4 Alasan Perlu Hindari Susu Kental Manis untuk Batita

Si Kecil doyan susu kental manis gak, Ma?

30 Mei 2019

4 Alasan Perlu Hindari Susu Kental Manis Batita
pixabay.com/TheUjulala

Susu adalah minuman menyehatkan dengan segudang kandungan gizi.

Sejak baru lahir, si Kecil sudah akrab dengan ASI kemudian disambung dengan susu formula saat usianya di atas 1 tahun.

Di pasaran, susu tersedia dalam aneka jenis dan bentuk.

Ada susu cair segar, susu pasteurisasi, susu bubuk, hingga aneka bentuk olahannya seperti susu kental manis dan yoghurt.

Nah, bicara soal susu kental manis, sudahkah Mama mengetahui kandungan gizinya?

Ternyata tidak sama lho, dengan susu segar atau bentuk bubuk.

Kalau si Kecil doyan banget minum susu kental manis, empat fakta di bawah ini tidak boleh Mama lewatkan. Simak yuk!

1. Kadar bahan aditif lebih tinggi

1. Kadar bahan aditif lebih tinggi
flickr.com/rbh

Setelah diseduh, sekilas susu kental manis dan susu sapi segar terlihat sama.

Warnanya putih dan tidak tembus cahaya. Tapi coba Mama cium aromanya, susu kental manis hampir tidak memiliki bau amis khas susu sapi.

Berbeda dengan susu bubuk tanpa rasa yang masih memunculkan aroma amis setelah diseduh.

Hal ini karena pembuatan susu kental manis melalui serangkaian proses evaporasi dan pengendapan.

Dalam proses tersebut memanfaatkan beberapa bahan kimia tambahan seperti pengental dan pemanis buatan.

Bagi anak usia di bawah 3 tahun, konsumsi susu kental manis kurang baik bagi sistem metabolisme yaang sedang dalam proses perkembangan.

Editors' Pick

2. Kadar gula tinggi

2. Kadar gula tinggi
an-da.ru

Sesuai namanya, susu kental manis memiliki cita rasa manis yang tidak perlu lagi ditambah gula saat menyeduh.

Bahkan anak kecil suka menjadikan susu kental manis sebagai camilan, dengan cara mencolek menggunakan jari lalu menjilatinya hingga bersih.

Pemanis buatan yang ditambahkan dalam susu kental manis ini kadarnya cukup tinggi lho, Ma!

Dilansir dari situs resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), salah satu produk susu kental manis yang beredar di pasar Indonesia memiliki kadar gula berkali lipat dari batas anjuran.

WHO menyarankan asupan gula harian anak sebaiknya tidak melebihi 10% total kebutuhan kalori.

Produk susu kental manis ini menyantumkan keterangan pada nutrition fact mengandung gula tambahan sebanyak 19 gram.

Jika dikonversi dalam kalori hasilnya adalah 76 kkal, atau setengah dari total kalori per sajian yaitu 130kkal.

Meski penelitian tersebut hanya mengambil sampel salah satu produk susu kental manis, Mama bisa menjadikannya acuan bahwa produk lain pun mengandung kadar gula yang tak berbeda jauh.

3. Kandungan protein rendah

3. Kandungan protein rendah
pixabay.com/congerdesign

Seperti yang telah dijelaskan pada poin pertama, pembuatan susu kental manis melibatkan proses penguapan (evaporasi) dan pengendapan yang bertahap.

Proses yang identik dengan suhu tinggi ini merusak struktur beberapa protein susu.

Akibatnya, kandungan protein pada susu kental manis jadi lebih rendah ketimbang bentuk susu lainnya.

4. Metode penyimpanan sederhana

4. Metode penyimpanan sederhana
commons.wikimedia.org

Seperti apa kemasan susu kental manis di pasaran yang sering Mama temui?

Biasanya dikemas dalam kaleng, sachet, atau pouch.

Harga susu kental manis pun jauh lebih murah ketimbang susu segar atau bubuk.

Hal ini didukung oleh proses pengemasan dan penyimpanan yang lebih sederhana.

Penyimpanan bahan makanan dengan kaleng berpotensi terpapar bakteri Clostridium botulinum, yang biasanya tumbuh dari logam kemasan yang berkarat.

Mulai sekarang hindari pemberian susu kental manis pada batita ya, Ma.

Boleh digunakan sedikit untuk tambahan adonan puding atau kue.

Menjadikan susu kental manis sebagai asupan pokok, jelas bukan pilihan yang tepat. 

The Latest