Ini Cara Menangkal Kemarahan pada Anak

Lebih baik mencegah daripada anak jadi sakit hati

5 Januari 2020

Ini Cara Menangkal Kemarahan Anak
Amazon.com

Marah merupakan sebuah ekspresi manusia. Namun saat menjadi orangtua, Mama harus pintar dalam mengendalikan kemarahan ini agar tidak jadi efek buruk bagi anak. 

Anak yang kerap dimarahi dan terkena emosi meletup-letup akan memiliki trauma pada orangtuanya. Kerenggangan, hingga kepercayaan diri yang rendah bisa dialami si Kecil. 

Maka dari itu, sangatlah penting untuk menjaga emosi saat sedang mengasuh anak. 

Disusun Popmama.com, inilah beberapa cara yang bisa menangkal kemarahan pada si Kecil.

1. Ketahui pemicu kemarahan

1. Ketahui pemicu kemarahan
Freepik

Sebelum memuntahkan segala perkataan yang tidak berkaitan dengan kesalahan si Kecil, ada baiknya untuk mengetahui apa pemicu kemarahan Mama. 

Misal, apakah saat itu Mama sedang lelah, tak enak badan, banyak pikiran dan lainnya. Beragam alasan tersebut bisa mempengaruhi suasana hati seseorang. 

Kejadian yang terasa biasa saja bisa jadi luar biasa saat suasana hati sedang berantakan. Oleh karena itu, pastikan Mama mengetahui apa penyebab sering marah dan segera menyelesaikannya.

Tak mau kan anak jadi korban dari suasana hati yang berantakan?

Editors' Picks

2. Utarakan keberatan Mama

2. Utarakan keberatan Mama
novakdjokovicfoundation

Setiap kemarahan biasanya beralasan. Jika bukan karena suasana hati Mama, berarti itu karena sikap si Kecil. 

Alih-alih langsung memarahinya tanpa memberikan mereka pengertian lebih dahulu, ada baiknya untuk mengutarakan perasaan Mama. 

Misal jika Mama tak suka saat si Kecil tak mau membereskan mainan, utarakan hal itu dengan cara yang baik dan lembut. Utarakan juga alasan mama keberatan dan bagaimana cara penyelesaiannya. 

Dengan begini, anak jadi paham apa kesalahannya. Di sisi lain, pemicu kemarahan Mama pun sudah terselesaikan dengan baik.

3. Tempatkan diri Mama sebagai sang buah hati

3. Tempatkan diri Mama sebagai sang buah hati
amotherfarfromhome.com

Pada dasarnya, tidak ada anak yang nakal. Yang ada, anak yang tidak dimengerti oleh orangtuanya. Belum tentu anak yang suka merobek kertas adalah anak nakal. 

Belum tentu juga anak yang suka main air di mana saja adalah anak nakal. Mereka hanya makhluk yang penuh dengan rasa ingin tahu. 

Daripada memarahinya, lebih baik mencari tahu alasan kenapa mereka melakukan hal itu. Saat si Kecil memecahkan gelas, tanya dahulu apa yang sebenarnya ingin dilakukannya. 

Hampir semua alasan mereka masuk akal sehingga keinginan marah pun akan sirna setelah mengetahuinya. 

4. Mundur sejenak dan lakukan me time

4. Mundur sejenak lakukan me time
romper.com

Saat kemarahan dan emosi seakan sudah tak bisa dibendung lagi, berilah jarak antara Mama dan si Kecil. Dengan cara ini, Mama bisa berpikir lebih jelas dan tenang mengenai apa yang sedang terjadi. 

Setiap orang memiliki batasannya masing-masing. Saat Mama merasa tak tahan lagi, boleh saja kok meminta pertolongan pada orang terdekat. 

Seperti contoh, Mama bisa meminta Papa mengurus anak sejenak sementara Mama mengatur emosi. Tak ada salahnya menghabiskan waktu untuk me-time sejenak. 

Jangan pernah merasa bersalah saat melakukan me-time karena Mama juga perlu menjaga kewarasan diri. Dari jiwa Mama yang sehat dan bahagia, tumbuhlah anak-anak yang sehat jiwa dan raganya. 

Wajib diingat, tak ada yang baik dari meluapkan kemarahan. Daripada menyesal telah memarahi dan meluapkan emosi pada anak, lebih baik menangkalnya. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.