Anak Menahan Napas saat Marah, Berbahayakah?

Kondisi breath-holding spell ini seringkali muncul saat anak marah

14 November 2021

Anak Menahan Napas saat Marah, Berbahayakah
Unsplash/Ryan Franco

Ada banyak cara anak mengekspresikan perasaan marah dan kesalnya. Ada yang berteriak, membanting barang, atau menangis. Tetapi, sebagian anak punya cara sendiri dalam mengekspresikan rasa marahnya, yaitu dengan menahan napas.

Berbahayakah jika anak menahan napas saat ia marah? Bagaimana cara orangtua mengatasinya?

Berikut ini Popmama.com merangkum informasi yang penting orangtua ketahui dalam menghadapi masalah yang disebut breath-holding spell ini, dilansir dari Kids Health:

1. Mengapa anak menahan napas saat marah?

1. Mengapa anak menahan napas saat marah
Unsplash/Caleb Woods

Pada banyak kasus, anak menahan napas secara secara biasanya setelah marah, frustrasi, kaget, atau kesakitan. Terkadang breath-holding spell ini dapat menyebabkan anak pingsan. 

Bagi orangtua yang melihatnya, breath-holding spell ini memang menakutkan. Tetapi pada umumnya tidak berbahaya dan biasanya berlangsung kurang dari satu menit saja tanpa perawatan medis khusus. 

Editors' Picks

2. Jenis-jenis breath-holding spell

2. Jenis-jenis breath-holding spell
Pexels/Alexander Dummer

Ada dua jenis breath-holding spell:

  • Cyanotic breath-holding spell (sianotik): Wajah anak menjadi biru karena menahan napas. Biasanya disebabkan oleh kemarahan atau frustrasi.
  • Pallid breath-holding spell: Anak mungkin menangis sedikit atau tidak sama sekali sebelum melakukannya. Biasanya disebabkan karena anak terkejut atau kesakitan.

Kedua jenis breath-holding spell ini sering terjadi pada anak yang sehat, dari usia 6 bulan hingga 6 tahun. Dalam kasus yang paling ekstrem, breath-holding spell lebih dari satu menit dapat mengakibatkan anak kejang.

3. Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami breath-holding spell?

3. Apa harus dilakukan jika anak mengalami breath-holding spell
Freepik/user12952888

Jika ini adalah kejadian pertama kali, meskipun tidak berbahaya, sebaiknya orangtua membawa anak memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit. 

Sebagai penanganan pertama, orangtua dapat melakukan tindakan berikut ini:

  • Baringkan anak di lantai atau kasur
  • Jauhkan anak dari benda keras atau tajam
  • Dampingi anak

Jika anak pingsan, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Orangtua tetap tenang dan pastikan anak berada di tempat yang aman
  • Periksa mulut anak untuk memastikan tidak adanya makanan atau benda yang dapat menyebabkan tersedak
  • Hubungi nomor darurat atau larikan ke IGD jika wajah anak membiru atau tidak bernapas lebih dari satu menit

4. Bisakah breath-holding spell dicegah?

4. Bisakah breath-holding spell dicegah
Freepik/jcomp

Dokter dapat bekerjasama dengan orangtua untuk memberikan petunjuk bagaimana meminimalisir breath-holding spell pada anak.

Jika anak mengalami sesak napas setelah menangis, orangtua dapat mencegahnya dengan memastikan anak tidak terlalu lelah atau lapar, dan cobalah menggunakan metode kedisiplinan yang lebih lembut. 

5. Apakah breath-holding spells terkait dengan kesehatan mental anak?

5. Apakah breath-holding spells terkait kesehatan mental anak
Freepik/Seventyfour

Mungkin tidak mudah bagi orangtua melihat anak yang mengalami breath-holding spell. Tetapi orangtua harus mencoba untuk tidak menyerah pada amukan atau perilaku meledak anak hanya karena tidak ingin terjadi breath-holding spell

Konsultasikan dengan dokter jika mama memerlukan bantuan untuk menemukan cara terbaik dalam mendisiplinkan anak. Ingatlah bahwa breath-holding spell sendiri tidak berbahaya dan sering bertambahnya usia, anak akan dapat mengatasinya. 

Apabila mama sangat khawatir dengan kondisi breath-holding spell yang seringkali dialami anak, mama dapat mengajak anak berkonsultasi dengan pekerja profesional kesehatan mental untuk menemukan cara mengatasinya. 

Semoga informasi ini bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.