Menurut Psikolog, Ini Tips agar si Kecil Nyaman dengan Pengasuh Baru

Dibutuhkan kesabaran dan waktu yang nggak instan, Ma

25 Oktober 2019

Menurut Psikolog, Ini Tips agar si Kecil Nyaman Pengasuh Baru
Kidsgourmet.com

Jika Mama terbiasa dibantu seorang pengasuh anak untuk membantu merawat si Kecil, tentu pengalaman seperti ini menjadi banyak pembicaraan.

Mulai dari timbulnya kekhawatiran tersendiri apakah anak merasa nyaman atau tidak, hingga drama anak tak mau ditinggal.

Jika si Kecil sudah terbiasa dengan pengasuh lamanya namun tiba-tiba harus digantikan dengan pengasuh yang baru, biasanya ia akan membutuhkan waktu lama lagi untuk beradaptasi agar anak bisa nyaman dengan pengasuh barunya.

Sebab pada awal berkenalan dengan pengasuh baru, biasanya si Kecil akan menolak untuk berinteraksi dengan pengasuh. Lama proses adaptasi ini memang sangat wajar, sebab prosesnya memang berbeda pada tiap anak dan tergantung dengan usianya anak itu sendiri.

Seperti kata Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana yang ditemui dalam acara Popmama Parenting Academy 2019 di Summarecon Mall Serpong beberapa waktu lalu, ia menyebutkan, "Apalagi usianya 1-2 tahun itu butuh waktunya lebih lama justru. Kalau 3 tahun keatas kan bisa diajak berbicara, cara-cara pendekatannya juga lebih banyak kreasinya."

Nah, untuk membuat si Kecil lebih nyaman dengan pengasuh baru, ada baiknya Mama mengetahui 5 cara yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini berdasarkan informasi dari psikiater anak. Disimak ya, Ma!

1. Pastikan memilih dari sumber yang terpercaya

1. Pastikan memilih dari sumber terpercaya
Freepik/Prostooleh

Urusan memilih pengasuh anak tentu bukan hal sembarangan, dibutuhkan keseriusan orangtua dalam mencarikan pengasuh terbaik untuk membantu merawat sang buah hati.

Cara ini bisa Mama lakukan dengan menghubungi sumber terpercaya seperti jasa penyedia pengasuh anak yang sudah terjamin atau terbukti pengalamannya.

Seperti kata Vera Itabiliana, "Pastikan dari sumber yang terpercaya yang recommended, yang memang sudah terbukti ada orang memang memakai jasa disitu baik-baik aja. Terus tanya pengalamannya."

Jadi tidak sembarangan memilih ya, Ma. Pastikan memiliki kualitas dan pengalaman yang sesuai untuk membantu merawat si Kecil nanti.

Editors' Picks

2. Lakukan wawancara kepada calon pengasuh

2. Lakukan wawancara kepada calon pengasuh
Pexels/Mentatdgt

Sebelum memutuskan memilih calon pengasuh baru untuk si Kecil, Mama dan Papa sebaiknya melakukan wawancara mendalam kepada pengasuh terkait pengalamannya.

Vera menyebutkan bahwa setiap orangtua ada baiknya melakukan wawancara yang benar-benar memuaskan rasa ingin tahu kita dan membuat kita yakin.

Hal ini agar Mama juga bisa tenang melepaskan si Kecil dirawat oleh pengasuh baru tersebut.

3. Informasikan soal pengasuh baru dari jauh hari

3. Informasikan soal pengasuh baru dari jauh hari
Freepik

Untuk poin satu ini tak kalah penting Ma. Jika Mama memutuskan menyewa jasa pengasuh anak, ada baiknya Mama memberitahu si Kecil dari jauh-jauh hari. Hal ini agar ia tidak kaget dan takut akan kehadiran orang baru yang tibat-tiba saja harus ikut merawatnya.

"Nah, persiapannya buat si Anak ya semaksimal mungkin dalam waktu yang sempit bisa diterangkan," begitu ungkap Vera menjelaskan.

Jadi saat Mama memutuskan menyewa jasa pengasuh anak, atau pengasuh si Kecil yang lama terpaksa harus pulang, maka cara terbaik adalah dengan menjelaskan pada anak akan ada pengasuh baru yang nantinya akan ikut merawatnya.

4. Tanyakan kepada si Kecil mengenai pengasuh barunya

4. Tanyakan kepada si Kecil mengenai pengasuh barunya
Freepik/senivpetro

Setelah Mama dan Papa sudah yakin dengan pengasuh baru yang telah dipilih, Vera menyebutkan langkah selanjutnya adalah tanyakan langsung pada sang buah hati yang akan bersama pengasuhnya nanti.

Tanyakan apa ia merasa baik-baik saja dan nyaman dengan pengasuh barunya atau tidak. Jika anak merasa nyaman tandanya ia mulai biasa menerima pengasuh barunya, namun sebaliknya jika anak rewel dan tak mau jauh dari Mama, berarti dibutuhkan waktu lebih lama lagi untuk beradaptasi.

5. Jangan langsung meninggalkan si Kecil

5. Jangan langsung meninggalkan si Kecil
Freepik

Jika usia si Kecil masih 1-3 tahun, ada baiknya si Kecil diberikan pengawasan atau menemaninya selagi masa adaptasi dengan pengasuh baru. Hal ini agar ia tidak merasa cemas dan tak nyaman karena tidak ada orang yang ia kenal disekitarnya.

Seperti yang Vera jelaskan, "Jadi nggak langsung ditinggal berdua sama si mbak yang baru. Anaknya kan butuh kenalan dulu, kalau bisa ada sosok yang anaknya kenal ada disitu."

Pada usia toddler, tentu anak lebih membutuhkan waktu adaptasi lebih lama dari anak yang usianya sudah lebih besar. Hal ini karena anak kecil akan merasa lebih cemas dan takut akan kehadiran orang baru, oleh karena itu mendampingi si Kecil saat bersama pengasuh baru adalah cara tepat untuk membantunya beradaptasi.

Itulah cara terbaik yang bisa Mama lakukan untuk membuat si Kecil nyaman dengan pengasuh barunya. 

Tetap perlu diingat bahwa proses adaptasi tersebut akan berbeda-beda pada setiap anak, tidak instan mereka akan langsung dekat dan nyaman. Jadi dibutuhkan kesabaran dalam melewati proses adaptasi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.