Kenapa Anak Bisa Intoleransi Laktosa dan Bagaimana Menanganinya?

Setiap mengonsumsi produk susu sapi, anak pasti diare. Kenapa ya?

28 Februari 2019

Kenapa Anak Bisa Intoleransi Laktosa Bagaimana Menanganinya
Freepik

Intoleransi laktosa merupakan penyakit yang cukup banyak diderita anak-anak. Biasanya ditandai dengan efek samping seperti sakit perut dan kembung sesaat setelah mengonsumsi susu sapi dan produk turunannya. 

Sebenarnya, seperti apa penyakit yang satu ini. Apakah serius, dan apa yang harus dilakukan jika anak Mama mengalami penyakit yang satu ini. Yuk cari tahu, Ma!

1. Apa itu Intoleransi laktosa?

1. Apa itu Intoleransi laktosa
Freepik

Laktosa adalah salah satu molekul gula yang terdiri dari gabungan dua molekul gula yang lebih kecil yaitu glukosa dan galaktosa. Dibutuhkan enzim laktase untuk menyerap laktosa dalam tubuh. Karena dengan enzim inilah laktosa bisa diurai menjadi glukosa dan galaktosa.

Intoleransi laktosa adalah keadaan di mana tubuh tidak mampu menyerap laktosa atau malah menolak laktosa. Hal ini biasanya terjadi karena gangguan produksi enzim laktase pada tubuh. 

Keadaan ini tidak bisa disembuhkan. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek sampingnya.

2. Efek samping biasanya berhubungan dengan perut

2. Efek samping biasa berhubungan perut
childrenshospital.org

Efek samping dari intoleransi laktosa saat setelah mengonsumsi produk susu sapi dan turunannya:

  • mual,
  • kembung,
  • kram perut, 
  • diare

Ada beberapa orang benar-benar menolak laktosa sehingga tidak bisa mengonsumsi produk susu sapi, ada juga yang masih bisa memakan atau meminumnya namun dalam jumlah sangat terbatas. 

3. Efek terasa langsung

3. Efek terasa langsung
Freepik/slSchantalao

Efek samping dari konsumsi laktosa bagi pengidap intoleransi laktosa biasanya cukup cepat. Hanya dalam waktu 30 menit sampai 2 jam, efek samping langsung terasa.

Yang paling mudah diperhatikan adalah apakah anak Mama sering rewel atau mengeluh sakit perut setelah mengonsumsi produk susu dan turunannya. Jika iya dan mengalami efek seperti di atas, bisa jadi si Kecil juga intoleransi laktosa.

Editors' Picks

4. Penyebab intoleransi laktosa

4. Penyebab intoleransi laktosa
Freepik

Ada beberapa penyebab dari intoleransi laktosa. Yang pertama adalah intoleransi laktosa primer yaitu penurunan produksi enzim laktase seiring bertambahnya umur. Proses ini bisa berlangsung dari kecil namun efeknya baru terasa di beberapa tahun ke depan. Biasanya masalah ini terjadi karena faktor genetik.

Ada juga intoleransi laktosa sekunder yang disebabkan adanya penyakit seperti celiac, penyakit crohn, infeksi usus, dan radang usus besar. Lalu ada pula intoleransi laktosa dalam masa perkembangan dan intoleransi laktosa bawaan.

5. Diagnosis

5. Diagnosis
sophiegee.com

Dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut jika Mama ingin mengetahui jenis intoleransi laktosa yang mungkin dimiliki oleh si Kecil. Adapun berikut beberapa tes yang bisa diambil untuk mengetahui lebih detil.

Yang pertama adalah tes toleransi laktosa di mana pasien diminta mengkonsumsi makanan yang tinggi laktosa dan kemudian pasien akan diminta untuk tes darah demi melihat penyerapan dari laktosa tersebut.

Kemudian ada tes kadar hidrogen yang dicek melalui nafas. Dan terakhir ada cek keasaman feses di mana tes ini digunakan bagi mereka yang telah memiliki kondisi tidak bisa mengonsumsi laktosa dalam dosis tinggi.

6. Belum ada obat atas intoleransi laktosa

6. Belum ada obat atas intoleransi laktosa
viralko.si

Sampai saat ini belum ada obat yang bisa membuat seseorang bisa bebas dari intoleransi laktosa. Namun bisa disiasati dengan mengubah diet pola makan. Serta menjauhi aneka makanan mengandung laktosa. 

Jika selama ini terbiasa minum susu sapi,gantilah dengan susu protein nabati seperti susu kedelai atau susu almond. Jika suka keju, gantilah dengan keju vegan yang tak kalah nikmatnya.

Namun yang perlu diingat adalah karena harus menghindari produk berlaktosa, ada baiknya Mama memerhatikan asupan kalsium si Kecil. Jika tidak minum susu, pastikan untuk mengonsumsi makanan berkalsium agar perkembangan tubuhnya tetap terjaga.

Baca juga: