Kenali, Terapi Hormon yang Cocok untuk Pertumbuhan Tinggi Badan Anak!

Anak ingin mencapai target tinggi badan dewasa? kenali cara untuk mengatasi dengan terapi hormon!

28 Februari 2022

Kenali, Terapi Hormon Cocok Pertumbuhan Tinggi Badan Anak
Freepik/Jcomp

Ada berbagai penyebab anak pendek, mulai dari kekurangan gizi, faktor keturunan, hingga hormon pertumbuhan yang terlalu sedikit.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan memanfaatkan terapi hormon pertumbuhan.

Terapi hormon pertumbuhan akan meningkatkan seberapa cepat anak Mama tumbuh. Peningkatan ini membantu anak-anak untuk mencapai ketinggian sedikit lebih tinggi.

Lantas, sebenarnya apa itu hormon pertumbuhan dan bagaimana untuk memulai hormon pertumbuhan bagi anak ini. 

Berikut Popmama.com telah merangkum mengenai apa itu terapi hormon pertumbuhan anak dan tips untuk memulai terapi hormon pertumbuhan anak. Yuk langsung simak di bawah ini ya, Ma!

Apa itu Terapi Hormon Pertumbuhan Anak?

Apa itu Terapi Hormon Pertumbuhan Anak
Freepik/c

Terapi hormon pertumbuhan adalah perawatan injeksi yang diresepkan untuk anak-anak yang telah didiagnosis dengan kekurangan hormon pertumbuhan (GH) dan kondisi lain yang menyebabkan perawakan pendek.

Selain untuk kekurangan hormon pertumbuhan, sejumlah tes lain harus dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan defisiensi GH, sindrom Turner, sindrom Prader-Willi atau kondisi lain yang diindikasikan untuk terapi GH.  Tes-tes ini mungkin termasuk tes stimulasi, MRI, dan sinar-x.

Pengobatan GH ini memiliki sedikit efek samping.

Nah, untuk perawatan GH adalah cara yang aman dan efektif untuk mengobati defisiensi hormon pertumbuhan, Sindrom Turner, dan beberapa kondisi lain yang terkait dengan perawakan pendek.

Terapi hormon pertumbuhan ditentukan oleh ahli endokrinologi anak

  •  Anak yang sehat harus mengalami pertumbuhan yang normal dan akhirnya akan mencapai tinggi badan dewasa dalam kisaran target tinggi badannya. Anak-anak dengan defisiensi hormon pertumbuhan diperkirakan pendek, tumbuh lambat, dan memiliki tinggi badan dewasa yang sangat pendek.

Tujuan utama terapi defisiensi hormon pertumbuhan adalah mengoptimalkan tinggi badan selama masa pertumbuhan dan pencapaian tinggi badan dewasa yang normal.

Dilansir dari UPMC Children's Hospital of Pittsburgh, suntikan GH (Growth hormone) hampir tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga biasanya anak-anak usia 10 tahun ke atas lebih sering memilih untuk menyuntikannya sendiri.

Tetapi tidak untuk anak yang lebih muda ya, Ma. Sudah menjadi tanggung jawab Mama untuk menyuntikannya. Namun ketika anak sudah bisa menyuntikannya sendiri, Mama tetap harus memantau ya untuk memastikan ia menyuntikan dosis yang benar setiap hari. 

Dalam mempelajari cara menyuntikkan GH (Growth hormone) mungkin tampak sulit pada awalnya, Tetapi nantinya Mama dan si Kecil sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Nah, di bawah ini ada beberapa tips yang Mama harus ketahui saat memulai terapi GH. 

Editors' Picks

1. Perhatikan tempat penyimpanan

1. Perhatikan tempat penyimpanan
Freepik/@jcomp

Untuk meletakan pena atau suntikan GH (Growth hormone) ini tidak boleh sembarangan ya, Ma! Pena GH ini harus didinginkan pada suhu 36 hingga 42 derajat F. Karena ketika membiarkannya terlalu panas atau dingin malah akan mengurangi efektivitasnya. 

Lalu, Jangan dibiarkan sampai semalaman ya, Ma. Mama dapat menempatkannya kembali ke dalam lemari es sehingga bisa terus menggunakannya.

Saat bepergian, Mama juga bisa simpan di pendingin yang disediakan dalam starter kit hingga 10 jam, lalu kenakan es setelah 10 jam.

Tetapi berhati-hatilah untuk tidak menempatkan pena GH langsung di es ya, Ma. Simpan dan pisahkan dengan menempatkan pena tersebut ke dalam tas Ziploc. 

2. Waktu pemakaian

2. Waktu pemakaian
Freepik/rawpixel.com

Hal kedua yang perlu Mama perhatikan yaitu waktu pemakaiannya. Mama bisa memberikan pena GH di malam hari, tetapi sebaiknya dalam waktu satu jam setelah satu jam setelah si Anak sudah tertidur. Coba untuk memberikannya secara konsisten dalam jangka waktu satu jam, misalnya antara jam 9 dan 10 setiap malamnya. 

Lalu, Mama juga dapat mengubah waktu sesekali, mungkin bisa beberapa jam lebih awal atau lebih lambat. Tetapi tidak memberinya sebelum jam 5 sore ya, kecuali dalam keadaan yang tidak biasa (seperti berangkat untuk perjalanan, tidur, dan kegiatan lainnya). Untuk hasil terbaik, Mama bisa coba untuk melewatkan lebih dari sekali per bulan ya, Ma. 

3. Selesaikan catridge

3. Selesaikan catridge
Pinterest.com/@menssupplementsreviewed.com

Pena GH ini sangat mahal. Maka dari itu, Mama harus menggunakan semua obat yang ada di setiap catridge ini jangan sampai ada yang tersisa. Habiskanlah sampai yang terakhir dan mulai catridge baru dengan melakukan injeksi kedua dengan jumlah yang sudah habis. 

Mama mungkin harus menggunakan catridge sekitar satu kali seminggu atau lebih. Jika kurang dari 0,2 mg yang tersisa di catridge lama atau jika Mama kehilangan kurang dari 0,2 mg injeksi terakhir. Maka Mama jangan berikan suntikan yang berlebihan ya, Ma. 

Nah itu dia tadi penjelasan apa itu terapi hormon pertumbuhan anak dan tips untuk memulai terapi hormon pertumbuhan anak.

Memang di masa awal penanganan untuk terapi hormon pertumbuhan ini anak akan merasakan efek sampingnya, seperti sakit kepala dan nyeri otot. Oleh karena itu, penting sebelum memutuskan melakukan terapi ini, Mama harus lakukan konsultasi kepada dokter secara menyeluruh ya. 

Pasalnya, pengobatan atau terapi hormon pertumbuhan ini juga memiliki risiko seperti gangguan bentuk tulang belakang atau skoliosis. Rentannya terkena masalah pada tulang panggul, seperti dislokasi atau patah tulang serta diabetes. Meskipun memiliki kemungkinan risiko yang relatif kecil.

Tetapi Mama tetap perlu waspada dan memahami lebih dulu ya terkait terapi hormon pertumbuhanuntuk si Anak ini. 

Baca juga : 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk