Agar Tepat, Ini Tips Memilih Balance Bike Pertama Anak!

Perhatikan tips ini agar Mama memilih balance bike yang tepat ya!

9 Maret 2020

Agar Tepat, Ini Tips Memilih Balance Bike Pertama Anak
mocka.co.nz

Apakah Mama pernah melihat anak-anak bermain riang gembira dengan sepeda yang tidak memiliki pedal? Sepeda tersebut bernama balance bike. Ia pertama kali muncul pada tahun 2010 dan langsung digandrungi para orangtua.

Tidak heran, pasalnya balance bike memiliki banyak manfaat bagi pekembangan anak. Ia dapat melatih motorik kasar anak, koordinasi otot, dan keseimbangan.

Apalagi, tidak seperti sepeda anak dengan pedal yang cukup sulit untuk dipelajari, balance bike sangat mudah dipelajari dan dapat digunakan sejak dini. Selama anak sudah dapat berjalan sendiri, ia pasti bisa menggunakan sepeda ini.

Nah, jika Mama tertarik membelikan anak balance bike, ada beberapa hal yang harus Mama perhatikan agar Mama membeli sepeda yang tepat. Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa tipsnya:

1. Sesuaikan ketinggian tempat duduk dengan inseam anak

1. Sesuaikan ketinggian tempat duduk inseam anak
talesofamountainmama.com

Selain berat, Mama juga perlu menyesuaikan ketinggian tempat duduk dengan tinggi anak. Mama perlu mengukur inseam (jarak antara tanah hingga selangkangan) anak terlebih dahulu agar lebih mudah memilih.

Pilihlah balance bike yang ketinggian tempat duduk minimalnya setara dengan inseam anak.

Mama tentu tahu pesatnya pertumbuhan anak di masa balita bukan? Dengan menyamakan ukuran inseam anak dengan ketinggian tempat duduk minimal, balance bike dapat digunakan lebih lama karena Mama dapat meninggikan tempat duduk tersebut sesuai pertumbuhan anak.

2. Sesuaikan bobot sepeda dengan berat badan anak

2. Sesuaikan bobot sepeda berat badan anak
thewirecutter.com

Hal kedua yang perlu Mama pertimbangkan adalah bobot balance bike. Mama perlu menyesuaikannya dengan berat badan anak.

Jika anak Mama memiliki berat 10 kg, maka balance bike dengan bobot 15 kg agar menyusahkannya untuk meluncur.

Oleh karena itu, pilih balance bike yang lebih ringan ya, Ma. Umumnya, yang menambah bobot balance bike adalah fitur-fiturnya. Nah, Mama bisa mengurangi fitur-fitur tersebut.

Editors' Picks

3. Pilih material sepeda yang sesuai

3. Pilih material sepeda sesuai
wheelgadget.com

Material selalu menjadi hal yang harus diperhatikan ketika Mama ingin membeli barang. Pasalnya, material akan menentukan kualitas, kenyamanan, serta daya tahan barang yang Mama beli.

Nah, ada tiga material yang umumnya digunakan untuk membuat rangka balance bike, yaitu besi, aluminium, dan kayu.

Jika Mama ingin lebih ramah lingkungan, Mama bisa membeli balance bike dari kayu. Namun, bahan ini kurang tahan lama dibandingkan material besi ataupun aluminium.

Di sisi lain, material besi dan aluminium memang lebih tahan lama, namun material besi memiliki bobot yang lebih berat sedangkan aluminium cenderung lebih mahal.

4. Perhatikan detail desain sepeda

4. Perhatikan detail desain sepeda
twowheelingtots.com

Tidak hanya sekedar keindahan, detail desain balance bike akan memengaruhi kenyamanan anak ketika menggunakannya. Ada tiga poin yang perlu Mama perhatikan, yaitu lebar footrest, jarak antara tempat duduk dan stang, dan ketersediaan rem.

Sebisa mungkin, pilih balance bike dengan desain footrest yang tidak terlalu lebar. Pasalnya, footrest yang terlalu lebar dapat mengganggu pergerakan kaki anak ketika berjalan atau berlari.

Lalu, sesuaikan jarak tempat duduk dengan stang agar anak bebas bergerak. Jarak ini tidak boleh terlalu dekat dan tidak boleh terlalu jauh.

Terakhir adalah keberadaan rem. Meskipun balance bike bisa dihentikan dengan kaki, ketersediaan rem dapat meminimalisir risiko kecelakaan. Oleh karena itu, poin ini perlu Mama pertimbangkan.

5. Pilih ukuran dan jenis roda yang tepat

5. Pilih ukuran jenis roda tepat
stackpathdns.com

Ternyata, roda bukanlah bagian yang boleh disepelekan lho, Ma. Dari segi ukuran, Mama perlu menyesuaikannya dengan umur anak. Umumnya, semakin berumur anak membutuhkan roda dengan diameter yang lebih besar.

Perhatikan juga jenis roda yang Mama pilih ya. Balance bike mempunyai dua jenis roda, yaitu roda berisi angin dan roda padat yang terbuat dari busa, plastik, atau karet.

Dari segi kenyamanan, roda berisi angin adalah juaranya. Namun, roda ini memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan roda padat.

Itulah beberapa tips yang bisa Mama ikuti. Yuk, ajak anak bermain balance bike dan dapatkan manfaatnya!

Agar tidak melukai anak, pelajari balance bike sesuai tahapan yang ada ya, Ma. Umumnya, anak perlu membiasakan diri agar dapat duduk dengan nyaman di balance bike terlebih dahulu. Setelah itu, ia perlu belajar berjalan, berlari, dan baru dapat meluncur dengan lancar.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.