Merusak Kekebalan Tubuh, Ini 6 Bahaya Sinar Ultraviolet bagi Kesehatan

Cegahlah, sebelum hal buruk terjadi pada keluarga!

2 Maret 2020

Merusak Kekebalan Tubuh, Ini 6 Bahaya Sinar Ultraviolet bagi Kesehatan
Freepik

Sebagai makhluk hidup, manusia membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk mendapatkan vitamin D.

Salah satu manfaat vitamin D sendiri adalah untuk membuat tulang menjadi lebih kuat dan membantu tubuh agar lebih mudah dalam menyerap kalsium.

Meski begitu, terlalu banyak paparan sinar ultraviolet dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Apalagi menipisnya lapisan ozon juga dapat mengurangi perlindungan alami atmosfer dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. 

Apa itu Sinar Ultraviolet (UV)?

Apa itu Sinar Ultraviolet (UV)
Unsplash/Chutter Snap

Sinar UV pada dasarnya merupakan sinar matahari yang mencapai bumi. Sinar UV ini terbagi menjadi beberapa jenis, adapun jenis sinar UV yang umum diketahui adalah UVA dan UVB. Kedua jenis sinar UV ini jika terpapar secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan tubuh.

Lantas, apa saja dampaknya bagi kesehatan? Dilansir dari epa.gov, berikut Popmama.com telah merangkum 6 daftarnya.

1. Sinar UV dapat mengakibatkan kanker kulit

1. Sinar UV dapat mengakibatkan kanker kulit
Freepik/free photo

Kasus kanker kulit di Amerika Serikat meningkat setiap tahunnya daripada kasus kanker payudara, prostat, paru-paru, dan kolon.

Bahkan menurut data, satu dari lima orang Amerika Serikat menderita kanker kulit sepanjang hidupnya. Setiap jam, satu orang di Amerika meninggal karena kanker kulit.

Paparan radiasi UV pada kulit yang tidak dilindungi adalah faktor penyebab kanker kulit pada seseorang.

Editors' Picks

2. Melanoma disebabkan oleh sinar UV

2. Melanoma disebabkan oleh sinar UV
98online.com

Melanoma adalah bentuk kanker kulit yang paling serius. Bahkan Melanoma sekarang merupakan salah satu kanker yang paling umum terjadi di kalangan remaja dan dewasa, kisaran usia 15-29 tahun.

Hingga kini, melanoma menyumbang sekitar 3% dari kasus kanker kulit, hal tersebut pun menyebabkan lebih dari 75% kematian akibat kanker kulit.

Paparan UV dan sengatan matahari, terutama selama masa kanak-kanak, adalah faktor penyebab penyakit ini.

Meski begitu, tidak semua melanoma secara eksklusif berhubungan dengan matahari, pengaruh lain termasuk faktor genetik dan defisiensi sistem kekebalan juga dapat menjadi penyebab melanoma pada seseorang.

3. Sinar UV menyebabkan kanker kulit non-melanoma

3. Sinar UV menyebabkan kanker kulit non-melanoma
allergycorpustx.com

Kanker kulit non-melanoma tidak terlalu mematikan dibandingkan dengan melanoma. Namun, mereka dapat menyebar jika tidak dirawat hingga menyebabkan cacat dan masalah kesehatan yang lebih serius.

Kanker kulit non-melanoma dibagi menjadi dua jenis, yakni karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

Karsinoma sel basal adalah jenis tumor kanker kulit yang paling umum. Mereka biasanya muncul sebagai benjolan kecil atau berdaging di kepala dan leher, tetapi dapat terjadi pada area kulit lainnya.

Karsinoma sel basal tumbuh lambat, dan jarang menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, bisa menembus ke tulang dan menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

Sedangkan karsinoma sel skuamosa adalah tumor yang dapat muncul sebagai nodul atau sebagai bercak merah bersisik. Kanker ini dapat berkembang menjadi massa besar dan dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.

4. Penuaan dini dan kerusakan kulit lainnya disebabkan oleh sinar UV

4. Penuaan dini kerusakan kulit lain disebabkan oleh sinar UV
Freepik/drobotdean

Gangguan kulit yang disebabkan oleh sinar UV lainnya adalah keratosis aktinik dan penuaan dini pada kulit. Keratosis aktinik adalah pertumbuhan kulit yang terjadi pada area tubuh yang terkena sinar matahari.

Wajah, tangan, lengan, dan "V" leher sangat rentan terhadap jenis lesi ini. Selain keratosis aktinik, paparan sinar matahari kronis juga dapat menyebabkan penuaan dini yang seiring waktu dapat membuat kulit menjadi lebih tebal, berkerut, dan kasar.

Tak main-main, 90% dari perubahan kulit umumnya disebabkan oleh matahari.

5. Sinar UV bisa menyebabkan katarak dan kerusakan mata lainnya

5. Sinar UV bisa menyebabkan katarak kerusakan mata lainnya
Freepik/Wavebreakmedia

Katarak adalah bentuk kerusakan mata di mana hilangnya transparansi dalam lensa penglihatan awan mata.

Jika tidak diobati, katarak dapat menyebabkan kebutaan. Penelitian telah menunjukkan bahwa radiasi UV dapat meningkatkan kemungkinan katarak tertentu.

Meskipun dapat disembuhkan dengan operasi mata modern, katarak tetap dapat mengurangi penglihatan.

Bahkan, jutaan orang di Amerika telah mengeluarkan biaya miliaran dolar untuk melakukan perawatan medis setiap tahun.

Selain katarak, jenis kerusakan mata lainnya adalah pterygium (pertumbuhan jaringan yang dapat menghalangi penglihatan), kanker kulit di sekitar mata, dan degenerasi makula (bagian retina di mana persepsi visual paling akut). 

6. Terganggunya kekebalan tubuh disebabkan oleh sinar UV

6. Terganggu kekebalan tubuh disebabkan oleh sinar UV
Freepik/free photo

Para ilmuwan telah menemukan bahwa paparan radiasi UV yang berlebihan dapat menekan berfungsinya sistem kekebalan tubuh dan pertahanan alami kulit.

Jika biasanya kulit memasang pertahanan terhadap penjajah asing seperti kanker dan infeksi, namun paparan radiasi UV yang berlebihan justru dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kemampuan kulit untuk melindungi diri.

Nah, itulah keenam bahaya sinar ultraviolet bagi kesehatan tubuh.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.