Maudy Ayunda Ingin Menebar Pesan Positif Lewat Buku untuk Anak

Maudy Ayunda merilis serial buku anak untuk pertama kalinya

26 Januari 2019

Maudy Ayunda Ingin Menebar Pesan Positif Lewat Buku Anak
Instagram.com/maudyayunda

Nama Maudy Ayunda pasti sudah tidak lagi asing ya, Ma!

Setelah memerankan karakter Kugy dalam film Perahu Kertas pada tahun 2012, nama Maudy Ayunda kembali disebut-sebut sebagai sosok Kugy di dunia nyata. Dirinya memutuskan merilis buku anak pertamanya bersama Bentang Pustaka pada awal tahun 2019 ini. 

Ide buku cerita anak pertamanya ini ditulis ulang dari tugas mengarang saat berusia 10 tahun, Maudy Ayunda sukses membangkitkan nostalgia para pembaca melalui buku anak yang berjudul Kina and Her Fluffy Bunny. Dalam seri ini, Maudy Ayunda berkisah tentang persahabatan Kina dan si Kelinci Gembil sebagai boneka kelinci kesayangannya. 

Buku Kina and Her Fluffy Bunny merupakan penjembatan bagi passion Maudy sebagai orang storyteller, sekaligus sosok yang sangat concert terhadap dunia pendidikan dengan membawa misi mempromosikan literasi sejak dini. 

Dikemas dengan teks biligual yaitu bahasa Indonesia dan Inggris, Kina and Her Fluffy Bunny tidak hanya bisa dinikmati oleh anak-anak saja. Namun, bisa juga dibaca oleh orang dewasa sebagai penikmat buku anak karena ilustrasi buku ini memberikan pesan yang cukup mendalam.  

Untuk Mama yang ingin mengetahui cerita dibalik buku anak pertama dari Maudy Ayunda, kali ini Popmama.com sudah merangkumnya. 

Disimak ya, Ma!

1. Budaya membaca perlu dibangun sejak kecil

1. Budaya membaca perlu dibangun sejak kecil
Instagram.com/maudyayunda

Menulis buku anak menjadi pembelajaran berharga untuk Maudy Ayunda, apalagi ini termasuk pengalaman pertama. Sebagai seseorang yang memiliki kecintaan terhadap anak-anak, dirinya ingin buku cerita anak ini bisa membantu meningkatkan imajinasi serta memupuk budaya membaca sejak kecil. 

Pada seri pertama berjudul Kina and Her Fluffy Bunny, pesan yang ingin disampaikan Maudy Ayunda agar anak-anak memiliki mindset ‘memperbaiki’ barang kesayangannya bukan justru ‘mengganti’ saat sudah rusak.

Baca juga: Di IMS 2019, Sandiaga Uno Ingatkan Generasi Muda untuk Gemar Membaca

Baca juga: Membuat si Kecil Senang Membaca? Nggak Sulit kok, Ma!

2. Seri Kina's Story akan hadir dalam 4 seri

2. Seri Kina's Story akan hadir dalam 4 seri
Instagram.com/storykina

Buku berjudul Kina and Her Fluffy Bunny, bukanlah buku pertama dan terakhir dari Maudy Ayunda. Perempuan yang sudah menyelesaikan gelar studi S1 di Universitas Oxford ini akan memperkenalkan Kina's Story dalam 4 seri. 

Menurut Maudy Ayunda dan penerbit, rencananya 4 seri dari Kina's Story akan rilis di tahun 2019 secara berkala. Perilisan keempat buku ini nantinya akan bertahap, setelah 2 atau 3 bulan dari buku pertama keluar nantinya akan dilanjutkan oleh seri yang lain. 

Keempat seri dari Kina's Story ini merupakan cerita-cerita lama milik Maudy Ayunda, lalu ditulis kembali menjadi sebuah buku yang menarik untuk dibaca anak-anak.   

Baca juga: Bentuk Karakter Anak, Diana Rikasari Menulis Buku “My Rainbow Days”

Baca juga: 7 Rekomendasi Buku Anak Ini Wajib Diberikan Orangtua

Editors' Picks

3. Visual dari Kina dibuat mirip seperti Maudy Ayunda

3. Visual dari Kina dibuat mirip seperti Maudy Ayunda
Instagram.com/storykina

Saat sedang berdiskusi mengenai ilustrasi yang akan dibuatkan untuk karakter Kina, Maudy Ayunda setuju bila Kina akan digambarkan persis seperti dirinya saat berusia 10 tahun. 

