5 Tips Seru Membacakan Cerita pada Balita, Bisa Gunakan Aksesori!

Jadikan baca cerita ajang interaksi yang menyenangkan

27 Januari 2022

5 Tips Seru Membacakan Cerita Balita, Bisa Gunakan Aksesori
Pexels/Mikhail Nilov

Membacakan buku cerita jadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan para orangtua saat bersama buah hatinya. Selain untuk meningkatkan bonding, membacakan cerita juga bisa meningkatkan kemampuan anak lho!

Untuk lebih menarik perhatian anak balita saat mendengarkan cerita yang Mama bacakan, maka cara mudah yang bisa dilakukan adalah menggunakan peraga seperti boneka tangan mau pun aksesoris lainnya.

Selain itu, berikut Popmama.com rangkumkan cara lainnya yang seru dan menyenangkan dalam membacakan cerita pada anak balita. Mama sudah pernah mencobanya?

1. Kuasai lebih dulu cerita yang akan Mama bacakan

1. Kuasai lebih dulu cerita akan Mama bacakan
Freepik

Sebelum memulai membacakan buku cerita pada anak, ada baiknya Mama atau Papa lebih dulu membaca buku tersebut. Tujuannya adalah agar Mama bisa lebih santai dalam membacakan cerita tersebut pada si Kecil.

Dengan pembawaan yang santai dan tidak kaku, tentunya akan lebih menarik perhatian anak untuk mendengarkan. Jalan cerita yang dibacakan pun akan ikut mengalir dengan suasana yang Mama buat bersamanya.

Editors' Picks

2. Melatih intonasi suara

2. Melatih intonasi suara
Freepik/juraiwanr

Jika melihat dan mendengar para pendongeng Tanah Air, mereka biasanya akan menekankan kata-kata yang perlu ditekankan dengan intonasi yang unik. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian anak agar terfokus pada cerita yang sedang mereka dengarkan.

Nah, cara ini juga bisa lho Mama terapkan untuk memulai bercerita pada si Kecil. Caranya adalah dengan melatih intonasi suara dan menentukan bagian mana yang akan ditekankan bacaannya. 

Untuk lebih menarik perhatian balita, maka Mama bisa melakukan peniruan mimik wajah dari dialog yang dibacakan. Dengan begitu, anak pun bisa sembari belajar memahami maksud dari setiap kata yang Mama bacakan.

3. Siapkan aksesori pendukung

3. Siapkan aksesori pendukung
Freepik/gpoInstudio

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, menyediakan peraga atau aksesoris pendukung cerita bisa menjadi poin plus untuk menarik perhatian anak balita. Agar membaca buku cerita tidak monoton, Mama bisa membacakannya sembari membawa boneka tangan, atau aksesoris lain yang bisa dimanfaatkan di rumah sebagai pelengkap jalan cerita.

Nggak sekadar bercerita, menggunakan alat peraga atau aksesoris pendukung ini juga akan memudahkan anak untuk meningkatkan imajinasi si Kecil. Sehingga mereka pun bisa merasakan manfaat bercerita dengan lebih baik.

4. Lakukan kontak mata

4. Lakukan kontak mata
Freepik

Usia balita biasanya lebih sulit untuk fokus akan sesuatu hal yang monoton, itulah mengapa membacakan buku cerita perlu diiringi dengan hal-hal menarik seperti adanya peraga, atau buku cerita yang penuh warna.

Nah, untuk tetap melatih fokus anak pada cerita yang sedang Mama bacakan, cobalah untuk sesekali melakukan kontak mata untuk melihat respon anak pada buku yang sedang dibacakan. Kontak mata juga bisa membantu anak terus memerhatikan jalan cerita yang sedang didengarkannya.

5. Ajak anak berinteraksi

5. Ajak anak berinteraksi
Freepik/gpointstudio

Meski tujuannya adalah membacakan cerita, namun buatlah kegiatan ini menjadi ajak interaksi yang menyenangkan. Misalnya saja dengan mengajak anak berinteraksi di tengah-tengah cerita.

Misalnya saja melontarkan pertanyaan seperti, "Wah, kira-kira Kancil itu akan di makan oleh Buaya nggak ya?" Anak pun akan menjawab pertanyaan tersebut dan bisa Mama timpali kembali sebelum melanjutkan cerita.

Itu tadi tips seru dalam membacakan cerita pada anak balita. Selain kelima tips di atas, Mama punya tips tersendiri nggak nih yang lebih seru saat bercerita dengan si Kecil? Yuk, bagikan tips seru versi Mama di kolom komentar!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk