Perkembangan Psikologis Anak Usia 1 Tahun: Perhatian Mama Cuma Untukku

Di usia ini, si Kecil menyita perhatian Mama karena ia benar-benar memusatkan perhatian pada Mama

3 September 2019

Perkembangan Psikologis Anak Usia 1 Tahun Perhatian Mama Cuma Untukku
Freepik/Senivpetro

Apakah Mama merasa, di tahun pertama ini dunia Mama hanyalah berisi si Kecil? Nyatanya, si Kecil pun merasa demikian lho, Ma. Jangan bosan dulu, karena hal ini akan terus berlanjut hingga tahun kedua.

Di usia 1 tahun ini, si Kecil masih belajar tentang dirinya sendiri. Berbagi mainan, makanan, apalagi perhatian Mama (dan Papa) adalah hal yang sulit baginya. Baginya, Mama adalah orang paling penting dalam hidupnya sehingga ia sangat haus akan perhatian Mama.

Namun, perlahan-lahan, Mama bisa melihat kepercayaan dirinya mulai tumbuh dan mandiri. Selama ia masih bisa melihat kehadiran Mama di sekitarnya, ia bisa bermain sendiri di ruangan selama beberapa menit saat Mama sedang melipat baju atau menyiapkan makan malam. Ia mungkin akan menghampiri Mama sejenak, kemudian kembali asyik sendiri lagi.

Pada usia 1 tahun, anak mulai menyadari bahwa mereka punya kuasa, dan mereka belajar bagaimana menggunakannya. Ia mungkin menuntut Anda membacakan buku, mendorong ayunannya atau mengajaknya jalan-jalan. Bahkan walaupun tidak berkata-kata, ia bisa menjelaskan dengan menarik tangan Mama dan menunjuk apa yang diinginkannya. 

Cemas Saat Bertemu Orang Asing dan Situasi Baru

Cemas Saat Bertemu Orang Asing Situasi Baru
Freepik/Serhii_bobyk

Pada usia ini, banyak anak yang mulai takut saat bertemu orang asing. Begitu pun saat Mama meninggalkannya, walau ia ditemani anggota keluarga yang lain atau pengasuh. Ia merasa tidak aman dengan kehadiran orang yang tidak dikenalnya baik.

Memang, ada anak-anak yang mudah akrab dengan orang asing. Tetapi mereka akan mengalami situasi yang membuatnya merasa kewalahan. Ini karena anak usia 1 tahun mulai punya imajinasi dari hal-hal yang sebelumnya tak mengganggunya. Misalnya suara penyedot debu yang tiba-tiba sangat menakutkan, sapu yang tampak seperti monster, dan lain-lain. 

Kepercayaan adalah hal yang tak bisa dipaksakan, apalagi pada anak kecil. Oleh karenanya, jangan memaksanya berada dalam situasi yang tak membuatnya nyaman. Menjauhlah sejenak dari kerumunan hingga si Kecil siap berinteraksi dengan lingkungan baru. 

Percaya tidak, Ma, si Kecil sesungguhnya berpegang pada sikap yang ditampakkan Mama-Papa pada orang lain. Jika ia melihat Mama dan Papa benar-benar akrab pada seseorang, ia bisa lebih mudah nyaman dengan orang asing itu. 

Cara lain agar bayi lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru adalah dengan sering mengajaknya ke tempat-tempat publik. Misalnya: menemani Mama belanja di swalayan, ke pasar, ke coffee shop atau ke tempat di mana ia bisa melihat bagaimana Mama berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.