Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Studi: Cara Menaikkan Berat Badan Anak dengan Mengatur Jam Makan, Bukan Porsinya

Studi: Cara Menaikkan Berat Badan Anak dengan Mengatur Jam Makan, Bukan Porsinya
Freepik
Intinya Sih
  • Studi menegaskan bahwa kenaikan berat badan anak lebih dipengaruhi oleh keteraturan jam makan dibandingkan besarnya porsi makanan yang dikonsumsi setiap hari.
  • Para ahli merekomendasikan jadwal makan terstruktur dengan tiga kali makan utama dan dua camilan bernutrisi di jam yang sama agar tubuh anak terbiasa menerima asupan secara konsisten.
  • Fokus utama peningkatan berat badan sehat adalah pemberian protein hewani dan lemak sehat, serta tambahan nutrisi malam hari seperti susu tinggi kalori dan Omega-3 sesuai anjuran WHO.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menghadapi anak  yang berat badannya susah naik memang sering kali membuat orangtua pusing dan overthinking. Rasanya segala macam menu bergizi sudah dimasak, dan porsi makannya pun sudah coba ditambah. 

Namun, angka timbangan tetap tidak menunjukkan penambahan berat badan pada anak. Tahukah Mama dan Papa?

Para ahli gizi dan dokter anak menjelaskan bahwa rahasia menaikkan berat badan anak ternyata bukan cuma soal seberapa banyak makanan yang masuk ke piringnya, melainkan juga tentang kapan waktu ia makan. 

Jadwal makan yang berantakan atau kebiasaan ngemil yang tidak menentu justru bisa menjadi masalah yang membuat nafsu makan si Kecil menurun.

Simak informasi terkait cara menaikkan berat badan anak dengan mengatur jam makan, bukan porsinya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini. 

Table of Content

1. Menerapkan jam makan yang konsisten sesuai feeding rules

1. Menerapkan jam makan yang konsisten sesuai feeding rules

feeding rules
Pexels/cottonbro studio

Bagi orangtua yang sedang berjuang menaikkan berat badan anak, salah satu kunci utamanya adalah disiplin menerapkan feeding rules atau aturan pemberian makan. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sangat menyarankan untuk membuat jadwal makan yang terstruktur setiap harinya. Jadwal ini idealnya terdiri dari 3 kali makan utama dan 2 kali camilan bernutrisi yang diberikan di jam yang sama setiap hari.

Dengan membiasakan anak  makan di waktu yang sama, tubuhnya akan belajar mengenali ritme kapan harus menerima makanan.

Pola yang teratur ini terbukti secara medis jauh lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil dibandingkan membiarkannya makan secara acak sepanjang hari.

2. Jadwal makan anak yang direkomendasikan

jadwal makan anak
Pexels/Alex Green

Jadwal makan yang direkomendasikan oleh para ahli biasanya memberikan jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan utama dan camilan. Berikut contoh jadwal makan anak yang bisa jadi acuan:

  • 07.00 Sarapan + minum susu tinggi kalori
  • 10.00 Snack pagi
  • 12.00 Makan siang + minum susu tinggi kalori
  • 15.00 Snack sore
  • 18.00 Makan malam
  • 20.00 Susu atau camilan bernutrisi agar tidur nyenyak

3. Fokus pada pemberian protein hewani

protein hewani
Freepik/freepik

Menambah berat badan anak bukan berarti harus mencekokinya dengan porsi nasi yang menggunung, melainkan berfokus pada makanan padat nutrisi yang kaya akan protein hewani dan kalori sehat.

Pentingnya kualitas makanan ini dibuktikan dalam studi global yang dirilis oleh jurnal medis ternama, The Lancet Child & Adolescent Health

Riset tersebut menunjukkan bahwa protein hewani (seperti daging, ikan, ayam, dan telur) merupakan makronutrien paling krusial untuk mendorong pertumbuhan linear serta kenaikan berat badan yang sehat pada anak. Jadi, pastikan setiap jam makan utama diisi oleh porsi protein yang cukup.

4. Melengkapi nutrisi malam hari dan Omega-3 sesuai standar WHO

susu pertumbuhan anak
Pexels/Victoria Bowers

Orangtua bisa menutup hari anak dengan memberikan asupan yang mendukung jam istirahatnya,seperti pemberian susu pertumbuhan atau camilan bernutrisi sebelum tidur. 

Pasokan energi di malam hari ini sangat baik untuk memastikan proses pemulihan dan pertumbuhan tubuh anak berjalan optimal saat ia terlelap.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya asam lemak esensial seperti Omega-3 (DHA dan EPA) selama masa pertumbuhan aktif. 

Memberikan susu pertumbuhan yang tepat atau makanan kaya Omega-3 pada jadwal teratur terbukti secara klinis dapat mendukung metabolisme tubuh dan perkembangan saraf otak anak secara maksimal di masa golden age.

5. Tips bagi orangtua yang sedang berjuang menaikkan BB anak

anak makan
Pexels/Anna Shvets

Bagi orangtua yang sedang berjuang untuk menaikkan berat badan anak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk menjadi rutinitas harian. Berikut di antaranya:

  • Menerapkan jam makan yang sama setiap hari

Dengan membiasakan anak makan di waktu yang sama setiap harinya, tubuhnya akan otomatis memproduksi hormon lapar (ghrelin) di jam-jam tersebut. Hasilnya, si Kecil akan merasakan sinyal lapar alami dari tubuhnya tanpa perlu dipaksa atau bujuk lagi.

  • Mengurangi ngemil sebelum makanan utama 

Ukuran lambung anak itu masih sangat kecil. Jika satu atau dua jam sebelum waktu makan utama ia sudah asyik mengunyah biskuit, ciki, atau minum teh manis, lambungnya akan kenyang duluan oleh ‘kalori kosong’. 

Efeknya, saat jam makan siang atau makan malam tiba, ia pasti akan melakukan GTM (Gerakan Tutup Mulut) karena perutnya masih terasa penuh.

  • Menyajikan makanan tinggi protein dan kalori sehat 

Menaikkan berat badan anak yang sehat itu fokusnya adalah membentuk massa otot dan tulang, bukan sekadar menimbun lemak. 

Jadi, daripada memberikan porsi nasi yang menggunung, lebih baik fokus pada makanan padat kalori dan kaya protein hewani seperti daging sapi, ayam, telur, dan ikan. 

Jangan ragu juga untuk menambahkan lemak sehat seperti mentega atau santan ke dalam masakannya juga.

Nah, itu dia informasi mengenai cara menaikkan berat badan anak dengan mengatur jam makan, bukan seberapa banyak porsinya. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi para orangtua, ya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More