Waspada! Kenali Bahaya Kebiasaan Buruk Anak Mengisap Jempol

Awas bisa berbahaya nih, Ma!

21 Juni 2019

Waspada Kenali Bahaya Kebiasaan Buruk Anak Mengisap Jempol
Pixabay/MarjonBesteman

Orangtua terkadang merasa risih saat anaknya memiliki kebiasaan buruk ketika mengisap jempol. Jika dibiarkan, si Kecil akan semakin sering mengisap jempolnya sendiri bahkan saat berada di tempat umum. 

Menurut penelitian dari Palo Alto Medical Foundation (PAMF) mengatakan bahwa mengisap jempol menjadi salah satu kebiasaan yang paling umum dilakukan oleh anak kecil. Anak-anak yang akan melakukan kebiasaan buruk ini biasanya ingin berusaha menenangkan dirinya dari rasa bosan, lapar atau lelah. 

Kebiasaan mengisap jempol umumnya dilakukan pada usia 2-4 tahun yang seringkali memiliki refleks mengisap sesuatu ke mulut, salah satunya jempol. 

Perlu disadari bahwa kebiasaan buruk ini dapat memberikan efek negatif dan bahaya tersendiri. Jika Mama ingin lebih mengenal bahaya dari kebiasaan buruk anak-anak ketika mengisap jempol, tak perlu khawatir karena kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Simak dan ketahui bahayanya yuk, Ma!

1. Memicu penyebaran bakteri di dalam mulut dan infeksi pada jempol

1. Memicu penyebaran bakteri dalam mulut infeksi jempol
trimmellortho.com

Ma, saat si Kecil terbiasa mengisap jempol ke dalam mulut dapat memicu risiko terhadap kesehatannya kelak. 

Jika dibiarkan, anak mama justru dapat meningkatkan kuman dan bakteri ke dalam mulut ketika memasukkan jempol ke dalam mulut. Risiko anak untuk rentan jatuh sakit bisa lebih mudah, salah satunya sakit perut. 

Selain bakteri dapat mengganggu sistem pencernaan si Kecil, tanpa disadari bakteri di dalam mulut yang menyentuh bagian jempol juga dapat memicu reaksi kulit serta menyebabkan infeksi lain. Jempol si Kecil ada kemungkinan mengalami infeksi seperti kulit mulai memerah hingga sakit ketika perlahan-lahan disentuh. 

Jika sewaktu-waktu sudah cukup serius karena mengganggu kesehatan, ada baiknya konsultasi ke dokter lebih cepat.  

Baca juga: Cara Membantu si Kecil Berhenti Mengisap Jempol

Editors' Picks

2. Meningkatkan masalah pada kerusakan gigi dan rahang

2. Meningkatkan masalah kerusakan gigi rahang
parents.com

Dilansir dari Mom Junction, mengisap jempol yang menjadi kebiasaan anak-anak dapat memengaruhi kesehatan gigi dan rahang. Tak jarang kebisaan ini dapat menyebabkan gigi anak menjadi tonggos.  

Walau terkesan sepele, kebiasan mengisap jempol dapat meningkatkan masalah kesehatan pada anak. 

Selain itu, ada juga indikasi yang mendorong bahwa isapan jempol anak secara terus-menerus di dalam mulut dapat membuat gigi depan bagian atas menjadi tidak tersusun rata terhadap gigi lainnya. 

Baca juga: 4 Alasan Penting Mengapa Mama Harus Melarang si Kecil Menghisap Jempol

3. Kemampuan berbicara anak menjadi lebih terhambat

3. Kemampuan berbicara anak menjadi lebih terhambat
popsugar.com

Anak-anak yang dibiasakan mengisap atau mengigit sesuatu ke dalam mulutnya bisa menjadi sebuah kebiasaan tersendiri. Tak jarang kebiasaan buruk ini dapat membuat si Kecil lebih asyik sendiri dengan jempolnya yang sudah masuk ke dalam mulut, sehingga enggan untuk berbicara dengan orang lain. 

Sebagai orangtua, Mama perlu memerhatikan kondisi ini karena kebiasaan buruk ini dapat mmeicu si Kecil menjadi lebih jarang berbicara. Hal ini dikarenakan mulutnya lebih seru mengisap jempol daripada berbicara. 

Kebiasaan mengisap jempol tanpa disadari pada berpeluang dalam menghambat kemampuan bicara anak. Padahal si Kecil, seharusnya mulai dilatih untuk berbicara agar mampu menguasai banyak kosakata serta belajar melafalkan kata-kata dengan baik.

Mulai sekarang cegah kebiasaan anak mengisap jempol agar ini tidak menjadi sebuah kebiasaan buruk yuk, Ma!

Baca juga: 

4. Memicu kanker ketika jempol anak terpapar zat berbahaya

4. Memicu kanker ketika jempol anak terpapar zat berbahaya
Pixabay/Marimari1101

Ketika mengisap jempol, si Kecil seringkali menghiraukan kebersihan tangannya sendiri. Padahal jempol anak yang tidak bersih akan semakin memperburuk kesehatan tubuhnya. 

Tak jarang, sebelum mengisap jempol anak-anak sempat memegang sesuatu seperti zat-zat berbahaya yang menyebabkan racun. Mama pun harus mengetahui bahwa konsumsi zat berbahaya dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker lho, Ma. 

Untuk meminimalisir risiko ini, sebaiknya mulai membiasakan anak mama untuk tidak lagi mengisap jempol ke dalam mulut.

Baca juga: Bisa Kanker, Waspada! Jika Anak Kehilangan Berat Badan Terus-menerus

5. Berpotensi meningkatkan masalah di lingkungan sosial

5. Berpotensi meningkatkan masalah lingkungan sosial
Pexels/Pixabay

Kebiasaan buruk mengisap jempol yang tidak bisa dihilangkan dapat membuat si Kecil akan diejek oleh teman-temannya. Anak mama akan dianggap jorok karena terus mengisap jempol hingga dicap sebagai anak yang belagak seperti bayi. 

Jika dibiarkan, si Kecil akan tumbuh menjadi sosok yang minder dan kurang berani ketika tampil di depan umum. Bahkan kebiasaan buruk karena selalu mengisap jempol ini akan terbawa hingga usianya beranjak remaja. 

Kalau tidak biasa dihilangkan kebiasaan buruk ini, Mama akan semakin sulit untuk si Kecil berteman ataupun berinteraksi dengan lain. Apalagi jika kebiasaan mengisap jempol ini selalu dilakukan setiap kali berbicara dengan temannya. Tentu sangat mengganggu ya, Ma.

Itulah beberapa bahaya yang diam-diam dapat dirasakan oleh anak mama ketika kebiasaan buruk saat mengisap jempol tidak bisa dihilangkan. Mulai sekarang, yuk usahakan tetap menghilangkan kebiasaan buruk si Kecil ini!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.