7 Jenis Batuk yang Bisa Menyerang si Kecil

Ini dia penjelasan mengenai beberapa jenis batuk yang dapat mengganggu kesehatan si Kecil

29 Januari 2019

7 Jenis Batuk Bisa Menyerang si Kecil
cincinnatifamilymagazine.com

Batuk memiliki tanda-tanda seperti ingin mengeluarkan sesuatu dari mulut dan menyebabkan suara serak yang keras dan berat.

Saat Mama melihat si Kecil mengalami hal tersebut, hal pertama yang biasanya terlintas dalam otak pastilah kemungkinan bahwa si Kecil menunjukkan gejala sakit flu atau tenggorokan, bukan?

Karena itu, Mama pun langsung menyigapinya dengan memberinya air putih hangat.

Tak jarang, Mama turut memberi obat batuk atau bahkan obat flu maupun sakit tenggorokan.

Sayangnya, hal tersebut sebenarnya dapat berdampak buruk bagi kesehatan si Kecil.

Batuk bukanlah reaksi fisik yang terlalu sederhana sehingga dapat disimpulkan begitu saja sebagai gejala penyakit tertentu.

Para dokter menyebut bahwa batuk pada anak juga memiliki kencenderungan jenis penyakit lainnya yang patut diperhatikan.

Untuk itu, dilansir dari parents.com, berikut beberapa jenis batuk yang harus Mama ketahui di bawah ini, berikut dengan solusi yang bisa Mama terapkan sebagai pertolongan awal sebelum membawanya ke dokter lebih lanjut.

1. The Barking Cough

1. The Barking Cough
authorityremedies.com

Jenis batuk yang disebut dengan nama The Barking Cough ini memiliki kecenderungan bereaksi di sela-sela waktu tidur si Kecil.

Awalnya, si Kecil akan mengalami kesulitan dalam bernapas saat posisi tidur karena hidung yang mampet. 

Menurut dunia medis, hal ini disebabkan karena virus yang menyebabkan radang di laring (kotak suara) atau trakea (tenggorokan).

Kondisi ini berpotensi dialami oleh anak kecil dalam rentang umur 6 bulan sampai 3 tahun.

Sebagai solusi, seorang konsultan kesehatan sekaligus editoruntuk American Academy of Pediatrics Baby and Child Health menyarankan agar Mama melakukan pertolongan pertama dengan dua pilihan yaitu, membawa si Kecil untuk keluar dari kamar dan menghirup udara yang mampu membantu alur pernapasan, atau menyalakan mesin uap air di dalam kamar si Kecil selama 15 - 20 menit agar udara hangat dapat membantu pernapasannya.

2. The Phlegmy Cough

2. The Phlegmy Cough
allenallergy.com

Saat si Kecil mengalami The Phlegmy Cough, ia bukan hanya akan menunjukkan reaksi batuk yang cenderung terdengar mucousy.

Sebaliknya, ia akan mengalami banyak hal yang tidak enak, seperti hidung ingusan, mata berair, serta nafsu makan berkurang.

Selain itu, ia akan mengeluh mengenai tenggorokannya yang sakit.

National Institute of Allergy and Infectious Diseases menyimpulkan bahwa hal ini biasanya disebabkan karena cuaca dingin, di mana hal ini menjadi bagian dari gejala demam yang normal.

Biasanya, si Kecil yang terkena jenis batuk ini akan mengalaminya selama 2 minggu paling maksimal.

Sebagai pertolongan pertama, Mama disarankan untuk menggunakan saline nose drops atau tetesan air garam untuk hidung agar jumlah lendir atau ingus berkurang.

Setelah itu, usap tubuh si Kecil dengan handuk yang direndam dengan air hangat. Hal ini akan mengurangi sakit batuk yang dideritanya.

3. The Dry, Nighttime Cough

3. The Dry, Nighttime Cough
homeremediesfororalthrush.com

Jenis batuk ini disebut mengalami titik terparah  pada malam hari dengan kondisi tenggorokan si Kecil yang kering. Setelah itu, tidak ada tanda-tanda fisik lain yang mengikutinya.

Menurut seorang asisten profesor pediatri di Rumah Sakit Anak-anak Cleveland Clinic bernama Debbie Lonzer, M.D., hal ini disebabkan karena "Lendir di paru-paru membuat sedikit gelitik." Karena itu, ada kemungkin jenis batuk ini menandakan gejala asma atau penyakit kronis lainnya.

Atas dasar itu, membawa si Kecil langsung ke dokter merupakan pertolongan pertama yang tidak boleh ditunda-tunda.

