Penyebab Dermatitis Atopik pada Anak dan Cara Mencegah Pemicunya

Anak alami ruam akibat alergi? Mungkin dermatis atoptik, Ma

17 November 2020

Penyebab Dermatitis Atopik Anak Cara Mencegah Pemicunya
parents.com

Permasalahan kulit memang sering kali terjadi pada usia batita dan balita, tak jarang ketika si Kecil mulai alami permasalahan ada kulitnya membuat banyak orangtua merasa khawatir dan bingung harus melakukan apa.

Ada banyak permasalahan kulit yang sering menimpa buah hati, salah satunya ruam alergi atau biasa disebut dengan dermatitis atoptik (D.A). Apakah si Kecil pernah alami hal ini, Ma?

Jika iya, itu berarti si Kecil alami alergi dalam bahasa medis ialah dermatitis atoptik, yang mana ini merupakan kondisi peradangan kulit kronis dan menahun, disertai gatal yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak.

Ketika anak alami ruam alergi, ini bisa sangat mengganggu si Kecil karena rasa gatal yang sering kali membuatnya rewel bahkan sampai tak bisa tidur. Untuk itu diperlukan penanganan segera ketika anak Mama mulai alami tanda-tanda ruam alergi tersebut.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini Popmama.com telah menyiapkan informasi penting mengenai penyebab serta cara menangani ruam alergi atau dermattitis atoptik yang biasa terjadi pada bayi dan anak-anak.

Disimak agar tak salah menanganinya ya, Ma!

Editors' Picks

1. Penyebab dermatitis atoptik

1. Penyebab dermatitis atoptik
momjunction.com

Dermatitis atoptik atau disebut eksim merupakan kondisi di mana kulit meradang dan timbulkan kemerahan, kering, gatal yang diserta bentol pada kulit.

Dermatitis atoptik sendiri diketahui sebagai salah satu bentuk alergi kulit yang sampai saat ini masih belum diketahui pasti apa penyebab atau pemicunya. Bahkan ada pula penderita yang bisa tiab-tiba mengalami ini tanpa pemicu terlebih dahulu.

Namun kebanyakan anak yang alami dermatitik atoptik biasanya memiliki alergi atopi dalam bentuk lainnya. Misalnya, asma akibat udara dingin yang membuat kulitnya menjadi lebih sensitif. 

Selain akibat udara, biasanya ini dipicu dari makanan dan tungau debu dalam rumah. Untuk makanan, yang biasanya membuat munculnya ruam alergi pada si Kecil ialah telur, susu, gandum, kedelai, dan kacang tanah. 

Sementara untuk tungau debu rumah biasanya terhisap oleh anak ketika bermain dan memicu timbulnya ruam pada kulit yang sebelumnya sudah pernah timbul ruam, dan bisa juga memicu ruam baru di area kulit lainnya.

Tak hanya terhirup tungau debu rumah, ruam alergi juga bisa ditimbulkan ketika si Kecil melalui kontak fisik dengan kulitnya seperti menyentuh bulu binatang dan spora jamur juga bisa juga memicu timbulnya ruam alergi.

2. Gejala si Kecil alami dermatitis atoptik

2. Gejala si Kecil alami dermatitis atoptik
webmd.com

Meski dermatitis atoptik sendiri bukanlah penyakit bahaya dan menularkan, namun rasa gatal yang dirasakan membuat si Kecil merasa tak nyaman menjalani kegiatan hariannya. Bahkan ini ering kali menjadi pemicu anak tak bisa tidur saat malam hari, Ma.

Sebelum memberikan pengobatan untuk dermatitik atoptik pada anak, Mama perlu mengetahui tanda-tanda atau gejala ketika ia mulai alami dermatitis atoptik. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Kulit kering, bersisik, dan gatal.
  2. Ruam yang muncul tiba-tiba.

  3. Sulit tidur karena kulit terasa sangat gatal.
  4. Ruam muncul di kulit kepala, dan wajah. Pada wajah biasanya muncul di area pipi.

  5. Kulit akan bersisik dan retak, retakan pada kulit ini dapat meneteskan cairan.

  6. Rasa gatal yang tak tertahankan di area kulit yang meradang.

  7. Munculnya infeksi akibat menggaruk kulit hingga terluka.

  8. Kulit di area yang terkena menjadi lebih terang atau lebih gelap.

  9. Ruam terdapat di lipatan siku, lutut, leher, pergelangan tangan, kaki, atau lipatan bokong.

  10. Permukaan kulit bergelombang karena ada penebalan kulit akibat gatal.

3. Pencegahan dan pengobatan

3. Pencegahan pengobatan
Freepik

Saat anak alami ruam alergi ini, jangan langsung panik ya, Ma. Sebab ini bukanlah penyakit bahaya dan menular, jadi fokuslah pada pencegahan dermatitis atopik pada anak dan bagaimana meredakan gejalanya saat sedang kambuh.

Berikut yang bisa Mama lakukan di rumah ketika si Kecil alami dermatitis atoptik, diantaranya:

  1. Mama bisa singkirkan pemicu iritasi yang memicu rasa gatal pada kulitnya. Bersihkan juga lingkungan rumah karena meski terlihat bersih, debu dan jamur bisa saja menempel pada tempat-tempat yang sering digunakan anak bermain.
  2. Mandikan si Kecil menggunakan sabun lembut yang mengandung pH netral. Mama juga bisa mencuci pakaian menggunakan deterjen dan dibilas dengan baik karena sisa deterjen bersifat pemicu iritasi.
  3. Saat memandikan anak, hindari penggunaan sabun yang mengandung pewarna dan pewangi karena bisa mengiritasi kulit. Hindari juga penggunaan sabun antiseptik karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal.
  4. Kompres kulitnya dengan handuk atau kain lembut yang sudah direndam air hangat. Cara mudahnya Mama bisa memandikan si Kecil menggunakan air hangat untuk meradakan ruam alergi.
  5. Mengenakan pakaian yang menyerap keringat juga mampu meredakan ruam alergi pada anak. Berikan pakaian yang berbahan lembut, sejuk, dan dapat menyerap keringat, misalnya bahan katun.
  6. Gunakan obat dan pelembab khusus. Saat di rumah saja, Mama bisa mengonsultasikan pada dokter secara online, obat khusus apa yang bisa digunakan oleh anak. Sebab pengobatan dermatitis atoptik berbeda-beda, tergantung keparahan gejala. Selain obat, pelembab yang menganduk bahan aktif yang bisa digunakan oleh anak diantaranya: Glycerin, Alpha hydroxy acid (AHA), Hyaluronic acid, Lanolin, Petrolatum atau petroleum, Stearic acid, Bahan alami, seperti minyak zaitun dan shea butter.

Itulah yang bisa Mama lakukan di rumah ketika si Kecil mulai menunjukkan gejala ruam alergi pada kulitnya. Namun jika semua cara sudah dilakukan dan tak membuat kondisinya membaik, Mama bisa langsung mengonsultasikan ini pada dokter.

Sudah tahu kan Ma, penyebab dermatitis atopik pada anak. Semoga bermanfaat dan semoga si Kecil selalu dalam keadaan sehat ya, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.