Flu Singapura pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Akan muncul ruam di daerah tangan, kaki, dan mulut anak

17 Agustus 2021

Flu Singapura Anak Gejala, Penyebab, Pengobatan
Pexels/Andrea Piacquadio

Di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, orangtua sempat kembali dikhawatirkan oleh kemunculan flu Singapura yang menyerang anak. Bahkan, Kiano, putra dari pasangan Baim Wong dan Paula Verhoeven pernah menderita flu tersebut.

Jadi, flu Singapura sendiri merupakan salah satu penyakit akibat virus yang umum diderita oleh anak-anak di bawah 5 tahun. Gejala yang palinh kentara adalah munculnya bintil atau luka di mulut, kaki, dan tangan. Itu sebabnya penyakit ini juga disebut Hand Foot Mouth Disease (HFMD) (Penyakit Tangan Kaki Mulut).

Lantas, bagaimana cara pengobatannya? Apakah ada gejala flu Singapura pada anak yang kebetulan mirip dengan Covid-19?

Berikut penjelasan berdasarkan exclusive interview Popmama.com bersama Dr. dr. Debbie Latupeirissa, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak, Konsultan Penyakit Infeksi, dan Tropis Anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Yuk simak, Ma!

1. Gejala flu Singapura pada anak

1. Gejala flu Singapura anak
Freepik/Jcomp

Gejala flu Singapura pada anak biasanya akan muncul setelah 3–6 hari si Kecil terinfeksi oleh virus penyebabnya.

Terkait dengan apa-apa saja gejalanya, dr. Debbie menyebutkan bahwa anak akan mengalami demam yang tidak begitu tinggi, munculnya bintil-bintil di area kulit tangan, kaki, dan mulut, serta sakit ketika menelan.

"Gejala pada flu singapura adalah adanya demam yang tidak begitu tinggi dalam 1-2 hari dan ada gejala bintil-bintil pada kulit di sekitar tangan, kaki, dan mulut. Bahkan ditemukan juga di sekitar rongga mulut sehingga menyebabkan anak tidak mau makan karena nyeri menelan," jelas dr. Debbie.

Lebih lengkapnya, berikut gejala-gejala flu Singapura pada anak yang timbul:

  • Demam;
  • Sakit tenggorokan;
  • Muncul sariawan di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi;
  • Ruam merah yang tidak terasa gatal pada telapak tangan, telapak kaki, dan bokong;
  • Hilangnya nafsu makan anak;
  • Menjadi rewel;
  • Nyeri perut;
  • Batuk.

Dari gejala-gejala tadi, anak akan mengalami demam terlebih dahulu. Kemudian setelah 1–2 hari, barulah muncul ruam, lepuh, dan sariawan.

Editors' Picks

2. Penyebab flu Singapura pada anak

2. Penyebab flu Singapura anak
Youtube.com/Osmosis

Seperti yang telah disebutkan di awal, flu Singapura pada anak terjadi karena adanya infeksi virus. Dokter Debbie mengatakan bahwa penyakit HFMD ini disebabkan oleh serangan coxsackie virus.

Virus ini boleh dibilang mudah menyebar. Dokter Debbie menjelaskan kalau anak mama bisa tertular flu Singapura apabila kontak langsung dengan penderita, yakni melalui kontak kulit ataupun terkena cairan dari batuk dan bersin.

"Virus ini ditularkan melalui kontak kulit, droplet dari batuk dan bersin atau air liur karena kontak langsung dengan yang si penderita."

Maka dari itu, kalau anak mama yang sakit flu Singapura masih tidur dengan kakaknya, mereka sebaiknya dipisahkan. Sebab, tidak menutup kemungkinan si Kakak yang sudah di atas 5 tahun dapat tertular virus tersebut.

"Sebaiknya dipisahkan anak yang sakit dengan yang sehat karena dapat menular secara kontak langsung," dr. Debbie menyarankan.

3. Apakah ada gejala flu Singapura yang mirip Covid-19?

3. Apakah ada gejala flu Singapura mirip Covid-19
Dok. Pribadi

Zaman sekarang, anak mengalami demam pun Mama jadi khawatir apakah dirinya terkena virus Covid-19. Bagaimana dengan flu Singapura? Apakah ada gejala mirip yang perlu diwaspadai?

Berkaitan dengan hal ini, dr. Debbie mengatakan kalau memang ada gejala flu Singapura yang serupa dengan Covid-19, yakni demam dan nyeri saat menelan. Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa kemunculan ruam ditemukan pada kedua penyakit tersebut. Namun, bentuknya berbeda.

"Pada Covid-19 dapat juga ditemukan kelainan pada kulit, tetapi berbeda bentuknya (dari flu Singapura)."

Oleh sebab itu, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter supaya tahu apakah si Kecil menderita Covid-19 atau flu Singapura.

4. Pengobatan flu Singapura pada anak yang tepat

4. Pengobatan flu Singapura anak tepat
Freepik/master1305

Sejatinya, tidak ada pengobatan khusus untuk flu Singapura. Hal ini karena penyakit tersebut dapat sembuh dengan sendirinya.

Meskipun begitu, dr. Debbie menyarankan untuk fokus pada pengobatan gejala-gejalanya, yakni:

  • Untuk meredakan demam dan nyeri yang dialami anak, Mama bisa memberikannya obat penurun demam (paracetamol), antiseptik, ataupun analgetik mulut;
  • Memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi anak tercukupi. Karena anak tidak nafsu makan akibat nyeri tenggorokan, Mama dapat menyiasatinya dengan memberikan makan dalam bentuk cair atau lunak;

Selain itu, anak mama harus banyak istirahat supaya dirinya cepat pulih. Pastikan juga agar tidak memberikan anak makanan yang dapat membuat luka di mulutnya terasa perih, seperti makanan yang terlalu asam ataupun pedas.

5. Jika anak sudah pernah sakit flu Singapura, apakah bisa terkena lagi?

5. Jika anak sudah pernah sakit flu Singapura, apakah bisa terkena lagi
Pexels/Ketut Subiyanto

Ketika si Kecil sudah pernah terkena flu Singapura, bukan berarti dirinya sudah terbebas dari serangan virus penyebabnya ya, Ma. Dokter Debbie juga mengiyakan bahwa masih ada kemungkinan bagi anak tertular.

"Tidak ada kekebalan permanen setelah mengalami flu singapura sehingga masih mungkin tertular di kemudian hari," ujar dr. Debbie.

Dalam hal ini, penting bagi Mama mencegah agar si Kecil tidak sakit flu Singapura kembali. Nah, berikut sejumlah tindak pencegahan yang bisa Mama lakukan:

  • Ajarkan anak untuk menghindari kontak dengan penderita flu Singapura. Atau ketika anak yang sakit, beritahu dirinya agar tidak berinteraksi dengan orang lain untuk menekan laju penularan;
  • Anak perlu menjaga kebersihan tubuh dengan mencuci tangan pakai sabun hingga bersih;
  • Membersihkan area atau benda yang telah terkontaminasi virus dengan disinfektan.

Itulah tadi informasi tentang flu Singapura pada anak beserta gejala, penyebab, dan pengobatannya. Jaga selalu kesehatan diri dan keluarga ya, Ma.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.