Editors' Picks

4. The Miserable Cough

4. The Miserable Cough
namanduoc.com

The Miserable Cough merupakan jenis batuk yang memberi efek tidak enak bagi tubuh, seperti demam tinggi, nyeri otot dan sulit bernapas. Suara batukpun cenderung terdengar serak. 

Dunia medis menjelaskan bahwa hal ini disebabkan karena virus yang menyerang sistem pernapasan secara langsung, seperti Influenza, di mana anak-anak terkategorikan rentan untuk penyakit ini.

Maka dari itu, Mama ditegaskan untuk langsung membawa si Kecil yang menderita jenis batuk ini ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam perjalanan ke dokter, Mama jangan lupa untuk memberi si Kecil banyak minum air hangat, ya!

5. The Wheezy, Gurgly Cough

5. The Wheezy, Gurgly Cough
todaysparent.com

Jenis batuk ini biasanya ditandai dengan suara yang sangat serak dan disertai dengan tubuh si Kecil yang menggigil kedinginan dan cara bernapas yang terlalu cepat.

Selain itu, keadaan psikologi pun akan terganggu di mana si Kecil cenderung mudah marah. 

Menurut seorang profesor klinik pediatri di University of Southern California, di Los Angeles bernama Allan Lieberthal, M.D., jenis batuk ini dapat menjadi gejala dari Bronkitis atau infeksi saluran pernapasan terkecil di paru-paru yang bernama Bronkiolus.

Biasanya, hal ini disebabkan karena virus sinsitial pernapasan (dikenal dengan RSV) yang sering menyerang bayi, khususnya di saat cuaca cenderung dingin.

Sebagai bentuk penanganan, membawa si Kecil langsung ke dokter merupakan satu-satunya cara terbaik yang harus Mama lakukan tanpa menunggu apa pun itu.

Kesehatannya terancam dan harus dilakukan tindakan lebih lanjut sesegera mungkin.

6. The Whoopy Cough

6. The Whoopy Cough
newkidscenter.com

Berlangsung selama setidaknya satu minggu, jenis batuk ini akan membuat si Kecil mengalami batuk dalam jumlah yang banyak hingga lebih dari 20 kali setiap harinya.

Alhasil, gangguan pernapasan akan dideritanya, di mana hal ini ditandai dengan suara yang aneh saat menghirup udara.

Dalam dunia medis, jenis batuk ini disebabkan karena bakteri bernama Pertusis yang menyerang lapisan saluran pernapasan sehingga menghasilkan penyempitan sekaligus peradangan yang buruk.

Kondisi ini sering diderita oleh anak kecil sejak berusia 2 bulan hingga 6 tahun.

Sekali lagi, jenis batuk ini tidak dapat ditoleransi dengan pertolongan pertama secara independen oleh Mama.

Saat mengalami batuk jenis ini, si Kecil membutuhkan antibiotik dan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Baca juga: Tips Memilih Obat Batuk yang Ampuh untuk Anak

7. The Really Gross Cough

7. The Really Gross Cough
news.psu.edu

Dari namanya saja, jenis batuk ini sudah pasti memberi tanda-tanda yang kotor.

Pasalnya, dengan keadaan tubuh yang kedinginan, si Kecil yang menderita jenis batuk ini akan mengeluarkan sesuatu yang basah dan phlegmy.

Hal tersebut dibarengi dengan cara bernapas yang terlalu cepat untuk seorang anak kecil.
 
Menurut Debbie Lonzer, M.D., jenis batuk yang disebutnya sangat buruk ini disebabkan karena virus atau bakteri Penumonia yang menyerang paru-paru dan menyebabkan paru-paru penuh dengan cairan.

Sebagai penanganan yang baik, Mama sangat dianjurkan untuk membawanya ke dokter untuk menjalankan pemeriksaan yang meliputi X Ray, oxygen-saturation test, dan pemberian antibiotik.

Jika kondisinya dikategorikan sangat buruk, maka si Kecil akan menjalani rawat inap.

Untuk itu, Mama sangat diharapkan untuk peka dalam mencermati setiap tanda-tanda dari ketujuh jenis batuk di atas. Tidak semuanya mengacu pada penyakit flu atau sakit tenggorokan biasa.

Jadi, jangan langsung memberinya sembarang obat, sebelum benar-benar mengetahui penyakit yang dideritanya karena batuk.

Baca juga: Begini Cara Bedakan Batuk Pilek Biasa dan Alergi pada Batita

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!