7 Jenis Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Anak

Kenali gejala penyakit kulit yang suka menyerang anak

10 Januari 2021

7 Jenis Penyakit Kulit Sering Menyerang Anak
Freepik/Len44ik

Gangguan kulit sering terjadi pada anak-anak. Seorang anak dapat mengalami banyak kondisi kulit yang sama seperti orang dewasa. Bayi dan balita juga berisiko mengalami masalah kulit yang terkait dengan penggunaan popok.

Karena dalam masa tumbuh kembangnya anak suka mengeksplorasi dengan menyentuh benda-benda disekitarnya, anak jadi lebih sering terpapar kuman hingga penyakit kulit. Selain itu, juga dapat mengembangkan kelainan kulit yang jarang terjadi pada orang dewasa.

Berbagai masalah kulit pada masa anak-anak memang hilang seiring bertambahnya usia, tetapi beberapa anak juga bisa mewarisi kelainan kulit permanen dari orangtua dan keluarga.

Berikut ini Popmama.com akan membahas jenis-jenis gangguan atau penyakit kulit yang sering menyerang anak-anak:

1. Eksim

1. Eksim
Webmd.com

Eksim, juga disebut dermatitis atopik, adalah kondisi kulit umum yang ditandai dengan bercak kulit yang gatal dan meradang. Eksim sering terlihat pada bayi dan anak kecil. Tetapi eksim juga bisa muncul dari anak hingga orang dewasa.

Gejala utama eksim adalah kulit gatal, kering, kasar, bersisik, meradang, dan iritasi. Terkadang bisa kambuh, mereda, dan kemudian kambuh lagi.

Eksim dapat terjadi di mana saja tetapi biasanya menyerang lengan, siku bagian dalam, punggung lutut, atau kepala, terutama pipi dan kulit kepala. Eksim tidak menular, dan gejalanya berkurang seiring bertambahnya usia.

Gejala eksim lainnya termasuk:

  • Gatal
  • Bercak merah atau abu-abu kecoklatan
  • Benjolan kecil dan menonjol yang mengeluarkan cairan saat digaruk
  • Bercak berkerak dari cairan kekuningan kering, yang bisa menandakan infeksi
  • Menebal, kulit bersisik

Eksim yang digaruk bisa semakin mengiritasi dan meradang kulit. Sehingga harus dicegah sebelum jadi infeksi yang harus diobati dengan antibiotik.

2. Cacar air

2. Cacar air
Freepik/Len44ik

Cacar air, disebut juga varicella, ditandai dengan lepuh merah gatal yang muncul di seluruh tubuh. Virus menyebabkan kondisi ini. Cacar air sering menyerang anak-anak, dan sangat umum sehingga dianggap sebagai gangguan kulit selama masa kanak-kanak.

Sangat jarang terjadi infeksi cacar air lebih dari sekali. Dan semenjak vaksin cacar air diperkenalkan pada pertengahan 1990-an, kasusnya pun menurun.

Ruam yang gatal adalah gejala cacar air yang paling umum. Infeksi dapat muncul di tubuh anak selama sekitar tujuh hingga 21 hari sebelum ruam dan gejala lainnya berkembang. Cacar air dapat mulai menular ke orang di sekitar anak hingga 48 jam sebelum ruam kulit mulai terjadi.

Gejala non-ruam dapat berlangsung beberapa hari dan meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan

Satu atau dua hari setelah anak mengalami gejala ini, ruam akan mulai berkembang. Ruam terjadi dalam tiga fase sebelum anak pulih, yaitu:

  1. Muncul benjolan merah atau merah muda di seluruh tubuh.
  2. Benjolan menjadi lepuh berisi cairan.
  3. Benjolan menjadi berkerak, berkeropeng, dan mulai sembuh.

Tidak semua benjolan di tubuh anak berada pada fase yang sama pada waktu yang sama. Benjolan baru akan terus muncul selama infeksi cacar air. Ruam mungkin sangat gatal, terutama sebelum mengering dengan kerak.

Mama atau orang di sekitar anak masih bisa tertular sampai semua cacar air di tubuh anak mengering. Bekas cacar air yang kering dan berkerak akhirnya rontok. Butuh tujuh hingga 14 hari untuk menghilang sepenuhnya.

