9 Gejala Diabetes, Sering Buang Air Kecil Bisa Jadi Tanda Awal!

- Haus yang ekstrem bisa jadi tanda awal diabetes, perhatikan frekuensi minum dan konsultasikan ke dokter jika haus terus meningkat.
- Sering buang air kecil terutama di malam hari bisa menjadi cara tubuh membuang gula berlebih, segera konsultasikan ke dokter jika gejala ini berlangsung lebih dari beberapa minggu.
- Penurunan berat badan tanpa diet atau olahraga bisa menjadi alarm kesehatan, perhatikan juga tanda lain seperti kelelahan atau peningkatan rasa lapar.
Diabetes bisa muncul tanpa gejala yang jelas di awal, tapi tubuh sebenarnya sudah memberi tanda sejak lama. Mengenali tanda-tanda sejak dini membantu Mama mencegah risiko komplikasi serius dan menjaga kesehatan jangka panjang.
Tubuh sering mengirimkan sinyal halus yang mungkin terasa sepele, seperti perubahan energi, kebiasaan minum, atau kondisi tubuh sehari-hari. Jika Mama mulai menyadari adanya perubahan yang tidak biasa, ini bisa menjadi langkah penting untuk deteksi dini.
Untuk mengetahui gejala apa saja yang umum terjadi pada diabetes, berikut Popmama.com rangkum berdasarkan sumber dari Healthline.
1. Haus yang ekstrem

Jika Mama merasa haus tiap saat meski sudah minum banyak, ini bisa jadi tanda awal diabetes. Tubuh kehilangan cairan karena ginjal bekerja ekstra untuk membuang gula lewat urine. Kadang Mama merasa harus selalu membawa botol minum, tapi rasa haus tetap tidak hilang.
Rasa haus ini sering muncul mendadak dan bisa terasa sangat mengganggu, terutama saat malam hari atau setelah aktivitas ringan seperti jalan santai atau naik tangga. Bahkan, beberapa Mama merasa harus bangun di tengah malam untuk minum.
Selain itu, dehidrasi yang berkepanjangan dapat memengaruhi energi, mood, dan konsentrasi. Jadi jangan diabaikan! Pastikan Mama mencatat seberapa sering merasa haus dan konsultasikan ke dokter jika rasa haus terus meningkat.
2. Sering buang air kecil terutama di malam hari

Bangun tengah malam berkali-kali untuk buang air kecil bukan sekadar gangguan tidur. Ini bisa menjadi cara tubuh membuang gula berlebih yang tidak bisa dimanfaatkan sebagai energi.
Gejala ini biasanya muncul secara bertahap, dan Mama mungkin merasa bingung karena awalnya dianggap hanya “efek minum banyak”. Tapi frekuensi yang meningkat, terutama di malam hari, bisa membuat tubuh kelelahan karena tidur terganggu.
Jika gejala ini berlangsung lebih dari beberapa minggu, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan gula darah. Mengetahui sejak awal bisa membantu Mama mencegah komplikasi lebih serius.
3. Penurunan berat badan yang tidak disengaja

Turunnya berat badan tanpa diet atau olahraga bisa mengejutkan Mama. Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa menggunakan gula sebagai energi dan mulai membakar lemak serta otot sebagai gantinya.
Meski terlihat seperti hal positif, penurunan berat badan yang tiba-tiba adalah alarm kesehatan. Mama mungkin merasa senang di awal, tapi sebenarnya tubuh sedang mengalami stres metabolik.
Perhatikan juga tanda lain seperti kelelahan atau peningkatan rasa lapar. Menyadari penurunan berat badan yang tidak normal lebih cepat bisa membantu diagnosis diabetes lebih awal.
4. Rasa lapar yang meningkat

Makan banyak tapi tetap lapar? Ini bisa menjadi gejala diabetes. Sel-sel tubuh tidak bisa mendapatkan cukup energi dari gula darah, sehingga otak terus memberi sinyal lapar.
Mama mungkin merasa ingin makan setiap beberapa jam atau sulit merasa kenyang. Kadang ini membuat Mama ingin ngemil terus, bahkan meski baru saja makan.
Rasa lapar yang terus-menerus juga bisa memengaruhi mood dan energi sehari-hari. Mengatur pola makan dengan makanan tinggi serat dan protein dapat membantu mengontrol rasa lapar dan menjaga energi lebih stabil.
5. Penglihatan kabur

