang membuat anak balita sering bad mood.

Sedangkan sebagai orangtua perlu menjelaskannya secara perlahan mengenai urutan apa saja di dalam satu kegiatan.

Misalnya saja saat ia mandi, Mama dapat mengatakan bahwa setelah membersihkan rambut dan seluruh badan kemudian sang anak harus membilasnya. Langkah berikutnya ialah mengeringkan seluruh tubuh dengan handuk, begitu pun seterusnya. 

Editors' Picks

3. Mereka selalu ingin melakukan apa yang diinginkan

3. Mereka selalu ingin melakukan apa diinginkan
Freepik

Mood yang mudah berubah dengan cepat pada anak balita saat ia mencoba sesuatu tapi gagal, hal tersebut terjadi karena mereka tidak memiliki keterampilan untuk melakukan apa yang diinginkan.

Sementara anak balita memilliki rasa ingin tahu yang sangat besar, dari awalnya sangat menyenangkan dan tiba-tiba bisa berubah menjadi air mata.

Seperti contohnya ketika ia ingin menggosok giginya namun gagal karena belum menemukan cara yang tepat dan benar dalam menggosok gigi.

Untuk mengatasi anak bad mood maka orangtua perlu membimbingnya, terutama untuk meraih sudut-sudut yang sulit disikat.

4. Sulit mengendalikan emosi

4. Sulit mengendalikan emosi
Freepik/nestea06

Beberapa anak balita suka tiba-tiba bad mood dan mengekspresikan kemarahannya dengan cara yang berlebihan seperti berteriak, bersikap angkuh hingga mengamuk.

Penyebabnya karena sang anak belum bisa mengatur suasana hati dan emosinya, oleh sebab itu mood si Kecil suka berubah-ubah setiap waktu.

Sebenarnya kemarahan seperti itu adalah hal yang wajar karena ia belum paham betul bagaimana cara mengendalikan emosinya.

Sebagai orangtua sebaiknya dapat menjelaskan bahwa apa yang ia lakukan itu tidak baik dan membahayakan dirinya maupun orang di sekitar. Dengan mengajaknya bicara agar mereka tahu bagaimana mengatasi emosinya dengan cara yang tepat. 

5. Tidak dapat mengkomunikasikan keinginannya

5. Tidak dapat mengkomunikasikan keinginannya
Freepik/user6529390

Sebenarnya anak balita cenderung belum memiliki banyak kosakata, sehingga ia sering kesulitan mengutarakan keinginannya. 

Oleh sebab itulah mengapa anak balita sering mengalami perubahan mood yang signifikan.

Misalnya saja saat sedang mewarnai, mereka tidak tahu bagaimana mengatakan warna kuning atau warna lain yang diinginkannya.

Nah, ketika tidak bisa berkomunikasi sesuai apa yang ingin ia capai maka dirinya akan panik dan hal tersebutlah menjadi penyebab kenapa ia sering bad mood.

Saat si Kecil tidak mampu menyampaikan sesuatu, maka Mama dapat menanyakan apa yang ia rasakan dengan suara lemah lembut dan dengarkan penjelasannya agar mood si Kecil dapat kembali seperti semula.

Setelah Mama mengetahui 5 penyebab kenapa anak balita sering bad mood, mulai sekarang Mama bisa mengantisipasinya dengan cara bijak agar ia mampu mengutarakan apa yang menjadi keinginannya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!