7 Cara Memilih Daycare yang Bagus untuk Anak

Kecermatan dalam memilih daycare harus Mama lakukan!

26 Agustus 2019

7 Cara Memilih Daycare Bagus Anak
Pixabay/Geralt

Bagi Mama yang bekerja dan belum menemukan baby sitter yang cocok untuk anak, menitipkan anak ke daycare bisa menjadi solusi.

Sebab, daycare bukan hanya menjadi tempat penitipan anak, tetapi juga menjadi tempat belajar berbagai macam hal, termasuk cara anak bersosialisasi.

Mama yang tertarik untuk menitipkan anak ke daycare, patut mempertimbangkan beberapa hal saat memutuskan pemilihan tempat daycare.

Dilansir dari healthy children dan beberapa sumber lainnya, berikut cara memilih daycare yang bagus untuk anak:

1. Lokasi yang tak jauh dari rumah atau tempat kerja

1. Lokasi tak jauh dari rumah atau tempat kerja
Freepik/Pharmkwan_sj

Hal pertama yang harus Mama perhatikan adalah lokasi dari daycare itu sendiri. Mama disarankan untuk menitipkan anak di daycare yang tak jauh dari rumah atau kantor.

Sebab, selain efisiensi waktu, Mama bisa menjenguk anak sesekali pada jam-jam yang memungkinkan Mama untuk menjenguknya.

Saat ada keadaan darurat pun, Mama bisa dengan segera menjemput atau berada di dekat buah hati tercinta.

2. Memiliki izin usaha

2. Memiliki izin usaha
Freepik

Sudah menemukan daycare yang dekat dengan rumah atau kantor Mama? Sekarang saatnya cek izin usahanya Ma.

Mama disarankan untuk memilih daycare yang memegang izin usaha demi Dengan adanya izin usaha, tanggung jawab pihak daycare kepada keamanan anak akan lebih terjaga dan lebih dapat dipertangungjawabkan.

Editors' Picks

3. Jumlah pengasuhnya berimbang

3. Jumlah pengasuh berimbang
trustdaycare.com

Nah, perhatikan pula jumlah pengasuh atau penjaga yang tersedia di daycare tersebut Ma. Pilih daycare dengan jumlah pengasuh yang seimbang, seperti tidak terlalu banyak anak yang dipegang oleh satu pengasuh yang ada di daycare tersebut.

Rasio antara pengasuh dan anak di daycare memang beragam Ma, namun idealnya satu pengasuh akan mengurus 2-3 anak usia satu tahun.

Jika usia anak lebih besar, pengasuh mungkin dapat mengurus anak dalam jumlah yang lebih banyak dibanding anak usia 1 tahun. Sebab usia 1 tahun masih membutuhkan pengawasan yang lebih ketat dibanding usia lainnya. Jadi, pertimbangkan hal ini ya Ma.

4. Perhatikan para pengasuhnya

4. Perhatikan para pengasuhnya
Freepik/Jcorawpixel.com

Saat melakukan survey, jangan lupa untuk memperhatikan interasi pengasuh dengan para anak yang berada di daycare yang Mama kunjungi.

Perhatikan cara para pengasuh mengawasi anak, mengajak anak-anak berbicara hingga hal-hal lainnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk menghindari anak Mama diasuh oleh orang yang tidak tepat.

5. Memiliki kegiatan di luar ruangan

5. Memiliki kegiatan luar ruangan
Freepik/Bearfotos

Ini rupanya juga patut di pertimbangkan Ma. Mama disarankan untuk memilih daycare  yang memiliki kurikulum mengajak anak bermain di luar ruangan.

Sebab, ada banyak kegiatan di luar ruangan yang mampu merangsang motorik dan perkembangan anak. 

Jadi usahakan untuk memilih daycare yang memiliki kurikulum bermain di luar ruangan ya Ma!

6. Memiliki laporan yang jelas

6. Memiliki laporan jelas
Pexels/Mentatdgt

Nah, ini juga tak kalah penting Ma. Mama harus memastikan bahwa daycare yang dipilih memiliki laporan yang jelas, termasuk laporan hairan terkait apa saja yang dilakukan si Kecil selama di daycare.

Mama memiliki hak untuk mengetahui jam makan anak, jam bermain, hingga jam tidur anak selama berada di daycare. Sebab, hal ini menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan anak.

7. Manajemen yang terbuka

7. Manajemen terbuka
Freepik/parinyabinsuk

Nah, yang tak kalah penting adalah keterbukaan manajemen kepada Mama terkait segala hal yang berkaitan dengan anak selama berada di daycare.

Pihak daycare haruslah terbuka terhadap kesalahan yang mungkin mereka lakukan ataupun sebaliknya. Mama patut untuk meminta pihak daycare untuk tidak menutupi hal apapun, termasuk menerima kritik dan saran dari para orang tua.

Mama juga demikian, Mama harus juga menerima saran dan masukan dari manajemen daycare karena dengan adanya keterbukaan satu sama lain, segalanya akan lebih jelas dan transparan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.