Editors' Picks

3. Rubeola (campak)

3. Rubeola (campak)
Conehealth.com

Rubeola (campak) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang tumbuh di sel-sel yang melapisi tenggorokan dan paru-paru. Campak adalah penyakit yang sangat menular yang menyebar melalui udara setiap kali anak yang terinfeksi batuk atau bersin.

Anak yang terkena campak mengalami gejala seperti demam, batuk, dan pilek. Tanda ruam juga merupakan ciri khas penyakit ini. Jika campak tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, dan ensefalitis atau radang otak.

Dalam tujuh hingga 14 hari setelah terinfeksi campak, gejala pertama akan muncul. Gejala paling awal terasa seperti masuk angin atau flu, dengan demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Seringkali mata menjadi merah dan berair.

Dua hingga tiga hari setelah Mama pertama kali melihat gejala campak pada anak, Mama mungkin mulai melihat bintik-bintik kecil di dalam mulut, di seluruh pipi. Bintik-bintik ini biasanya berwarna merah dengan bagian tengah biru-putih.

Ini disebut bintik Koplik, dinamai sesuai dengan dokter anak Henry Koplik yang pertama kali menjelaskan gejala awal campak pada tahun 1896. Bercak Koplik ini akan memudar saat gejala campak lainnya menghilang.

Tiga hingga lima hari kemudian, ruam merah atau coklat kemerahan terbentuk dan menyebar ke seluruh tubuh dari kepala hingga kaki. Dimulai dari wajah dan turun ke seluruh tubuh selama beberapa hari, dari leher ke batang, lengan, dan tungkai, hingga akhirnya mencapai kaki.

Akhirnya, ruam akan menutupi seluruh tubuh dengan bercak benjolan berwarna. Ruam berlangsung selama lima atau enam hari secara total.

4. Fifth Disease (Penyakit kelima)

4. Fifth Disease (Penyakit kelima)
News24.com

Fifth Disease atau penyakit kelima adalah penyakit virus yang sering menimbulkan ruam merah pada lengan, kaki, dan pipi. Gangguan kulit ini juga dikenal sebagai "penyakit pipi yang ditampar". Penyakit ini sering terjadi dan ringan pada kebanyakan anak.

Parvovirus B19 menyebabkan penyakit kelima. Virus di udara ini cenderung menyebar melalui air liur dan sekret pernafasan pada anak yang duduk di bangku sekolah dasar. Fifth disease paling umum terjadi saat akhir musim dingin, musim semi, dan awal musim panas

Untuk anak dengan sistem kekebalan yang sehat, gangguan ini adalah penyakit yang ringan dan berangsur pulih dengan cepat. Gejala awal fifth disease sangat umum, yang menyerupai gejala flu ringan. Gejala seringkali meliputi:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Demam ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Mual
  • Pilek
  • Hidung tersumbat

Gejala cenderung muncul 4 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Setelah beberapa hari mengalami gejala ini, kebanyakan anak mengalami ruam merah yang pertama kali muncul di pipi. Terkadang ruam adalah tanda pertama dari penyakit yang terlihat.

Ruam cenderung menghilang di satu area tubuh dan kemudian muncul kembali di bagian tubuh lain dalam beberapa hari. Selain pipi, ruam akan sering muncul di lengan dan di kaki. Ruam bisa berlangsung selama berminggu-minggu.

5. Biduran

5. Biduran
Huffingtonpost.ca

Biduran, juga dikenal sebagai urtikaria, terasa gatal, timbul bekas di kulit berwarna merah, merah jambu, atau berwarna daging, dan terkadang terasa perih atau sakit. Dalam kebanyakan kasus, biduran biasanya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap sesuatu yang anak sentuh atau telan.

Ketika anak mengalami reaksi alergi, tubuh akan mulai melepaskan histamin ke dalam darah. Histamin adalah bahan kimia yang diproduksi tubuh untuk mempertahankan diri terhadap infeksi dan gangguan luar lainnya.

Sayangnya, pada beberapa anak, histamin dapat menyebabkan bengkak dan gatal. Jika anak juga memiliki alergi, gatal-gatal bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti serbuk sari, obat-obatan, makanan, bulu binatang, dan gigitan serangga.

Biduran juga mungkin disebabkan oleh keadaan selain alergi. Tidak jarang anak mengalami gatal-gatal akibat pakaian ketat, olahraga, penyakit, atau infeksi. Mungkin juga disebabkan dari paparan suhu panas atau dingin yang berlebihan, atau dari iritasi karena keringat berlebihan.

