Bahaya! Gadget Bisa Bikin Anak Depresi dan Resah, Ini Penelitiannya

Jangan sampai berlebihan ya, Ma

8 November 2018

Bahaya Gadget Bisa Bikin Anak Depresi Resah, Ini Penelitiannya
Freepik

Kalau sudah bicara tentang 'kids zaman now', sepertinya yang terlintas di kepala adalah anak yang sedang memegang gadget.

Ya, anak zaman sekarang memang sulit dipisahkan dari layar, tak hanya layar ponsel, tetapi juga layar tablet, komputer, atau televisi.

Terlalu banyak screen time, ada dampak buruknya nggak sih? Duh, semua yang  berlebihan tentu tidak baik ya, Ma.

Apalagi terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar (dikenal juga dengan istilah screen time), tentu saja tak baik bagi tumbuh kembang anak.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), beberapa gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak jika terlalu lama menatap layar adalah: mata lelah, pandangan kabur, dan mata kering.

Namun sebuah penelitian menemukan fakta yang lebih mencengangkan lagi. Menurut penelitian dari San Diego State University tersebut, terlalu lamascreen time berkaitan erat dengan sikap kurang baik pada anak usia 2 sampai 17 tahun. Wah, bahaya banget kan, Ma?

Untuk meningkatkan kewaspadaan Mama, ayo ketahui info lebih lengkap mengenai penelitian ini.

Editors' Picks

Meningkatkan depresi dan kegelisahan

Meningkatkan depresi kegelisahan
Freepik

Penelitian ini menggunakan data dari National Survey of Children’s Health tahun 2016. Kemudian tim peneliti menganalisis survei dari 40.300 pengasuh anak usia 2 sampai 17 taun.

Dari situ, ditemukan fakta bahwa anak yang menghabiskan screen time selama lebih dari 7 jam per hari, ternyata 2 kali lebih sering mengalami kegelisahan dan depresi dibanding anak yang hanya menghabiskan 1 jam untuk screen time.

Beda usia, beda juga screen time-nya

Beda usia, beda juga screen time-nya
Freepik

Menurut para peneliti, beda usia anak, beda pula media digital yang sering mereka gunakan.

Menurut W. Keith Campbell, profesor psikologi dari University of Georgia, sekaligus penulis penelitian ini, remaja lebih sering menghabiskan screen time untuk bermain smart phone dan sosial media. 

Remaja terlalu banyak screen time? Duh, Mama pasti sudah tahu ya kalau itu sangat berkaitan erat dengan sikap kurang baik pada remaja.

Menurut Prof. Campbell, sikap tidak baik itu lebih sering ditunjukkan remaja yang terlalu banyak bermain media sosial di ponsel, dibanding remaja yang menghabiskan screen time menonton tv dan video.

Sedangkan pada anak yang lebih kecil, biasanya lebih sering menghabiskanscreen time untuk menonton televisi.

Rekomendasi screen time dari dokter anak

Rekomendasi screen time dari dokter anak
Freepik

Baik AAP maupun IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), sangat menyarankan untuk tidak memberikan screen time untuk anak baru lahir hingga usianya 18 bulan.

Sedangkan jika orangtua dari anak usia 18-24 bulan ingin mengenalkan media digital, maka wajib memilih program yang berkualitas tinggi dan menemani si Kecil saat menontonnya. Itu sangat membantu anak memahami lebih baik apa yang ia lihat di layar.

Untuk anak 2-5 tahun, batasi screen time maksimal 1 jam per hari, tidak boleh lebih. Itupun harus program yang berkualitas dan ditemani orangtua ya, Ma.

Untuk anak usia 6 tahun ke atas, Mama harus bisa memberikan batas screen time yang konsisten.

Pastikan juga anak tidak kekurangan waktu tidur, aktivitas fisik, dan hal lain yang baik untuk kesehatan juga tumbuh kembangnya.

Screen time memang tidak dilarang, namun pastikan tidak lebih dari 1 jam per hari ya, Ma.

Baca juga: Daftar Aplikasi Edukatif untuk Atasi Balita yang Kecanduan Gadget

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.