Bahaya Menggunakan Baby Walker untuk Balita

Sebelum menggunakan baby walker, pertimbangkan hal berikut

27 September 2019

Bahaya Menggunakan Baby Walker Balita
Momtricks

Salah satu milestone perkembangan anak yang selalu ditunggu orangtua adalah saat ia berhasil berjalan sendiri. Namun untuk mencapainya, anak harus terus menerus berlatih.

Ada dua alternatif yang umumnya dilakukan orang tua untuk mendukung latihan ini. Yang pertama dengan menuntun anak dan yang kedua dengan menggunakan baby walker.

Sebagian orang tua mungkin lebih memilih menggunakan baby walker. Alat ini dianggap lebih praktis. Anak bisa belajar secara mandiri dan orang tua bisa melakukan kegiatan lain sambil mengawasinya.

Namun, alat yang praktis ini ternyata harus diwaspadai lho, Ma. Pasalnya, beberapa pakar kesehatan menyatakan bahwa baby walker menyimpan bahaya untuk tumbuh kembang anak.

Berikut bahaya yang harus Mama pertimbangkan sebelum memilih menggunakan baby walker:

1. Baby walker membuat anak lebih lambat belajar

1. Baby walker membuat anak lebih lambat belajar
babyessentialscenter.com

Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan waktu belajar antara anak yang dituntun dengan anak yang menggunakan baby walker.

Hasilnya, anak yang menggunakan baby walker lebih lambat belajar berjalan. Mereka baru berhasil berjalan sendiri saat menginjak usia 11,7 bulan hingga satu tahun. Sedangkan mereka yang dituntun sudah mampu berjalan sendiri pada usia 10,7 hingga 11 bulan.

Setelah diteliti, ternyata baby walker menutupi pandangan anak terhadap kaki mereka. Alhasil, anak tidak bisa mengamati kakinya sendiri untuk menemukan cara melangkah yang tepat.

2. Menghambat pertumbuhan tulang belakang anak

2. Menghambat pertumbuhan tulang belakang anak
Pexels/Pixabay

Selain memperlambat proses belajar, baby walker juga menghambat pertumbuhan tulang belakang anak lho, Ma! Hal ini terjadi karena baby walker dilengkapi kursi yang mampu menopang berat badan anak. Pertumbuhan tulang belakang pun terhambat karena ototnya tidak terlatih.

Hal ini tentu mengkhawatirkan. Pasalnya, tulang belakang merupakan pusat dari berbagai saraf. Pertumbuhan tulang belakang yang tidak sempurna dapat menimbulkan berbagai macam kelainan pada anak.

Editors' Picks

3. Tidak melatih kecerdasan motorik anak

3. Tidak melatih kecerdasan motorik anak
Pixabay/Elisa Riva

Roda dan tempat duduk pada baby walker mempermudah anak untuk berjalan tanpa harus bersusah payah mengoordinasikan kaki mereka. Alhasil, perkembangan kecerdasan motorik mereka pun terhambat.

Sebaliknya, anak yang belajar berjalan dengan cara dituntun memiliki kecerdasan motorik yang lebih tinggi karena mereka terbiasa mengoordinasikan otot dan sendi mereka.

4. Tidak melatih kekuatan otot

4. Tidak melatih kekuatan otot
Firstcry Parenting

Selain memiliki kecerdasan motorik yang lebih tinggi, anak yang belajar berjalan dengan cara dituntun akan memiliki otot yang lebih kuat lho, Ma. Hal ini karena mereka sudah terbiasa melatih dan menggunakan keseluruhan otot mereka.

Sedangkan, anak yang menggunakan baby walker tidak terbiasa melatih kekuatan otot mereka. Bahkan, mereka hanya melatih otot kaki bagian bawah dan melupakan otot kaki bagian atas dan pinggul.

5. Risiko kehilangan keseimbangan

5. Risiko kehilangan keseimbangan
samitivejhospitals.com

Baby walker dilengkapi roda yang memudahkan anak untuk berjalan. Dengan adanya roda ini, anak yang baru belajar berjalan pun bisa berjalan dengan kecepatan tinggi.

Hal ini tentunya sangat berbahaya. Anak belum benar-benar memahami tubuh mereka. Risiko gagal berhenti dan kehilangan keseimbangan sangat mungkin terjadi.

6. Risiko terluka karena terjatuh lebih tinggi

6. Risiko terluka karena terjatuh lebih tinggi
Freepik/Jcomp
joker with card

Akan lebih berbahaya jika anak terjatuh saat menggunakan baby walker. Alat tersebut memang didesain untuk melindungi anak, namun desain ini justru bisa menjadi pedang bermata dua.

Pasalnya, desain baby walker justru menghambat pergerakan anak ketika harus menahan beban tubuh saat terjatuh.

Selain itu, anak bisa terjepit ataupun memar karena terbentur baby walker. Yang terburuk, kepala mereka bisa terbentuk lantai.

7. Risiko kecelakaan hingga kematian

7. Risiko kecelakaan hingga kematian
Pexels/Markus Spiske Temporausch.com

Risiko kecelakaan meningkat saat anak menggunakan baby walker. Kemudahan berjalan membuat mereka mampu mencapai tempat-tempat yang berbahaya. Anak bisa saja terjatuh dari tangga ataupun jatuh dan tenggelam di kolam renang.

Tentunya, hal ini tidak diinginkan oleh semua orang tua. Oleh karena itu, baby walker justru menuntut orangtua untuk memberikan pengawasan lebih ketika anak menggunakannya.

Itulah beberapa bahaya yang dapat timbul jika anak menggunakan baby walker.

Mama harus mempertimbangkannya sebelum memutuskan menggunakan baby walker.

Dengan adanya risiko tersebut, mungkin lebih baik Mama menuntun anak ketika mereka belajar berjalan, Ma.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.