Ilustrasi Kina dibuat semirip mungkin dengan Maudy Ayunda oleh goresan tangan dari Kathrin Honesta. Mulai dari pipinya yang gempil hingga kebiasaan menguncir rambut. Apalagi waktu kecil memang rambut Maudy Ayunda termasuk cukup tebal. 

Dalam buku anak pertamanya ini, Maudy Ayunda menggandeng Kathrin Honesta seorang ilustrator muda yang aktif dalam proyek buku anak di kancah internasional.

Melalui ilustrasi buatan tangannya, keduanya berharap kalau banyak anak-anak yang bisa menikmati cerita serta ilustrasi dalam keempat seri dari "Kina's Story". 

Karakter Kina di dalam seri buku Maudy Ayunda ini digambarkan sebagai sosok anak yang tidak dipilih-pilih teman. Salah satu sifat dari Kina seolah ingin memberikan contoh positif kepada anak-anak yang membaca bukunya. 

“Kenapa memakai nama Kina? Dari semua nama karakter yang pernah dibuat dulu. Nama Kina terdengar paling Indonesia apalagi namanya sangat mudah ketika dilafalkan,” ucap Maudy Ayunda kepada awak media yang menjelaskan alasan nama yang dipilihnya sebagai karakter cerita.

Baca juga: 5 Cara Praktis Merawat Koleksi Buku di Rumah

4. Maudy ingin anak-anak berimajinasi melalui bukuĀ 

4. Maudy ingin anak-anak berimajinasi melalui bukuĀ 
Instagram.com/maudyayunda

Dari keempat seri buku yang akan dikeluarkan oleh Maudy Ayunda, buku berjudul Kina and Her Fluffy Bunny menjadi seri pertama yang akan segera diterbitkan.

Dunia anak-anak itu penuh dengan imajinasi ya, Ma. Walau sederhana, imajinasi ini sangat berguna untuk perkembangan si Kecil seperti mampu berpikir kritis, membentuk kepercayaan diri, mengasah dalam berpikir kreatif hingga memancing bakat-bakat terpendamnya.

Buku cerita termasuk salah satu media yang baik untuk mengembangkan imajinasi anak. 

Saat sedang fokus terhadap cerita yang sedang dibacanya, si Kecil seolah bisa hidup dan merasakan apa yang terjadi pada cerita tersebut.

Mulai dari ikut merasakan perasaan para tokoh hingga seolah ingin terlibat dengan segala pilihan yang sedang dihadapi tokoh.

Dari sebuah buku cerita saja, si Kecil bisa mengembangkan kemampuan pikirnya dengan cara berimajinasi. 

Baca juga: 5 Cara Seru Melatih Anak Menumbuhkan Imajinasi

5. Pesan positif yang ingin disampaikan Maudy Ayunda

5. Pesan positif ingin disampaikan Maudy Ayunda
Instagram.com/storykina

Setiap penulis tentunya ingin setiap buku yang ditulisnya memiliki pesan moral, sehingga pembaca bisa mendapatkan pembelajaran berharga. Begitu juga dengan Maudy Ayunda, dirinya tidak hanya ingin menciptakan buku cerita anak yang bagus. Perempuan yang aktif menyuarakan isu-isu sosial seputar anak muda, literasi dan pendidikan ini ingin sekali ada pesan moral di dalam bukunya. 

“Menulis buku anak itu tidak semudah yang aku kira karena walau sebenarnya pendek, tetapi harus memiliki pesan moral yang baik saat dibaca anak-anak,” kata Maudy Ayunda yang menceritakan pengalamannya ketika menulis. 

Saat menuliskan buku anak, Maudy Ayunda sempat merasa resah bahwa dunia ini butuh orang-orang dengan mindset untuk memperbaiki bukan mengganti. Pelantun lagu 'Perahu Kertas' ini mengatakan bahwa buku ini juga sangat relevan bagi pembaca dewasa yang gemar berfilsafat dan menyukai cerita anak-anak.

Selain itu, penggambaran ilustrasi yang ada di seri pertama juga sangat nasionalis dan sangat Indonesia. Hal ini bertujuan agar anak-anak yang membaca buku Maudy Ayunda bisa merasa sesuai dengan kondisi di lingkungan sekitarnya. 

Kira-kira Mama sudah mulai tertarik membeli buku cerita anak pertama dari Maudy Ayunda belum nih? 

Baca juga: 7 Ide Dekorasi Perpustakaan Rumah yang Bikin Kamu Betah Baca Buku