Tantangan Orangtua Anak Usia 4 Tahun: Kedisiplinan dan Body Image

Apa saja tantangan yang dihadapi orangtua anak usia 4 tahun? Simak selengkapnya, di sini

18 November 2019

Tantangan Orangtua Anak Usia 4 Tahun Kedisiplinan Body Image
Freepik

Menghadapi anak balita, terutama anak usia empat tahun, memang gampang-gampang susah. Di usia ini, anak menyerap begitu banyak hal dari sekitarnya.

Begitu pula kini ia telah memiliki kehendaknya sendiri. Keterlibatan orangtua penting sekali untuk melatih kedisiplinan dan mengarahkan tindakan anak sebagai bekal hidupnya kelak.

Editors' Picks

Satu, Dua ... Sepuluh Kali!

Satu, Dua ... Sepuluh Kali
Freepik/parinyabinsuk

Pada usia empat tahun, anak Mama masih belum bisa mengendalikan diri. Meskipun ia kini sudah bisa menyerap banyak hal, tetapi untuk urusan kedisplinan, tunggu dulu!

Diperlukan lebih dari satu, dua bahkan sepuluh kali agar sebuah 'pelajaran' dipahami anak. Pelanggaran yang berulang juga merupakan hal yang menguji batas kesabaran Mama.

Menghadapi Agresi

Menghadapi Agresi
Freepik/user7123622

Agresi adalah fase normal pada usia ini. Situasi ini memang menyulitkan bagi orangtua, dan juga bagi anak. Anak merasa tak nyaman terhadap situasi yang dihadapinya. Akibatnya, muncul ledakan yang tidak terkendali yang memicu insiden.

Jika terjadi agresi, orangtua perlu bersikap tenang dan menanggapinya dengan cepat. Tetapkan aturan yang tegas dan terapkan sebab-akibat untuk perilaku agresif, seperti memukul dan menendang. 

Body Image: Anak Melihat Apa yang Ditampilkan Orangtua

Body Image Anak Melihat Apa Ditampilkan Orangtua
Freepik

Ma, percayakah bahwa anak balita pun sudah mempercayai konsepsi "kurus itu cantik" dan "gendut itu jelek." Dilansir dari babycenter.com, tayangan media lah yang mempengaruh cara pandang tersebut, bahkan pada anak yang masih begitu polos. 

Hal ini tentunya berbahaya. Jika tidak diedukasi sejak dini, anak akan memiliki body image yang negatif.

Salah satu cara menghindari cara pandang negatif ini adalah dari orangtuanya sendiri. Jika orangtua selalu berdiet, mempermasalahkan berat badan dan punya kebiasaan makan yang tidak wajar, alam bawah sadar anak akan menyerap 'pesan' dan vibrasi yang orangtua munculkan.

Hal yang sama juga berlaku jika orangtua kerap kali berkomentar tentang penampilan oranglain. Untuk itu, berilah pemahaman pada anak, bahwa tiap manusia diciptakan Tuhan dengan karakternya masing-masing dan semua baik adanya. Terapkan peraturan di keluarga: Tidak boleh ada komentar tidak baik soal penampilan orang lain.

Satu hal yang tak kalah penting adalah jangan mengkritik penampilan anak. Karena orangtua adalah orang yang paling dipercayai anak, bayangkan dampak yang terjadi jika anak dilabeli berdasarkan karakter dan bentuk tubuhnya.

Orangtua harus membangun kepercayaan dan harga diri anak sejak dini untuk melawan citra diri yang negatif. Satu saja komentar negatif dapat menghancurkan jutaan rasa percaya diri, dan sayangnya hal ini bisa terus terbawa hingga ia dewasa. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.