Penglihatan yang tiba-tiba kabur atau seperti berkabut bisa menjadi tanda kadar gula darah tinggi. Lensa mata bisa berubah bentuk akibat gula darah yang tidak stabil, sehingga fokus mata menjadi terganggu.
Gejala ini kadang muncul dan hilang, sehingga sering disalahartikan sebagai efek menatap layar gadget terlalu lama atau kelelahan mata. Namun, jika kaburnya penglihatan terus berulang, ini bisa menjadi tanda awal komplikasi mata akibat diabetes yang perlu diwaspadai.
Untuk mencegahnya, periksa mata secara rutin dan jaga kadar gula darah tetap stabil. Mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan mata, seperti wortel, bayam, dan ikan berlemak, juga bisa membantu menjaga penglihatan Mama tetap tajam dan sehat.
6. Mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki

Kesemutan, rasa seperti jarum-jarum, atau mati rasa di ujung tangan dan kaki bisa menjadi tanda kerusakan saraf (neuropati) akibat gula darah tinggi.
Gejala ini biasanya muncul perlahan dan bisa terasa menyebalkan, terutama saat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan atau mengetik. Kadang Mama merasa tidak nyaman tapi tidak tahu penyebabnya.
Neuropati diabetik dapat berkembang jika kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang. Pemeriksaan rutin dan pengelolaan gula darah yang tepat dapat memperlambat atau mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
7. Kelelahan tak wajar

Terus merasa lelah meski tidur cukup bisa menjadi salah satu tanda diabetes. Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak bisa menyerap gula dengan baik sebagai sumber energi, sehingga Mama merasa mudah capek bahkan saat aktivitas ringan.
Kelelahan yang berkepanjangan dapat memengaruhi produktivitas, suasana hati, dan kemampuan fokus sehari-hari. Diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan rasa lelah kronis akibat fluktuasi kadar gula darah dan resistensi insulin.
Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga ringan, dan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala terbukti membantu meningkatkan energi, mengurangi rasa lelah, dan mencegah komplikasi jangka panjang.
8. Kulit sangat gatal atau kering

Kulit yang sering gatal atau kering bukan sekadar efek cuaca atau sabun. Gula darah tinggi dapat memengaruhi fungsi kulit dan sirkulasi darah.
Gejala ini biasanya muncul di kaki, tangan, atau lipatan kulit dan dapat membuat Mama kurang nyaman. Kadang kulit juga lebih rentan infeksi atau iritasi.
Perawatan kulit rutin, hidrasi cukup, dan cek kesehatan berkala bisa membantu mencegah masalah kulit yang lebih serius. Gunakan pelembap dan sabun lembut untuk mengurangi kekeringan.
9. Luka yang lama sembuh

Luka kecil yang sulit sembuh bisa menjadi tanda awal diabetes karena tubuh kesulitan melawan infeksi akibat gula darah tinggi. Sel darah putih yang terganggu membuat proses penyembuhan berjalan lebih lambat dari normal.
Gejala ini sering terlihat di tangan, kaki, atau area tubuh lain, dan bisa menimbulkan kekhawatiran karena luka yang biasanya cepat pulih kini memerlukan waktu lebih lama. Luka yang lama sembuh juga menandakan risiko komplikasi seperti infeksi serius dan gangguan peredaran darah.
Menjaga gula darah tetap stabil dengan pola makan sehat, olahraga rutin, dan pemeriksaan berkala dapat mempercepat penyembuhan. Jika luka tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan ke tenaga medis.
Itulah 9 gejala diabetes yang perlu Mama kenali sejak dini. Dengan menyadari tanda-tanda tersebut, Mama bisa lebih cepat mengambil langkah pencegahan dan menjaga kesehatan tubuh tetap optimal


















