Lakukan Jumpa Pers Bersama, Gading dan Gisel Khawatirkan Gempi

Menjelaskan perceraian pada anak memang tidak mudah

30 November 2018

Lakukan Jumpa Pers Bersama, Gading Gisel Khawatirkan Gempi
Instagram.com/gadiiing

Perceraian pasangan selebriti Gading Marten dan Gisella Anastasia memang cukup mengejutkan banyak pihak.

Berbagai isu miring yang menimpa rumah tangga Gading dan Gisel pun tidak dapat terelakkan. Mulai dari rumor adanya orang ketiga sampai masalah finansial.

Namun, Gading dan Gisel sendiri membantah rumor yang selama ini beredar pada jumpa pers yang digelar Rabu (28/11) malam.

Dalam jumpa pers, Gading membenarkan berita yang beredar bahwa keduanya akan berpisah. Buat Gisel, keputusan untuk berpisah sudah dipikirkan dengan baik oleh keduanya. "Usaha-usaha, pastinya sudah kami lakukan, namun memang begini hasilnya (red:bercerai)," kata Gisel. 

Apapun masalah yang terjadi dalam rumah tangga Gading dan Gisel banyak masyarakat menyayangkan terjadinya perceraian tersebut. Dan nggak sedikit orang yang mengkhawatirkan putri semata wayang mereka Gempita Nola Marten atau akrab disapa Gempi yang belum genap 4 tahun hingga hastag #SaveGempi sempat viral di media sosial. "Sedih sih, banyak yang sayang dengan keluarga kita terutama pada Gempi, hingga #SaveGempi mencuat. Namun, sampai kapan pun saya tetap Papanya Gempi dan Gisel juga Mamanya Gempi. Gempi nggak akan hilang kasih sayang dari orangtuanya," kata Gading.

Gisel mengatakan bahwa dirinya pasti akan meminimalisir semua permasalahan psikologis yang mungkin didapat oleh anak atas perpisahan orangtuanya.

Dalam hal ini Gisel akan mengikuti perkembangan Gempi dan tidak memaksanya untuk mengerti.

"Perlu waktu dan itu nanti kita ngikutin perkembangan anaknya aja. Jangan kita paksa paksain anaknya, dia juga nggak ngerti apa-apa" tuturnya lagi.

Bagi seorang anak yang terbiasa bersama orangtuanya dalam satu rumah, mungkin akan bingung saat perpisahan itu terjadi.

Lalu, bagaimana cara orangtua bisa menjelaskan kepada anak tentang keputusan bercerai yang diambil oleh orangtuanya?

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut Popmama.com telah melansir dari Parents mengenai 5 tips mengatakan masalah perceraian pada anak.

1. Ciptakan rasa persatuan

1. Ciptakan rasa persatuan
Freepik/pressfoto

Orangtua harus mengajak anaknya duduk bersama dan menjelaskan situasi yang terjadi.

Jelaskan bahwa keputusan itu sudah menjadi kesepakatan bersama dan yang terbaik bagi semuanya.

Demi kestabilan emosional anak, yakinkan bahwa orangtuanya masih bisa bersatu dan berkerjasama sebagai tim untuk membesarkannya.

2. Beritahu seluruh anggota keluarga

2. Beritahu seluruh anggota keluarga
Rawpixel

Jika memiliki lebih dari satu anak, orangtua harus memberikan pengertian secara individual kepada masing-masing anak.

Umumnya anak sulung akan lebih mengerti dibandingkan dengan anak bungsu. Tetapi orangtua perlu mengantisipasi jika si Sulung tidak menerima perceraian dengan baik, bisa saja ia akan mempengaruhi adiknya.

Jelaskan dengan pengertian yang sesuai dengan usia dan karakter anak, jagan sampai mereka salah mengerti.

Editors' Picks

3. Rencanakan apa yang ingin dikatakan

3. Rencanakan apa ingin dikatakan
iaspaper.net

Persiapkan dengan matang apa yang ingin dikatakan kepada anak supaya mereka lebih mudah mengerti. Jangan sampai pernyataan dari kedua orangtua bertolak belakang dan anak menjadi bingung.

Cobalah menggunakan kalimat yang sesuai didengarkan oleh anak, kemudian sampaikan poin-poin tersebut secara secara bergantian.

4. Terimalah apapun reaksi anak

4. Terimalah apapun reaksi anak
Pexels/Luis Quintero

Sudah sewajarnya ketika tahu orangtua akan berpisah, anak menunjukan reaksinya. Bisa saja anak menangis, berteriak, atau membanting pintu dan mengunci kamar.

Coba baca isyaratnya untuk menentukan apakah anak hanya perlu waktu untuk memahami keadaan atau membutuhkan pelukan dan tindakan khusus agar tidak terpuruk terus menerus. Karena setiap orangtua pasti tau yang terbaik untuk anaknya.

Baca juga: 10 Potret Kebersamaan Gempi Sejak Kecil Bersama Gisel-Gading

5. Lakukan percakapan sesering mungkin

5. Lakukan percakapan sesering mungkin
instagram.com/gadiiing

Anak pasti membutuhkan waktu untuk mengerti dan memahami apa yang terjadi dalam keluarganya. Agar tetap dekat dengan anak, orangtua harus terus menjalin komunikasi yang baik.

Seorang psikolog, William Doherty, Ph.D., direktur program pernikahan dan terapi keluarga di University of Minnesota mengatakan diskusi pertama sangat membuka peluang untuk memulai dialog selanjutnya antara orangtua dan anak.

Jawablah pertanyaan anak dengan jujur, beritahu apa yang sebenarnya diketahui dan tidak diketahui. Dengan begitu anak akan lebih percaya pada orangtua.

Nah, itulah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orangtua saat mengatakan masalah perceraian pada anak.

Baca juga: Kumpulan Foto Keluarga Gading Marten yang Ada di Instagram Gisel