TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jangan Sepelekan Komplikasi Diabetes, Berikut Cara Mencegahnya

Komplikasi diabetes dibagi menjadi dua tipe yaitu kronis dan akut

23 November 2022

Jangan Sepelekan Komplikasi Diabetes, Berikut Cara Mencegahnya
Pexels/Artem Podrez

Diabetes merupakan silent killer yang seringkali telat disadari oleh para penderitanya. Hal ini karena dalam banyak kasus, seseorang tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Sebab, butuh waktu lama sebelum gejala diabetes muncul.

Bagi Mama atau Papa penderita penyakit kronis yang dapat ditandai dengan tingginya kadar gula darah ini, harus disiplin untuk memantau dan menjaga kadar gula darahnya.

Apabila disepelekan, diabetes yang dialami bisa menyebabkan berbagai risiko komplikasi berbahaya. Komplikasi diabetes adalah kondisi di mana bagian-bagian tubuh kita menjadi rusak, seperti pada kaki dan mata akibat memiliki kadar gula darah yang tinggi.

Oleh karenanya, penderita diabetes perlu melakukan pemeriksaan secara rutin dan manajemen gaya hidup yang efektif, serta pengobatan jika diperlukan.

Lebih lanjut, yuk ketahui apa saja risiko komplikasi akibat diabetes yang tidak dikelola dengan baik. Beserta cara mencegah terjadinya komplikasi yang telah Popmama.com rangkum dari press release mGanik.

1. Penderita diabetes di Indonesia berada dalam angka cukup tinggi

1. Penderita diabetes Indonesia berada dalam angka cukup tinggi
Unsplash/Towfiqu Barbhuiya

Perlu Mama ketahui bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia termasuk yang paling tinggi daripada negara lainnya di dunia. 

Bahkan di tahun 2021, International Federation Diabetes (IDF) mencatat bahwa Indonesia termasuk dalam kategori 5 negara teratas untuk penderita diabetes. Dengan rentang umur 20-79 tahun sebanyak 19,5 juta orang, yang mana jumlah tersebut meningkat dari tahun 2011 yaitu 7,3 juta orang.

Oleh karena itu, Mama dan keluarga perlu lebih waspada akan ancaman penyakit diabetes yang mengintai. Misalnya dengan menjalani pola hidup sehat untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini. 

Beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk mencegah diabetes yaitu dengan perbanyak konsumsi sayur dan buah, memastikan kualitas tidur yang baik, aktif bergerak, kurangi konsumsi alkohol dan rokok, mengelola stres, serta melakukan cek gula darah rutin.

Editors' Picks

2. Risiko komplikasi penyakit diabetes apabila tidak dikelola

2. Risiko komplikasi penyakit diabetes apabila tidak dikelola
Pexels/Artem Podrez

Apabila penyakit ini sudah tidak dapat dihindari, Mama harus segera melakukan perawatan. Mengelola diabetes penting dilakukan untuk mencegah dan menunda terjadinya komplikasi.

Secara umum, komplikasi diabetes terbagi menjadi dua tipe yaitu komplikasi kronis yang terjadi seiring berjala nya waktu dan komplikasi akut di mana kondisi ini dapat terjadi kapan saja.

Komplikasi kronis merupakan suatu masalah jangka panjang dan dapat berkembang secara bertahap, yang menyebabkan kerusakan serius jika penanganan serta pengobatan nya tidak segera dilakukan.

Contohnya terjadi kerusakan pada bagian tubuh seperti masalah penglihatan atau retinopati, kaki, serangan jantung atau stroke, gangguan ginjal atau nefropati, kerusakan saraf atau neoropati, infeksi gusi dan mulut, kanker, serta permasalahan seksual seperti infeksi saluran kemih dan disfungsi ereksi.

