Sering Makan Es Krim Bikin Sakit Amandel? Benar Nggak, Ya!

Bukan hanya bikin batuk, kebanyakan konsumsi es krim bisa bikin masalah lainnya

2 Januari 2019

Sering Makan Es Krim Bikin Sakit Amandel Benar Nggak, Ya
flickr.com

Si Kecil lagi keseringan makan es krim? Coba deh Ma, pelan-pelan dikurangi. Terlalu sering mengonsumsi es krim ternyata bukan hanya mengakibatkan batuk atau pilek saja lho. Bisa jadi anak mama mengalami amandel hingga menurunnya kekebalan tubuh.

Agar Mama bisa mengantisipasi permasalahan kesehatan yang ditimbulkan dari terlalu banyak makan es krim pada anak, berikut ini penjelasan dari Dr. Vika Aryan Sari, Sp.THT, Dokter Spesialis Telinga, Hidung & Tenggorokan dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi mengenai amandel serta beberapa permasalahan kesehatan yang disebabkan dari terlalu sering makan es krim ya.

Kenapa terlalu sering makan es krim bisa menyebabkan permasalahan pada tenggorokan?

Kenapa terlalu sering makan es krim bisa menyebabkan permasalahan tenggorokan
Pixabay/Alexas_Fotos

Menurut dokter Vika, minuman dingin atau makanan dingin seperti es krim jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan penyakit radang amandel yang ditandai dengan sulit menelan.

Oleh sebab itu, saat merasakan tanda-tanda ini sebaiknya kita mengurangi es krim atau makanan dingin lainnya.

“Pada dasarnya penyebab radang amandel adalah infeksi atau masuknya kuman berupa virus atau bakteri. Tetapi ada hal-hal yang memudahkan masuknya kuman-kuman tersebut, seperti pergantian cuaca, udara yang kotor yang dapat menurunkan kekebalan tubuh kita juga makanan-makanan tertentu seperti es, es krim, permen dan makanan yang terlalu manis. Jadi benar, bahwa es dapat membuat radang amandel karena bersifat iritatif dan memudahkan masuknya kuman,” terang dokter Vika.

Bagaimana cara mendeteksi jika kita mengalami radang amandel?

Bagaimana cara mendeteksi jika kita mengalami radang amandel
Freepik/bearfotos

Radang pada amandel atau disebut dengan tonsillitis, merupakan infeksi yang terjadi pada tonsil, kelenjar getah bening di bagian belakang tenggorokan.

Peradangan ini ditandai dengan batuk, sakit kepala, nyeri saat menelan, mual, sakit di sekitar leher, pilek, dan juga demam.

Penyebab radang amandel atau tonsilitis pada umumnya adalah virus dan selebihnya disebabkan oleh bakteri.

Editors' Picks

Lalu, Bagaimana dengan Pengobatannya?

Lalu, Bagaimana Pengobatannya
Pixabay/qimono

Saat si Kecil mulai merasa tanda-tanda seperti di atas, Mama jangan langsung panik ya.

Jika amandel disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik bisa digunakan untuk mengobati radang pada amandel.

Selain dengan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan istirahat yang cukup ya Ma. Mengonsumsi makanan yang lunak, banyak minum air putih, serta diberikan obat untuk mengurangi gejala yang ada.

Bila amandel yang tergolong parah dan kerap kambuh, biasanya dokter terpaksa akan melakukan operasi pengangkatan amandel untuk mengatasi hal tersebut.

Apakah Radang Amandel Bisa Dicegah?

Apakah Radang Amandel Bisa Dicegah
Pixabay/Myriams-Fotos

Tentu bisa Ma! Pencegahan penyebaran bakteri yang menyebabkan amandel dapat dilakukan dengan selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek, dan memakai masker saat berada di tempat umum.

Dengan selalu menjaga kebersihan dan membatasi mengonsumsi makanan manis maupun makanan atau minuman dingin pada anak, Mama dapat meminimalisir terjadinya peradangan pada anak maupun anggota keluarga lainnya.

Ups, termasuk Mama juga ya, harus jadi contoh yang baik pada semua anggota keluarga dengan menghindari penyakit radang amandel. Apalagi cuacanya lagi rentan penyebaran bakteri nih. 

You can do it!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!