Bahaya Memberikan si Kecil Makan dengan Cara Dipaksa

Efeknya bisa sampai mereka dewasa lho, Ma

24 April 2019

Bahaya Memberikan si Kecil Makan Cara Dipaksa
verywellhealth.com

Bagi sebagian anak, makan merupakan rutinitas yang membosankan bahkan menakutkan. 

Bagaimana bisa? Tentu menakutkan jika mereka terus-menerus makan dengan cara dipaksa. Mungkin maksudnya baik, demi si Kecil mendapat asupan makanan yang cukup. 

Namun ternyata, hal ini bisa berpengaruh pada pribadi dan ingatan jangka panjang mereka karena makan dengan cara dipaksa sama sekali tidak ada hal positifnya. 

Berikut 5 akibat yang bisa timbul jika anak selalu makan dengan cara dipaksa:

1. Anak jadi trauma

1. Anak jadi trauma
Freepik/preechab

Mungkin ada rasa gregetan dengan si Kecil yang sulit membuka mulut, padahal ia belum makan asupan sehat di hari itu. Akhirnya, mau tak mau harus memaksa ia buka mulut dan makan. Tak apa menangis, asal makanannya masuk. 

Proses pemaksaan akan terus terekam dalam ingatan si Kecil. Akibatnya, anak bisa trauma. Bukan hanya trauma kepada proses makan, namun juga trauma dengan makanan tertentu. Terutama makanan yang dipaksa makan saat itu.

2. Memaksa makan anak bisa buat ia jadi keras kepala

2. Memaksa makan anak bisa buat ia jadi keras kepala
Odyssey
Anak tidak mau makan

Tentu kesal jika sedang disuapi namun sendok berisi makanan belum juga masuk ke mulut meski sudah seribu cara dilakukan. Akhirnya Mama membentak dan mencekoki anak untuk makan. 

Kebiasaan ini akan membentuk anak jadi keras kepala karena ia terbiasa disuruh-suruh untuk hal yang tidak (atau belum) mereka mengerti. Selain itu, si Kecil juga bisa jadi pribadi yang sensitif dan mudah depresi. 

Editors' Picks

3. Makin tidak suka makan

3. Makin tidak suka makan
stayathomemum.com.au

Pengalaman buruk ini akan menempel di kepala mereka. Makan berarti pemaksaan. Akibatnya ia jadi tidak suka makan. Perasaan dipaksa oleh orang tersayangnya membuat mereka malas mengulang momen tersebut. 

Alhasil mereka akan jadi lebih sulit jika disuruh makan. Semakin dipaksa, semakin mereka tidak mau makan. Makin repot kan, Ma?

4. Mudah berbohong

4. Mudah berbohong
Mother Nature Network

Membawa kebiasaan memaksa makan pada si Kecil, akan membuat mereka jadi anak yang suka bohong. Saat ia ditanya apakah sudah makan atau belum, dengan mudahnya mereka akan menjawab sudah. 

Karena dengan begitu, mereka bisa terbebas dari paksaan kala makan. Atau, jika sedang makan sendiri, mereka bisa saja membuang sebagian besar porsinya, sekedar agar tidak dimarahi jika makanannya tidak habis. 

Cara manipulasi lainnya adalah dengan menyembunyikan makanannya dimulut, sehingga Mama akan lebih sulit lagi memberikan mereka makan.

5. Bisa buat anak muntah

5. Bisa buat anak muntah
eggs.ca
Makanan bayi 9 bulan

Ini merupakan efek yang paling sering terjadi. Saat sendok masuk ke mulut dengan cara dipaksa, otomatis otak akan bereaksi akan kejadian tersebut. Alhasil, mereka akan mendorong makanan yang ada di mulut, yaitu jadi muntah. 

Selain muntah karena sendok, anak juga bisa muntah karena menangis. Anak-anak sudah tentu menangis jika harus melakukan hal yang tidak disukainya, termasuk saat dipaksa makan. 

Terlebih lagi jika menangisnya tak berhenti dan malah berlarut-larut. Awalnya mereka akan batuk-batuk lalu berakhir muntah. Sudah makannya sulit, ditambah memuntahkan makanan yang baru masuk. Tentu Mama akan jadi semakin pusing. 

Banyak cara yang bisa dilakukan agar mereka mau buka mulut dan menerima makanan yang ditawarkan. Hanya saja, jangan gunakan paksaan agar mereka tidak menganggap waktu makan sebagai mimpi buruk mereka. 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!