7 Cara Menangani Anak yang Suka Pilih-Pilih Makanan

Beberapa cara yang efektif dalam menangani anak yang suka pilih-pilih makanan

8 Januari 2019

7 Cara Menangani Anak Suka Pilih-Pilih Makanan
Pixabay/dhanelle
Jangan putus asa ya, Ma! Tangani dengan cara ini

Dalam menjalani proses tumbuh, anak mama pasti akan mencapai tahap di mana ia sudah bisa memutuskan hal-hal yang ingin dilakukannya dan tidak ingin dijalani.

Hal tersebut dilandaskan oleh berbagai macam alasan, seperti apakah hal tersebut membuatnya senang atau bosan, nyaman atau tidak dan hal-hal lain semacamnya.

Salah satunya, anak mama tentu sudah dapat menentukan jenis makanan apa yang ingin dimakannya dan jenis makanan apa yang tidak ingin dimakannya.

Baik karena rasa atau tampilan dari makanan tersebut, hal ini sebenarnnya merupakan hal yang normal

Akan tetapi, hal tersebut tidak normal apabila anak mama selalu bersih keras untuk tidak mau makan berbagai jenis makanan tertentu dan hanya mau jenis makanan tertentu lainnya.

Hal ini dikategorikan sebagai sikap anak kecil yang suka pilih-pilih makanan.

Untuk menanganinya, Mama disarankan untuk melakukan 7 cara di bawah ini sebagaimana dilansir dari Bundoo.com. Mari kita pelajari masing-masing poin bersama.

1. Konsisten pada jadwal makan

1. Konsisten jadwal makan
Pixabay/avitalchn

Dalam menerapkan pola asuh, kita tentu telah belajar bahwa aturan dan batasan dengan penerapan yang sesuai pada anak merupakan hal yang penting. Salah satunya adalah  jadwal pola makan bagi si Kecil.

Dalam perihal ini, Mama disarankan untuk menentukan jadwal makan si Kecil dan melakukannya sesuai waktu yang ditentukan secara konsisten.

Hal ini membuat si Kecil tersadar bahwa dalam rentang waktu tersebut anak mama harus melalukannya dan menyelesaikan jenis makanan apapun yang diberikan.

Supaya lebih membantu, Mama sebaiknya selalu menghadirkan aktivitas menyenangkan setelah jadwal makan si Kecil.

Hal ini akan memacu si Kecil untuk turut konsisten menjalankan tugasnya untuk makan, tanpa memandang jenis makanan apa yang diberikan. 

2. Menu makanan sehat dibuat lezat

2. Menu makanan sehat dibuat lezat
Pixabay/pexels

Jika kita berbicara mengenai pola makan seorang anak kecil, kita pasti mengetahui betul bahwa rasa makanan merupakan faktor utama yang menentukan apakah si Kecil mau menyantapnya atau tidak.

Meski begitu, kita juga sadar bahwa nutrisi yang terkandung merupakan hal utama yang harus diperhatikan.

Nah, bagaimana jika Mama menggambungkan kedua unsur tersebut saat menghidangkan menu makanan untuk si Kecil?

Coba buat makanan yang sehat namun lezat. Mama dapat melihat salah satu tips untuk itu di artikel kami sebelumnya di sini.

3. Hias makanan semenarik mungkin

3. Hias makanan semenarik mungkin
Pixabay/suju

Selain rasa, anak mama tentu memiliki kencederungan yang tertarik pada penampilan yang memukau kedua matanya. Hal itu sudah menjadi naluri dari setiap anak kecil sesusianya.

Itu kenapa, Mama sebaiknya memanfaatkan hal tersebut saat menangani anak mama yang suka pilih-pilih makanannya.

Cukup hidangkan makanan dengan dekorasi dan hiasan semenarik mungkin, si Kecil pasti tidak ada alasan lagi untuk memilih-milih makanan lagi.

Semuanya terlihat menggemaskan dengan rupa yang berbeda-beda setiap harinya!

Editors' Picks

4. Buat nama yang menarik untuk makanan tertentu

4. Buat nama menarik makanan tertentu
Pixabay/collusor
Siapa bilang Si Kecil tidak akan bisa menghadapi emosi dan perasaannya?

Bukan hanya penampilan dari makanan saja yang bisa didesain semenarik mungkin.

Mama juga bisa membuat nama-nama makanan yang unik dan menarik untuk si Kecil. Hal ini dinilai dapat mendorong anak mama untuk mau melahap menu makanan yang disediakan.

Sebagai contoh, Bunny food, lizard leaves, Superman spinach, dan X-Ray vision carrots dapat dijadikan sebagai beberapa ide untuk nama-nama makanan yang unik.

Nama-nama tersebut akan membentuk mindset si Kecil tidak fokus pada "ini sayur", "ini buah", dan hal lain semacamnya yang membuat anak mama cenderung pilih-pilih makanan.

Sebaliknya, anak mama hanya peka terhadap nama unik karya Mama yang menarik sehingga mau melahapnya.

5. Berikan menu makanan yang variatif

5. Berikan menu makanan variatif
Pixabay/contatoartpix

Tanpa Mama sadari, aktivitas menghidangkan makanan untuk si Kecil membuat kita jadi terbiasa memberikan menu makanan yang sama.

Hal inilah yang turut menjadi salah satu alasan kenapa si Kecil jadi merasa bosan pada makanan tertentu dan menjadi picky dalam memilih makanan.

Karena itu, Mama sangat dianjurkan untuk memberikan banyak pengalaman pada si Kecil untuk melahap berbagai jenis makanan yang beragam. Hal ini akan membuatnya terbiasa melahap setiap jenis makanan.

6. Berikan reward setelah selesai makan

6. Berikan reward setelah selesai makan
Pixabay/dikarukmana

Sudah menjadi naluri seorang anak kecil seusia anak mama untuk mendapatkan reward atau hadiah sebagai hasil atau timbal balik dari sesuatu hal yang dilakukannya.

Menariknya, untuk anak mama, reward tidak haruslah berupa objek. Pujian pun dapat menjadi hadiah terbaik  yang menyenangkan hatinya.

Nah, hati yang senang inilah yang kemudian mendorong untuk terus melakukan hal-hal tertentu guna mendapatkan reward.

Karena itu, Mama dianjurkan untuk selalu memberikan hadiah pada anak mama yang memiliki kencederungan suka pilih-pilih jenis makanan.

Hal ini akan membantu Mama meminimalisirnya dari waktu ke waktu.

7. Lakukan dengan suasana yang menyenangkan

7. Lakukan suasana menyenangkan
Pixabay/yalehealth

Tidak yang dapat lebih memotivasi kita untuk melakukan sesuatu apabila hal tersebut dilakukan dengan iringan suasana yang menyenangkan. Hal tersebut turut berlaku bagi anak mama tercinta.

Karena itu, Mama sebaiknya memotivasi si Kecil untuk melahap setiap jenis makanan yang Mama sediakan dengan menciptakan suasana yang menyenangkan.

Bangunlah komunikasi dengan si Kecil, membuat suara-suara yang lucu dan sedikit menggodanya. Anak mama pasti akan senang dan terdorong untuk menyantapnya.

Sekarang sudah waktunya untuk anak mama mencoba semua jenis makanan sehat yang lezat.

Selamat makan! 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!