5 Tips Mengendalikan Anak Autisme yang Sedang Alami Meltdown

Berusahalah memberikan arahan yang jelas

18 Maret 2020

5 Tips Mengendalikan Anak Autisme Sedang Alami Meltdown
Pixabay/PublicDomainPictures

Anak dengan autism spectrum disorder (ASD) biasanya sering mengalami meltdown, yakni kesulitan untuk mengekspresikan keinginan dan kebutuhannya.

Menurut Autism, jika anak sedang meltdown sebaiknya mencari tahu bagaimana mengantisipasi, mengidentifikasi penyebabnya dan meminimalkan frekuensi kemarahan mereka.

Sebenarnya pada kasus meltdown, anak dengan autisme tidak mencari perhatian siapa pun. Mereka justru cenderung tidak peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.

Berikut Popmama.com berikan 5 tips mengendalikan anak autisme yang sedang alami meltdown, diantaranya :

1. Buat anak merasa dicintai

1. Buat anak merasa dicintai
Freepik/prostooleh

Meltdown adalah respons intens terhadap situasi luar biasa pada diri anak autisme dengan kehilangan kendali, ini membuat ia tidak dapat mendengarkan orangtua.

Dikutip Ambitiousaboutautism, seorang anak yang mengamuk di saat meltdown benar-benar diliputi kesusahan dan tidak ada yang bisa mereka lakukan selain marah.

Namun dalam situasi ini, yang perlu diakukan hanyalah duduk atau berada di dekat mereka dan memberi tahu bahwa mereka dicintai.

Selain itu, hindari kalimat negatif dan gantilah menggunakan kalimat positif yang menunjukkan Mama selalu ada untuk mereka.

2. Menyanjung anak saat bersikap baik

2. Menyanjung anak saat bersikap baik
Pixabay/StockSnap

Hukuman tentu bisa membuat anak autisme merasa malu, cemas, takut dan semakin membuat mereka marah.

Jadi seharusnya orangtua tidak memberi hukuman pada sang anak. 

Animatebehavior mengatakan, menggunakan pujian dapat menawarkan banyak manfaat dan menimbulkan efek yang positif.

Dengan menyanjung saat anak bersikap baik, maka lama-lama anak akan membaca pola bahwa perilaku baik seperti itulah yang diharapkan darinya.

Editors' Picks

3. Memberikan instruksi dengan perintah yang jelas

3. Memberikan instruksi perintah jelas
Freepik/drobotdean

Banyak anak autisme akan menunjukkan tanda-tanda kegelisahan sebelum ia mengalami meltdown.

Childmind memaparkan, cara agar anak lebih mendengarkan orangtua adalah memberikan instruksi di dekat mereka dengan menggunakan perintah yang jelas. Hindari berteriak dari seberang ruangan.

Bahkan orangtua bisa menenangkannya dengan meminta sang anak bermain biola atau mendengarkan musik.

Melalui tahap ini, maka masih ada peluang untuk mencegah meltdown pada anak ASD.

4. Membantu anak mengekspresikan emosinya

4. Membantu anak mengekspresikan emosinya
Pixabay/nonperson

Mendengarkan dan mengakui perjuangan anak yang berusaha bersikap baik tanpa penilaian merupakan cara yang tepat.

Dilansir dari Verywellhealth, anak-anak dengan autisme dapat menjadi emosional karena berbagai alasan. Terkadang mereka membutuhkan bantuan untuk memperbaikinya.

Tugas orangtua saat anak sedang meltdown adalah membimbing dengan lembut dan memberinya arahan untuk ia mengekspresikan emosinya.

Dengan belajar mengenali emosinya sendiri, maka anak bisa mengungkapkan perasaannya tanpa harus teriak-teriak atau menangis.

5. Menetapkan batas waktu tertentu

5. Menetapkan batas waktu tertentu
Freepik

Jika anak mengalami meltdown, jangan menghakimi mereka. Ini dapat membuat dunia berbeda bagi seorang anak autisme.

Dikutip dari Healthline, memang saat anak meltdown orangtua kehabisan kesabaran. Sering kali, orangtua menghadapi mereka karena hal-hal kecil.

Supaya anak merasa penuh kendali, sebaiknya jelaskan berapa lama waktu yang akan dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan tertentu.

Dengan menetapkan batas waktu tertentu, ini lebih ampuh daripada berulang kali menyuruh anak untuk sabar dan menunggu lebih lama.

Itulah kelima tips mengendalikan anak autisme yang sedang alami meltdown.

Untuk mengantisipasinya, catatlah apa yang terjadi setiap waktu-waktu tertentu dan di tempat-tempat tertentu ketika sesuatu terjadi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.