Gejala paling mencolok yang terkait dengan gatal-gatal adalah bekas yang muncul di kulit. Bintik mungkin berwarna merah, tetapi bisa juga memiliki warna yang sama dengan kulit. Berbentuk kecil dan bulat, berbentuk cincin, atau besar dan bentuk acak.

Biduran terasa gatal, dan cenderung muncul berkelompok di bagian tubuh yang terkena. Biduran juga bisa tumbuh lebih besar, berubah bentuk, dan menyebar. Biduran bisa hilang atau muncul kembali. Segera hubungi dokter jika biduran muncul di sekitar tenggorokan atau di lidah, atau menyebabkan kesulitan bernapas.

6. Kurap

6. Kurap
Babycenter.com

Kurap, juga dikenal sebagai dermatofitosis, infeksi dermatofita, atau tinea, adalah infeksi jamur pada kulit. Lesi yang disebabkan oleh infeksi ini menyerupai cacing yang berbentuk cincin. Infeksi kurap dapat menyerang manusia dan hewan.

Infeksi awalnya muncul sebagai bercak merah di area kulit yang terkena dan kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kurap dapat mempengaruhi kulit kepala, kaki, kuku, selangkangan, dagu, atau area lain.

Gejala bervariasi tergantung di mana anak terinfeksi. Dengan infeksi kulit, anak yang terkena kurap mungkin mengalami hal berikut:

  • Bercak merah, gatal, atau bersisik, atau area kulit yang menonjol yang disebut plak
  • Bercak dengan rasa lepuh atau benjolan berisi cairan atau nanah
  • Bercak yang mungkin lebih merah di tepi luar atau menyerupai cincin
  • Memiliki pinggiran yang lebih menonjol

7. Alergi

7. Alergi
Youaremom.com

Alergi dapat diturunkan dalam keluarga, jika anak memiliki anggota keluarga dekat yang memiliki alergi, maka anak berisiko lebih besar juga memiliki alergi.

Meskipun penyebab munculnya alergi belum diketahui, ada beberapa zat yang biasanya menyebabkan reaksi alergi.

Anak yang memiliki alergi biasanya rentan terhadap satu atau beberapa hal berikut:

  • Bulu hewan peliharaan
  • Sengatan lebah atau gigitan serangga lain
  • Makanan tertentu, termasuk kacang-kacangan atau kerang
  • Obat-obatan tertentu, seperti penisilin atau aspirin
  • Tanaman tertentu
  • Serbuk sari atau jamur

Gejala reaksi alergi dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Jika anak terpapar alergen untuk pertama kali, gejala mungkin ringan. Gejala ini bisa menjadi lebih buruk jika anak berulang kali bersentuhan dengan alergen.

Gejala reaksi alergi ringan bisa meliputi:

  • Gatal-gatal (bintik merah gatal di kulit)
  • Gatal
  • Hidung tersumbat (dikenal sebagai rinitis)
  • Ruam
  • Tenggorokan gatal
  • Mata berair atau gatal

Reaksi alergi yang parah dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Kram atau nyeri perut
  • Nyeri atau sesak di dada
  • Diare
  • Kesulitan menelan
  • Pusing (vertigo)
  • Ketakutan atau kecemasan
  • Kemerahan pada wajah
  • Mual atau muntah
  • Palpitasi jantung
  • Pembengkakan pada wajah, mata, atau lidah
  • Kelemahan
  • Mengi
  • Sulit bernafas
  • Ketidaksadaran

Reaksi alergi yang parah dan tiba-tiba dapat berkembang dalam beberapa detik setelah terpapar alergen.

Jenis reaksi ini dikenal sebagai anafilaksis dan mengakibatkan gejala yang mengancam jiwa, termasuk pembengkakan saluran napas, ketidakmampuan bernapas, dan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dan parah.

Mempelajari tentang gangguan atau penyakit kulit yang sering menyerang anak, sangat penting untuk lebih waspada pada setiap gejala yang muncul.

Beberapa kondisi memerlukan perhatian dokter, namun beberapa gangguan bisa diatasi dengan aman di rumah.

Mama juga harus mempelajari tentang gejala atau kondisi gangguan kulit anak dengan dokter anak, untuk menentukan metode pengobatan terbaik dalam mengatasi masalah gangguan kulit pada anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.