Cekoki Racun Babi Hingga Air Galon, Ini 5 Kasus Sadis Ibu Bunuh Anak!

Alasan terjadinya pembunuhan sangatlah sepele!

6 Januari 2020

Cekoki Racun Babi Hingga Air Galon, Ini 5 Kasus Sadis Ibu Bunuh Anak
Pexels/Juan Pablo Arenas

Menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah. Tak hanya sekedar mampu melahirkan, menjadi orangtua juga harus memiliki kematangan mental maupun finansial.

Bukan tanpa alasan, menurut penelitian, faktor utama yang membuat orangtua kehilangan akal hingga mampu menyakiti anak adalah lantaran adanya permasalahan dalam dirinya, baik secara eksternal maupun internal.

Masalah internal yakni kemelut mental dalam benak dan diri seseorang yang tercipta akibat sejumlah faktor.

Sedangkan masalah eksternal mencakup masalah dari luar diri, misalnya persoalan ekonomi, lingkungan dan sebagainya.

Orangtua yang sampai hati melakukan tindak agresif pada anaknya adalah orang yang tidak mampu mengelola emosi dan menyelesaikan masalahnya.

Kasus tersebut juga terjadi pada beberapa Ibu di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya bahkan sampai tega mencekoki sang Anak dengan racun babi hingga air galon.

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com telah merangkum 5 kasus penganiayaan anak yang dilakukan oleh Ibu kandungnya sendiri.

1. Seorang Mama tega membunuh bayinya dengan racun babi

1. Seorang Mama tega membunuh bayi racun babi
Pixabay/Qimono

Kasus pertama terjadi di Kampung Atu Gogop, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah Nursakda.

Perempuan berusia 30 tahun tersebut diketahui membunuh bayinya, Yaumil yang masih berusia 1 tahun.

Ia mencampurkan racun babi ke susu formula Yaumil. Setelah anaknya tewas, Nursakda juga ditemukan tewas bunuh diri meminum racun yang sama.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan bahwa mayat bayi perempuan tersebut ditemukan dengan posisi mulut berbusa di ayunan kamar.

Sedangkan Nursakda diketahui merupakan Istri kedua Suaminya. Berdasarkan penyelidikan polisi, Nursakda sering mengancam bunuh diri karena sang Suami sering tidur di rumah Istri pertamanya.

2. Seorang Mama cekoki anaknya dengan air galon hingga tewas

2. Seorang Mama cekoki anak air galon hingga tewas
Pexels/Pixabay

Seorang Mama muda berinisial NPA (21) memaksa anak balitanya, ZNL yang berusia 2 tahun meminum air dalam kemasan galon dalam jumlah banyak, pada Jumat (18/10/2019) yang lalu.

Tak hanya memaksa minum air yang dituang berulang kali ke gelas plastik, NPA juga menutup paksa hidung anaknya hingga meninggal dunia.

NPA mengaku, apa yang ia lakukan adalah puncak dari emosinya karena kesal dengan sang Suami.

Suami NPA diketahui ingin bercerai karena menganggap bahwa NPA berlaku tidak adil pada anak kembarnya hingga korban kurus.

Sebagai informasi tambahan, kepada polisi, NPA juga mengatakan bahwa Suaminya memiliki cicilan pinjaman daring, cicilan motor dan sewa rumah yang sudah jatuh tempo namun tak kunjung dibayarkan. 

"Saya sayang (dengan korban). Emang waktu itu nggak terkontrol emosi saya, lagi kesal sama Suami," terang NPA.

Editors' Picks

3. Sering mengompol di kasur, seorang anak dihabisi oleh Mamanya sendiri

3. Sering mengompol kasur, seorang anak dihabisi oleh Mama sendiri
smababy.co.uk

Berbeda lagi dari kasus sebelumnya, kali ini seorang Mama di Kupang, Nusa Tenggara Timur yang bernama Adriana Lulu Djami alias Ina tega menganiaya putrinya akibat sang Putri sering mengompol di kasur.

Kejadian tersebut dilakukan Ina pada putrinya yang masih berusia dua tahun, DQ, pada Selasa (31/12/2019) yang lalu.

Ina membentur-benturkan kepala DQ hingga bocah tersebut meregang nyawa. Ina yang melihat sang Anak mengompol di kasur langsung tersulut emosi hingga membentur-benturkan kepala DQ.

Keesokan harinya, DQ mengalami panas dan kejang-kejang. Ina sempat memberikan napas buatan, namun malang nyawa DQ tak tertolong.

Beberapa hari sebelum kejadian penganiayaan, Ina diketahui terlibat cekcok dengan Suaminya.

Polisi menerangkan, Ina adalah Istri kedua Suaminya saat ini. Mereka berdua menikah siri pada 2016 silam. Kepada polisi, Ina juga mengaku pernah mengalami depresi.

4. Mama bunuh anak karena dendam sering dianiaya Suami

4. Mama bunuh anak karena dendam sering dianiaya Suami
Freepik/Noxos

Dewi Regina, seorang Mama muda yang masih berusia 24 tahun tega membunuh anak kembarnya, Angga Masus (5) dan Angki Masus (5) pada Kamis (5/9/2019) di rumah mereka di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Diketahui, Dewi membunuh anak-anaknya dengan menggunakan parang saat mereka tertidur.

Usai membunuh Angga dan Angki, Dewi juga melukai leher, dada dan perutnya sebagai upaya bunuh diri.

Saat ditangkap, Dewi langsung mengakui perbuatannya. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Mooy Nafi mengatakan bahwa Dewi membunuh anak kembarnya lantaran dirinya sering dianiaya oleh sang Suami.

"Dewi mengaku nekat menghabisi kedua anaknya karena dendam terhadap perilaku Suaminya, Obir Masus," ujar Bobby. 

Kepada polisi, Dewi juga mengaku tidak mendapatkan perhatian, kasih sayang dan tidak dipenuhi kebutuhan ekonominya.

5. Kasus kematian anak baru terkuak setelah makamnya dibongkar

5. Kasus kematian anak baru terkuak setelah makam dibongkar
pertamananpemakaman.jakarta.go.id

Polres Boyolali menangkap SW, Mama dari bocah laki-laki bernama F yang masih berusia 6 tahun pada Selasa (16/7/2019) yang lalu.

Penangkapan SW bermula dari dibongkarnya makam F. Pembongkaran makam dilakukan karena F dinilai meninggal secara tidak wajar dan ditemukan sejumlah luka lebam kebiruan di sekujur tubuhnya.

Saat ditangkap, SW mengaku menganiaya anaknya. Penganiayaan tersebut dilakukan selama 4 hari berturut-turut di rumahnya hingga F meninggal dunia.

SW menganiaya anaknya sendiri dengan mencubit, memukul perut, mencakar dan membenturkan kepala F ke lemari.

Alasannya karena SW jengkel putranya tersebut sering rewel. Setelah dianiaya, F sempat makan bubur dan tidur. Namun saat dibangunkan, F sudah tak bernapas. 

Itulah kelima kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Ibu kandung pada anaknya.

Semoga kejadian tersebut, tidak akan terulang lagi di kemudian hari.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!