Sedangkan, komplikasi akut adalah sebuah kondisi ketika tubuh dapat mengalaminya kapan saja, dan hal ini bisa mengarah pada risiko yang lebih serius atau kronis. Misalnya, hipoglikemia yakni gula darah terlalu rendah dan hiperglikemia kadar gula darah terlalu tinggi.

3. Pentingnya melakukan pemeriksaan diabetes secara rutin

3. Penting melakukan pemeriksaan diabetes secara rutin
Pexels/Artem Podrez

Nah, salah satu tindak pencegahan yang bisa Mama lakukan untuk menunda terjadinya komplikasi ialah dengan melakukan pemeriksaan diabetes secara rutin.

Biasanya, pemeriksaan diabetes dilakukan melalui tes darah sederhana yang bernama tes gula darah. Penderita diabetes wajib melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin agar penyakitnya terkendali dan tetap dalam kondisi stabil.

Dengan melakukan konsultasi kepada dokter, Mama dapat mengetahui upaya apa saja yang dapat diambil dalam penanganan komplikasi diabetes.

Melalui upaya untuk menjaga gula darah, tekanan darah, dan lemak darah tetap terkendali, tubuh akan sangat terbantu sehingga mengurangi risiko komplikasi diabetes.

4. Terapkan pola makan sehat untuk cegah komplikasi diabetes

4. Terapkan pola makan sehat cegah komplikasi diabetes
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Selain melakukan konsultasi, penderita diabetes perlu melakukan tindakan untuk mencegah dan menunda komplikasi diabetes dengan baik, seperti membuat pilihan makanan yang lebih sehat.

“3 hal yang perlu menjadi perhatian untuk menu makanan diabetes yaitu ukur jumlah kadar kalori yang masuk ke dalam tubuh kita maksimal 1500kkal/hari. Utamakan makanan rendah kolestrol, tinggi serat rendah Glikemiks Index (GI), dan sebisa mungkin hindari ya makanan yang mengandung banyak gula, karbohidrat,” jelas dr. Caesar Lagalinggo Givani, Sp.PD dalam Webinar Hari Diabetes Melitus Sedunia 2022 bersama mGanik (18/11/22) bertajuk “Cegah Komplikasi Diabetes, Kelola Sejak Awal”.

Pastikan Mama yang menderita diabetes makan 3 kali dalam sehari dan selingan 3 kali snack rendah GI, seperti sayur dan buah untuk mencegah lonjakan gula darah.

Selain buah dan sayur, beberapa rekomendasi snack dengan indeks glikemik rendah yang aman untuk pasien diabetes di antaranya telur rebus, greek yoghurt, makanan dari kacang kedelai, keju rendah lemak, dan protein bar.

5. Kelola diabetes dengan jalani gaya hidup yang lebih sehat

5. Kelola diabetes jalani gaya hidup lebih sehat
Pexels/Pixabay

Mama atau Papa yang mengalami diabetes dan ingin mengurangi risiko terjadinya komplikasi juga dianjurkan untuk menjaga HbA1c sesuai target yang ditetapkan. Misalnya dengan tidak merokok dan konsumsi alkohol, serta perbanyak aktivitas fisik melalui kegiatan olahraga.

Beberapa jenis latihan fisik untuk penyandang diabetes yang dianjurkan ialah jogging, senam, bersepada di dalam maupun luar ruangan, dan berenang.

"Tujuan aktivitas fisik ini apa? Yaitu dapat membantu tubuh kita dalam menurunkan kadar glukosa darah, bahkan meningkatkan sensivitas insulin, sehingga dapat menunda terjadinya komplikasi diabetes”, tambah dr. Caesar.

Rutin olahraga sangat baik untuk penderita diabetes tipe 2 dan berisiko mengalami obesitas. Hal ini karena aktivitas fisik bisa membantu mereka untuk menurunkan berat badan dan menjaga tubuh tetap ideal.

Apabila ada kondisi khusus yang Mama atau Papa alami selama menderita diabetes, bisa coba berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan jenis aktivitas fisik yang aman.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk