7 Keutamaan Memahami Hadis Tentang Anak Yatim

Mama bisa mulai memberi tahu tentang keutamaan memuliakan anak yatim kepada si Kecil sejak dini

1 April 2021

7 Keutamaan Memahami Hadis Tentang Anak Yatim
Pixabay/WikiImages

Setiap anak memiliki mama dan papa. Namun, tak semua masa pertumbuhan si Kecil ditemani oleh kedua orangtua yang lengkap. Ada beberapa anak harus ditinggal pergi selamanya (meninggal dunia) oleh papanya sehingga ia tumbuh tanpa figur seorang papa. 

Mama dapat memeberi pengetahuan kepada si Kecil bahwa anak yang sudah ditinggal pergi selamanya oleh papanya sebelum baligh biasa disebut sebagai anak yatim. 

Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika anak yang sudah ditinggal papanya terebut memasuki masa baligh atau dewasa. Hal tersebut sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, dari Ali bin Abi Thalib.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak lagi disebut yatim anak yang sudah bermimpi (baligh)." (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib).

Mama dapat mulai memberi tahu si Kecil bahwa ada beberapa keutamaan memuliakan anak yatim.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa hadis tentang keutamaan-keutamaan memuliakan anak yatim.

1. Masuk Surga

1. Masuk Surga
salamdakwah.com

Setiap umat muslim di dunia pasti menginginkan masuk surga. Dengan memuliakan anak yatim, maka akan mendapat keutamaan masuk surga.

Rasulullah SAW bersabda:

“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

2. Mendapat Pertolongan dari Allah SWT

2. Mendapat Pertolongan dari Allah SWT
pinterest.com

Tolong menolong sesama umat manusia adalah suatu hal kebaikan, termasuk menolong anak yatim. Dengan menolong, memuliakan, dan menyantuni anak yatim, maka akan mendapatkan pertolongan langsung dari Allah SWT. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 

“….Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).
 

Editors' Picks

3. Dekat dengan Rasullullah saw.

3. Dekat Rasullullah saw.
oif.umsu.ac.id

Siapa yang ingin dekat dengan rasul? Semua umat muslim pasti ingin dengan Rasulullah saw. Menyantuni anak yatim adalah hal yang sangat mulia hingga islam menjanjikan balasan yang istimewa, dekat dengan Rasul di surga. 

“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).
 

4. Diberi Gelar Abror (Taat kepada Allah SWT)

4. Diberi Gelar Abror (Taat kepada Allah SWT)
Pexels/Abdullah Ghatasheh

Mendapat gelar juara atau gelar pendidikan pasti membuat bahagia. Gelar tersebut diberikan oleh sesama manusia. Lalu, bagaimana jika Allah yang memberikan gelar? Kebahagiaannya pasti akan berlipat ganda. 

Selain mendapat gelar, Allah SWT akan memberikannya hadiah dengan memasukkannya ke dalam surga.

“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslim, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
 

5. Dilembutkan Hatinya

5. Dilembutkan Hatinya
Freepik/Paansaeng

Ada orang yang begitu keras hatinya, sulit menerima nasihat dan hal-hal kebaikan lainnya. Maka, Rasulullah saw menganjurkan agar orang tersebut menyantuni anak yatim:

“Ada seseorang yang mengadu kepada Nabi Muhammad tentang kerasnya hati. Nabi menjawab: Silahkan beri makan orang miskin dan usap kepada anak yatim,” (Ibnu Hajar Al-Asqalani).

6. Investasi Amal Untuk Akhirat

6. Investasi Amal Akhirat
Unsplash/Nega

Apa yang kita lakukan di dunia nantinya akan menjadi penentu di hari akhir. Hal itu sesuai dengan pepatah yang berbunyi, “apa yang kita tanam akan kita tuai”. Semua kebaikan dan keburukan yang dilakukan sekarang akan mendapat balasan di hari akhir nanti. 

Menyantuni anak yatim dapat menjadi salah satu investasi amalan kebaikan untuk hari akhir.

Rasulullah SAW bersabda,

“Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR.Muslim Abu Hurairah).
 

7. Terhindar dari Siksaan

7. Terhindar dari Siksaan
Pexels/Pixabay

Di hari akhir, setiap umat manusia diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya di dunia. Siksaan pada hari akhir dan akhirat lebih pedih dari pada segala hal buruk yang terjadi di dunia. Memuliakan anak yatim dapat menghidari diri dari siksaan di hari akhir. 

Rasululllah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

“Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR.Thabrani dari Abu Hurairah)

Itu tadi beberapa keutamaan memuliakan anak yatim berdasarkan hadis. Mama dapat mengajak si Kecil untuk bersama-sama memuliakan anak yatim agar mendapat kemuliaan dari Allah SWT. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.